Online 63 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Membangunkan Dunia Pariwisata Mandar Sulawesi Barat Yang Terlelap

Membangunkan Dunia Pariwisata Mandar Sulawesi Barat Yang Terlelap Cetak
oleh Tommuane Mandar   
Kamis, 04 Juli 2013 13:31 | Tampil : 1342 kali.

Pariwisata tanah Mandar, apa kabar hari ini? sudahkah terkenal dimata orang luar? mari kita renungi dan jawab sendiri dengan jujur, kata hati tidak akan pernah berbohong, mata tidak akan pernah bisa tertutup, kaki juga tidak akan pernah bisa berdusta betapa pariwisata tanah Mandar sangat jauh dari perhatian. Entah itu perhatian kita sendiri (masyarakat), kelompok-kelompok penggiat wisata, dan yang paling berperan adalah pihak pemegang kekuasaan.
Pantai Taraujung Pamboang Hendra Arieska Putra
Objek wisata pantai Taraujung Pamboang Kab. Majene
Foto : Hendra Arieska Putra

Menyoal tentang pariwisata Mandar maka mari kita mulai bertanya tentang kabar pariwisata Mandar, Sulawesi Barat hari ini. Pertanyaan yang mungkin tepat untuk mewakilinya adalah "Sudahkah kita mengenali objek-objek wisata di negeri kita sendiri? " lalu setelah itu kita beranjak ke pertanyaan selanjutnya "Mengapa  objek-objek wisata di Sulawesi Barat ini kurang perhatian, tidak terkenal? " maka beragam jawaban akan muncul. dari jawaban-jawaban inilah maka kita sebaiknya dengan bijak mencari solusi untuk itu.
Mari kita bertanya kepada sahabat-sahabat kita yang notabene berada di tanah Mandar Sulawesi Barat, para penggiat wisata atau yang minimal pernah menginjakkan kaki dan mengetahui sedikit objek-objek wisata disana. Pertanyaan kita langsung pada poin inti permasalahan  :
" Mengapa objek wisata di daerah Mandar, Sulawesi Barat tidak terkenal ?, apa masalah yang terjadi ?"
maka beragam jawaban dari sahabat-sahabat kita adalah seperti "kurangnya promosi", "kurangnya perhatian dari masyarakat sendiri , serta pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi pariwisata serta pelestarian budaya lokal" beberapa jawaban ini mungkin mewakili kenyataan yang ada dilapangan mengenai kabar dunia pariwisata Mandar hari ini. Namun, jauh dari itu, menurut saya yang harus kita ketahui adalah "seberapa jauh kita mengenal objek-objek wisata yang ada di Mandar, Sulawesi Barat?" "sudahkah kita menjejakkan kaki di semua tempat itu?" mungkin kedengarannya ekstrim kalau semua objek-objek wisata itu harus kita jejaki, tapi itulah hal yang terbaik untuk membuka mata dengan dunia pariwisata, tak usahlah berpikir untuk berwisata jauh ke Bali, Lombok, atau ke Papua, coba jejaki dahulu objek-objek wisata indah di negeri kita sendiri, saya yakin anda akan tercengang dengan pesonanya. Jadi, sederhana saja untuk membuatnya terkenal buatlah dulu objek-objek wisata ini terkenal di negerinya sendiri.
Pantai Baturoro Topore Belang Belang Harris Rinaldi
Objek wisata pantai Baturoro Topore Belang Belang Kab. Mamuju
Foto : Harris Rinaldi

