Online 65 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Sandeq, Masihkah Milik Anak Mandar

Sandeq, Masihkah Milik Anak Mandar Cetak
oleh Muhammad Hasbi   
Jumat, 30 Agustus 2013 08:02 | Tampil : 1904 kali.

Kamis 29 agustus 2013, Pantai Bahari Polewali menjadi saksi sekaligus tempat berlabuhnya perahu Sandeq dalam rangka mengikuti dan memeriahkan sandeq race yang kesekian kalinya. Antusius dan animo masyarakat Polewali Mandar sangat besar dalam rangka menyambut kedatangan perahu fenomenal milik khas suku Mandar ini, yang ditandai dengan diadakannya beberapa item kegiatan diantaranya pemecahan rekor muri lipaq saqbe mandar terpanjang hingga mencapai 1973 meter, ada pula pemutaran film dokumenter seputar sandeq.

sandeq teluk mandar di pantai bahari polman

Sandeq Teluk Mandar berbelok menjelang memasuki akhir etape Majene-Polman di pantai Bahari Polman
(Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Dari beberapa kegiatan tersebut ada hal yang sedikit mengganggu pikiran saya pada waktu tibanya para perahu sandeq, dimana para masyarakat bersorak gembira menyambut kedatangan perahu fenomenal tersebut yang di iringi kapal-kapal pengiring setiap perahu sandeq juga tiba, dimana hampir setiap perahu yang tiba hampir kesemuanya berbenderakan pihak asing khususnya Eropa mulai dari Amerika, Italia, Prancis, dll.

perahu pendamping sandeq race di pantai bahari

Perahu pendamping Sandeq Race dengan bendera asing (Foto : Muhammad Hasbi)

Awalnya saya beranggapan itu hal biasa, mungkin itu masih pengaruh hyporia piala dunia sepak bola, namun setelah ada sedikit penjelasan ternyata bendera – bendera yang ikut mengiringi jalannya perlombaan Sandeq Race ternyata itu adalah negara sponsor tiap-tiap perahu sandeq. Setelah sedikit merenung saya akhirnya beranggapan dengan sedikit kekhawatiran akankah perahu sandeq yang fenomenal ini akan masih menjadi perahu sandeq milik anak-anak mandar di kemudian hari kelak setelah 20 – 30 tahun kedepan, atau hanya akan tinggal nama?

Penulis :

muhammad hasbi tapangoMuhammad Hasbi, saat ini menetap di kec. Tapango Kab. Polewali Mandar, hobi membaca hal yang berkaitan dengan sejarah, budaya daerah, travelling, serta fotografi. Saat ini berstatus sebagai tenaga pendidik di SMK Soeparman Wonomulyo untuk kekhususan (Teknik Otomotif)

Kontak Saya :

 

 

Comments 

 
#1 2013-08-30 11:24
cerita bendera asing itu ... coba tanya sama yg bawa apakah dia terima dana sponsorship negara2 itu, atau apakah panitia ada sponsor negara asing. bendera2 itu hasil berbagai pertandingan sepak bola: membawa sandeq atau penjala sama dng sepak bola, yaitu kerja tim. coba msl amati nelayan tanangan yg bahkan pake baju sepak bola tim2 kesayangannya di masing2 panjala. apakah sandeq msh tetap akan ada pada 20tahun mendatang buka urusan org asing, tapi tugas org mandar, terutama generasi mudahnya.
Quote
 
 
#2 2013-08-30 13:37
setuju dengan pendapat Mr. Horst liebner, soal lestari atau tidaknya ada di tangan anak-anak muda daerah, kalau tidak berusaha melestarikan maka niscaya sandeq akan musnah
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017