Online 71 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Saat Sampah Bersemayam di Pantai Palippis

Saat Sampah Bersemayam di Pantai Palippis Cetak
oleh Administrator   
Senin, 30 Desember 2013 09:50 | Tampil : 1231 kali.

Pantai Palippis, pantai berpasir putih yang terletak di desa Bala kecamatan Balanipa, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Objek wisata pantai yang dahulu terkenal pada tahun 1990-2000 an dan kini minim pengunjung.  Pantai ini sebenarnya cukup cantik dan indah, karena jenis pasir dari karang yang dimilikinya bisa menghasilkan warna yang nyaris putih, namun entah mengapa kini ia jarang didatangi oleh pengunjung.

Mungkin karena tidak dikelola lagi, maka pengunjung Pantai Palippis beberapa tahun terakhir sangat minim, hanya dikunjungi oleh sedikit orang saja. Kondisi terakhir Pantai yang sempurna dijadikan wisata untuk keluarga ini  dipenuhi sampah di bagian tepinya. Berbagai jenis sampah mulai dari sampah anorganik hingga organik dapat ditemui dengan jelas mulai dari tas ransel, koper, sepatu, kaus kaki, sandal, batang pisang, hingga ranting kayu. Secara kasar terdapat  sekitar 70% kain bkas baju dan celana, 10% plastik dan 20% ranting pohon dan batang kayu, yang lebih aneh adalah,  limbah berupa pakaian dalam serta sepatu juga banyak ditemukan terdampar di pesisir pantai Palippis. Kadang juga ada limbah batang pohon pisang yang mengapung diatas permukaan lautnya.

sampah pantai palippis polman

Sampah di pantai Palippis (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Sampah-sampah di pantai Palippis ini jika dilihat dari jenisnya maka kemungkinan merupakan hasil buangan warga sekitar pantai. Walaupun jumlah warga setempat yang tinggal disekitar pantai sedikit tetapi mereka sedikit banyak punya andil pada sampah yang ada di pantai ini. Lalu bagaimana dengan sampah kiriman? kemungkinan ini juga ada, yaitu pada sampah jenis kayu atau ranting-ranting pohon yang ditemui di bibir pantai. Pantai sebagai tepi laut terpengaruh oleh arus, sehingga di beberapa pantai yang meski dibersihkan secara rutin selalu saja ada sampah kiriman, hal ini misalnya terjadi di Pantai Kuta Bali, ada masanya pantai ini dalam sekali setahun mendapat kiriman sampah akibat pengaruh musim barat. Demikia halnya juga yang terjadi di Pantai Palippis pada bulan Oktober hingga November  angin sedikit kencang di Selat Makassar oleh pengaruh angin maka ombak diwilayah tersebut tinggi, sehingga kiriman sampah dari luar yang sebelumnya berkumpul di tengah laut menepi di pesisir wilayah Sulawesi, khususnya di kabupaten Majene dan Polewali Mandar, lalu karena jarang dibersihkan maka sampah-sampah  tersebut seolah-olah abadi dan semakin bertambah.



sampah pesisir pantai palippis sulawesi barat

Sampah di pantai Palippis (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Pantai Palippis tampaknya tidak diperhatikan saat ini, ia teronggok begitu saja, karena itu sampah-sampah yang ada di tepi pantai tidak pernah dibersihkan, alih-alih dibersihkan, warga sekitar banyak yang membuang limbah rumah tangga mereka ke bibir pantai. Budaya membuang sampah atau limbah di daerah ini masih banyak dilakukan dan mereka membuangnya ke pantai dengan alasan  limbah akan tersapu oleh ombak dan “hilang”, padahal sebenarnya sampah tersebut utamanya yang tidak bisa terdegradasi oleh lingkungan (plastik, dan limbah anorganik) akan abadi selamanya dan cenderung kembali ke pesisir.

sampah pantai palippis polman

Sampah di pesisir pantai Palippis (Foto : Norman)

Untuk sampah di objek wisata seperti pantai Palippis ini jika saja masyarakat dan pemerintah sadar akan hal tersebut maka sampah-sampah tersebut tentunya tidak akan abadi. Hal yang lebih parah mungkin kita temukan di wilayah Pantai Kuta Bali misalnya, tetapi kiriman sampah yg mampir di Bali itu tidak bertahan lama bertahan lama karena pemerintah, pemerhati, dan masyarakat bekerja sama untuk membersihkan pantai.

Beberapa orang biasanya menggunakan pesisir pantai Palippis untuk kegiatan, mereka mengakali sampah-sampah tersebut, dengan membakarnya untuk bahan api unggun. Satu usaha yang sedikit mengurangi sampahnya, namun sejatinya pantai memang harus selalu dibersihkan, ada banyak produk limbah yang selalu ada.

Kondisi pantai Palippis terakhir adalah cukup banyak sampah-sampah  kain yg tertimbun, jadi pengunjung yang datang tidak leluasa menikmati bibir pantai kerna dominasi sampah yang mencolok disbanding cerah pasir putihnya dan segar biru lautnya.

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017