Lalu promosi wisata seperti apa? dan bagaimana dengan peranan pemerintah? promosi wisata yang paling sederhana dan mudah saat ini dilakukan dengan mudah adalah via sosial media seperti facebook dan twitter yang gratis, tanpa biaya, hanya butuh akses internet yang cukup stabil. Lalu peran pemerintah? sebenarnya pihak inilah yang memegang kendali utama untuk datangnya wisatawan luar negeri, hemat saya apapun yang dilakukan pemerintah sebaiknya diapresiasi dan didukung, bentuk dukungan kita adalah dengan membantu pemerintah dalam hal promo via sosial media. lewat karya yang kita buat, dunia fotografi, dunia gambar, dunia tulisan, semuanya akan menambah banyak senjata untuk promosi wisata daerah Sulawesi Barat.
setelah sedikit menyoal tentang masalah pariwsata Mandar tadi maka pertanyaan bijak yang selanjutnya muncul adalah tentang solusi dari pertanyaan :
"Bagaimanakah cara yang paling tepat untuk mengembangkan objek wisata daerah di Sulawesi Barat "
Beberapa solusi-solusi yang kemudian ditawarkan untuk promosi atau pengembangan pariwisata di Sulawesi Barat adalah :
  • Memperkenalkan lewat foto-foto indah seputar objek wisata yang ada di tanah Mandar, Sulawesi Barat yang disebarkan dan berbentuk hasil rekaman video yang kemudian akan diunggah di situs kumpulan video (Youtube, dll) hingga orang-orang luar dapat tahu dan mengenali objek-objek wisata tersebut
  • Pembuatan program visit Sulbar 2014- 2015 yang tentu saja hal ini butuh campur tangan pemerintah yang sangat besar. Coba kemudian meniru "Festival Teluk Jailolo" yang dilaksanakan masyarakat Halmahera, lalu kemudian even "Tour De Singkarak" dimana even bersepeda diganbungkan dengan wisata, mungkin ini bisa jadi salah satu protipe wisata Mandar kedepan.
  • Peranan pemerintah Sulawesi Barat yang sebaiknya lebih proaktif untuk memperkenalkan budaya Mandar ke kancah nasional maupun internasional dengan tetap melestarikan budaya tersebut (seperti misalnya pakkacaping, parrawana, pakkottau, panetteq lipaq saqbe, pissawe)
  • Seleksi duta wisata khusus daerah Mandar Sulawesi Barat yang nantinya akan bertugas untuk memperkenalkan objek wisata daerah ini.
Lalu kemudian solusi-solusi lain yang dapat muncul untuk mengembangkan pariwisata Mandar di daerah Sulawesi Barat adalah :
  • Pemetaan potensi wisata alam dan budaya Sulawesi Barat (ini tahap awal mengenali objek wisata yang jumlahnya puluhan hingga ratusan untuk provinsi ini. Jumlahnya di tiap kabupaten sebenarnya cukup banyak.
  • Pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung lokasi wisata alam dan budaya; (pemerintah yang seharusnya berada di garda terdepan untuk maslah ini, mereka yang memiliki anggaran dan dana untuk melancarkan program ini)
  • Promosi masive contoh dgn mengadakan lebih banyak festival budaya seperti Sandeq Race ataupun program visit sulbar (telah dijelaskan sebelumnya diatas, dimana sebaiknya pengelolaan even-even budaya sejatinya merangkul elemen atau kelompok yang berhubungan dengan itu, intinya pengelolaannya dilakukan dengan profesional, lagi-lagi peranan pemerintah sangat krusial disini)
  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan (hal yang sering dilupakan dan harus dilakukan di masyarakat Mandar, kondisi kumuh dan kotor selalu kita temukan di beberapa objek wisata seperti misalnya pantai, dijadikan tempat membuang sampah bahkan dijadikan toilet alam, sangat menyedihkan)
  • Mendukung setiap kegiatan pelestarian budaya dan alam, seperti pendokumentasian melalui foto, tulisan dll. (salah satu yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat yang harusnya memulai gerakan cinta wisata dahulu dan bekerjasama dengan pihak pemerintah, juga dengan dukungan kelompok-kelompok pendokumentasi atau komunitas fotografi yang didorong untuk merekam budaya dan wisata Mandar lewat kamera mereka)
Menyikapi dengan bijak kondisi pariwisata Mandar, Sulawesi Barat adalah dengan menemukan atau mengidentifkasi masalah yang terjadi, mengkritisi yang tak tersentuh, mendukung dengan gerakan yang berangkat dari diri sendiri dan terakhir memberikan solusi serta jawaban atas masalah yang ada. Sejatinya mari menjadikan objek wisata Mandar Sulawesi Barat menjadi raja di negerinya sendiri.
Sumber : Disari dari diskusi grup facebook  "Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar" - Cara Mengembangkan Objek Wisata Di Daerah Sulawesi Barat.
Penulis :

Tommuane Mandar
Tommuane Mandar, saat ini menetap di Makassar, hobi travelling dan fotografi. Pecinta wisata kuliner, sedang merintis pelestarian aspek budaya dan promosi tempat-tempat wisata di tanah Mandar - Sulawesi Barat lewat pengembangan dunia literasi via promosi sosial media.
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017