Online 61 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Kata Sambutan Baharuddin Lopa Dalam Buku Lontarak I (Pattodioloang Di Mandar)

Kata Sambutan Baharuddin Lopa Dalam Buku Lontarak I (Pattodioloang Di Mandar) Cetak
oleh Administrator   
Selasa, 29 Oktober 2013 20:43 | Tampil : 1687 kali.

Buku Lontarak I (Pattodioloang Di Mandar) adalah salah satu satu buku sejarah yang banyak mengungkap tentang kejadian yang pernah berlaku di daerah Mandar (saat ini berada dalam wilayah provinsi Sulawesi Barat). Buku ini hasil alih aksara lontarak yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Ada banyak peristiwa mengenai kerajaan-kerajaan lokal di Mandar, perjanjian-perjanjian antara kerajaan, silsilah raja Balanipa, serta beberapa penyerangan serta penaklukan yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan lokal di Mandar.

sambutan baharuddin lopa buku lontarak pattodioloang

Tanda tangan Baharuddin Lopa dalam kata sambutan di buku Lontaraq I (Pattodioloang Di Mandar) Karya Drs. M.T. Azis Syah

Dalam bagian depan buku ini tokoh masyarakat Mandar yang terkenal "Baharuddin Lopa" sempat memberi kata sambutan untuk terbitnya buku ini, berikut ini adalah rincian kata sambutannya :

"Saya dengan senang hati menyambut gembira terbitnya buku Lontarak Pattodioloang di Mandar, hasil alih aksara dan terjemah : Drs. M. T. Azis Syah. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk mengangkat kembali naskah tua lontarak ke permukaan setelah hampir seabad tersimpan secara turun temurun oleh pemiliknya karena dianggapnya sebagai warisan benda bertuah dan bernilai sakral. Mudah-mudahan naskah lainnya seperti lontarak Napo, Pakaseseang di Mandar, Diangdiannapa Adaq di Mandar dan lain sebagaianya dapat pula diterbitkan pada masa mendatang.

Menurut hemat saya, naskah seperti ini bukan saja berguna bagi peminat sejarah dan budaya, tetapi siapa saja yang tugas dan pekerjaannya berkaitan dengan masyarakat termasuk siswa dan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa, yang seyogyanya perlu mengetahui latar belakang sejarah dan budaya daerah.

Naskah serupa ini dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang otentik bagi para peneliti dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Mandar dan sekitarnya untuk mengenal dari dekat tentang keberadaaan negeri Mandar. Selain dari itu naskah ini dapat menjadi bahan kajian lebih lanjut bagi para ilmuwan untuk mencoba mengangkat budaya daerah guna memperkuat pijak tumpuan terhadap pelestarian dan pertumbuhan budaya nasional."

Saat ini penulis buku (Lontarak I Pattodioloang Di Mandar) Bapak Drs. Madjid Tanawali Azis Syah telah tiada, begitu pula dengan tokoh Prof. Dr. Baharuddin Lopa SH, dari kata sambutan di buku ini tergambar betapa dunia literasi atau tulis menulis di tanah Mandar sulit untuk diakses. Bukan tidak mungkin masih ada naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di rumah-rumah warga hari ini dan mereka tak mau mempublikasikannya karena alasan bahwa benda tersebut adalah benda pusaka keluarga. Adapun lontarak yang lainnya yang disebutkan diatas yaitu lontarak Napo, Pakaseseang di Mandar, Diangdiannapa Adaq di Mandar mungkin belum dicetak dalam bentuk buku, kalaupun ada buku cetakannya mungkin akan sangat jarang. Saat ini bahkan buku Lontarak I Pattodioloang Di Mandar mungkin bisa dihitung dengan jari.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa di daerah Mandar dahulu kala berkembang sastra tutur lebih dominan dibandingkan dengan sastra tulis, artinya orang yang mempublikasikan atau mendokumentasi peristiwa sejarah sangat minim. Namun setelah daerah ini mengenal aksara baru kemudian terdapat usaha untuk membukukan atau menulis apa yang terjadi. Namun, karena sulitnya akses pada masa itu, maka kalangan yang dapat mengakses sastra tulis juga sangat terbatas, hanya mereka yang berasal dari kalangan keraton atau bangsawan yang mungkin dapat mengaksesnya dengan mudah, karena itu juga orang-orang yang memiliki naskah kuno dewasa ini secara tidak langsung mungkin merupakan keturunan dari para pembesar-pembesar kerajaan lokal dahulu, dimana naskah ini diwariskan dan kadang begitu disakralkan.

Lalu ternyata dalam kata sambutan pada paragraf kedua Baharuddin Lopa menekankan bahwa naskah ini tidak hanya bermanfaat bagi tujuan pelestarian sejarah serta budaya, tetapi berefek pada bekal generasi untuk mengetahui latar belakang sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Dewasa ini pengaruh media juga banyak berperan dalam budaya daerah, gesekan yang terjadi membuat budaya daerah menjadi sesuatu yang asing di negerinya sendiri. Orang-orang dewasa ini sudah semakin jauh dari nilai-nilai ketimuran yang menjunjung tinggi norma kesopanan, kejujuran, tanggung jawab dan sikap menghargai, padahal nilai-nilai filosofis ini yang banyak ditemukan dalam pesan atau nasehat para pendahulu.

Fungsi lain dari naskah kuno sejenis Lontar Mandar ini tentu saj berkaitan dengan fungsinya yang dititik beratkan sebagai sumber utama penelusuran sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan nilai otentiknya, dan yang penting dari sisi pandang wisata adalah tulisan-tulisan lontar ini dapat menjadi bahan acuan bagi wisatawan yang berkunjung ke Mandar. Perlu diketahui bahwa dunia barat sangat menjunjung tinggi sastra tulis, begitu pula halnya dengan sejarah. Banyak wisatawan asing yang kadang bertanya soal sejarah dan memerlukan referensi, dan buku-buku yang sejenis dengan ini adalah buku yang dapat menjawab rasa penasaran mereka. Begitu pula dengan wsatawan lokal non-Mandar yang ingin mengetahui lebih banyak soal sejarah kerajaan-kerajaa lokal di Mandar, buku ini sangat cocok dijadikan bahan acuan.

Lalu bagaimana dengan akses terhadap naskah-naskah kuno, lontar atau buku yang berhubungan dengan referensi otentik ini? jawabannya adalah cenderung sulit untuk anda temukan. Di beberapa perpustakaan daerah di Sulawesi Barat misalnya di kabupaten Majene Polewali Mandar atau Mamuju mungkin saja ada, namun jumlahnya tidk seberapa, tidak dijamin apakah semua buku-buku atau artikel seputar sejarah ini tersedia dan lengkap untuk dibaca. Akhirnya adalah penelusuran dari perpustakaan satu ke perpustakaan lainnya akan anda lakukan, begitu pula dengan berburu dari individu satu ke individu lainnya yang masih memiliki buku, salinan atau naskah aslinya.

 

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017