Online 70 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Dari Yogyakarta untuk Mandar

Dari Yogyakarta untuk Mandar Cetak
oleh Muhammad Junaedi Mahyuddin   
Jumat, 26 Juli 2013 23:34 | Tampil : 1230 kali.

Malam ini, saya berada di Yogyakarta bersama dengan sahabat perantau ilmu, Dahri Dahlan, Muhamad Fajrin, dan Suhanda. Malam kali ini, malam yang betul-betul berbeda, seharian penuh kami berhasil merampok waktu Fajrin yang selalu sibuk dengan aktivitas kampus dan luar kampusnya. Kami memulai perjalanan di Siang hari, memilih ke luar di Siang hari merupakan kesalahan fatal, kami mengalami pertempuran dengan aspal jalan, panasnya Matahari, dan sekumpulan penggoda jajanan perut (maklum kami puasa). Muhammad Fajrin yang menjadi guide kami, diajaklah kita untuk melihat bekas peninggalan kerajaan Mataram, dilanjutkan keindahan Taman Sari, Shopping (surganya para pencinta ilmu), Jalan Malioboro (menyaksikan beragam hasil karya manusia), perjalanan kami berakhir di kilometer Nol ujung jalan Malioboro dengan menyaksikan para pemilik paha putih yang memainkan sepatu roda sembari meliukkan badan mengikuti barisan kaleng yang meraka susun sebagai lintasan.

Daerah Yogyakarta adalah kota budaya yang berbudaya-di sebagian tempat mengaku mempunyai budaya tapi tak berbudaya-keramahan penduduk Yogyakarta sebagai indikatornya. Sehingga wajar adanya band papan atas Kla Project mengabadikan daerah ini dalam lagu“Yogyakarta” dan esai Cak Nun, tentang Malioboro dalam perspektif filosofis. Mengikuti imajinasi Kla Project dan Cak Nun, saya coba membayangkan sebuah bumi ini tanpa alam yang indah, musik, tari, puisi dan karya seni, saya yakin kehidupan ini kering dan majemuk.

Sejatinya kesenian dan keindahan alam adalah kebutuhan manusia. Coba kita menengok tetangga pulau kita ini, di tempat saya berdiri saat ini Yogyakarta, ditambah lagi dengan Bali, Solo, apabila kita keluar Indonesia Cina, Jepang, India yang setiap Pekan bahkan mungkin setiap hari didatangi beberapa wisatawan domestik dan luar negeri. Pertayaan saya, mereka dikenal karena apanya?. Sangat kontras dengan daerah kelahiran saya, kampung saya saat ini, kehidupan di sana sekarang sudah banyak berubah. Dia (Mandar) seakan diajak melupakan jati dirinya yang mengatas namakan pembangunan menuju kota modern oleh si modern. Berbicara tentang kesenian dan potensi keindahan alam daerahku, sangat kaya, perlu berlembar-lembar jika saya akan sebutkan satu persatu di sini.

Apakah mereka Si Modern tidak mengetahui atau pura-pura tidak tahu bahwa karakter daerah terbentuk dari seni dan budaya?. Apakah Si Modern menyadari bahwa karya seni yang paling agung dan memesona adalah alam raya ini? kurasa tidak, karena sampai sejak saat ini Si Modern kurang mengapresiasi alam ini. Itu terlihat dari sifat si modern yang tak ada upaya untuk menjaga atau melestarikan. Apabila kita betul-betul mau berusaha untuk membenahi daerah kita ini, kita akan mampu bersaing dengan daerah yang lainya.

Pawai Budaya Nusantara Provinsi Sulbar Tahun 2008
Pawai Budaya Nusantara Provinsi Sulbar Tahun 2008
Foto : Halaman Facebook Tim Sulbar Pawai Seni Budaya Nusantara

Beberapa Tahun kemarin, sekedar merefresh kembali ingatan kita, agar tak menjadi masyarakat pelupa. Sulbar telah berhasil menorehkan tinta emas dalam acara tahunan Pawai Budaya Nusantara, di Istana Negara yang dihadiri orang nomor satu di Indonesia (presiden), beberapa menteri dan duta besar., Sulbar telah berhasil dua kali berturut-turut menjadi yang tebaik, meminjam bahasa Muhammad Ridwan Alimuddin “provinsi anak bawang yang mampu menjadi the rising star”. Sebagai provinsi yang masih muda kita harus berbangga diri. Dalam proses pencapaian tersebut tentu bukan langkah yang mudah sebab daerah yang kita cintai ini mampu mengambil bagian dalam persaingan 32 provinsi (informasi lengkapnya http://ridwanmandar.com/2011/12/03/di-balik-layar-kemenangan-di-pawai-budaya-nusantara/).

Pawai Budaya Nusantara Provinsi Sulbar 2008 Pattuqduq
Pawai Budaya Nusantara Provinsi Sulbar 2008 Tema :Pattuqduq
Foto : Halaman Facebook Tim Sulbar Pawai Seni Budaya Nusantara

 

Pawai Budaya Nusantara Tim Sulbar 2008
Pawai Budaya Nusantara Tim Sulbar 2008
Foto : Halaman Facebook Tim Sulbar Pawai Seni Budaya Nusantara

Lalu apa yang kita bisa kita petik dari keberhasilan ini, saya mengajak untuk menjadikan keberhasilan ini sebagai pelecut semangat untuk mempertahankan eksistensi kekayaan kita. Bukan tidak mungkin dengan keberhasilan daerah kita dalam kancah Nasional tentu akan membuat masyarakat Nasional dan bahkan Mancanegara untuk mengunjungi daerah kita yang kita cintai ini. Kita harus siap dengan itu!. Apabila kita tak siap dengan kedatangan mereka, kita tentunya akan menjadi tuan rumah yang mengecewakan tamu. Keberhasilan yang mereka raih, merupakan ajang promosi tentang kebudayaan dan keindahan alam kita, mereka akan datang untuk melihat dan menikmati kekayaan alam kita!, Sebagai contoh yang sederhana saja, coba saja kita perhatikan gambar-gambar atau iklan yang ada di sekitar kita. Sang pembuat iklan pasti sangat menyadari makna penting sebuah karya seni untuk menarik minat calon konsumen, itu lagi karena keindahan merupakan kebutuhan pokok manusia!. Lebih jauh lagi kita sering menipu diri kita (terkhusus mata) dengan sering membeli lukisan-lukisan atau gambar-gambar yang kita pajang di dinding rumah kita yang semuanya terinspirasi dari keindahan alam ini.

”Semakin maju tingkat peradaban sebuah bangsa, salah satu tolak ukurnya semakin tinggi penghargaannya kepada seni dan alamnya”.

Siapakah Si Modern itu?

Malam, menunggu sahur.

(tulisan ini juga dimuat dalam blog www.lelakimandar.blogspot.com)
Penulis :
Muhammad Junaedi MahyuddinMuhammad Junaedi Mahyuddin, saat ini menetap di Jati Sari - Semarang, Jawa Tengah, domisili asal di Kelurahan Banua Baru Kec. Wonomulyo Kab. Polewali Mandar. Menamatkan pendidikan di SMU Neg 2 Polman dan alumnus Universitas Negeri Makassar. Hobi menulis artikel bertemakan budaya, menyukai dunia pendidikan, fotografi, serta travelling.
Kontak Saya :


 

Comments 

 
#1 2013-08-22 21:42
Wah, bangga jadi anak Sulbar, makin semangat rasanya tuk buat dunia tahu, mua' tomandar a' iya'u
Quote
 
 
#2 2013-08-22 21:52
selamat datang di website paling keren se-sulbar dikelola oleh orang-orang asli Mandar yang mencoba memberi sumbangsih berguna bagi tanah kelahirannya
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017