Online 68 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Menjawab Rasa Penasaran Pada Jimat Di Jala Nelayan Mandar

Menjawab Rasa Penasaran Pada Jimat Di Jala Nelayan Mandar Cetak
oleh Fahmira Ahmad   
Sabtu, 20 Desember 2014 17:04 | Tampil : 1448 kali.

Ada hal yang membuat saya penasaran ketika kemarin pulang ke Majene, tepatnya Sabtu, 13/12/2014 di depan rumah nenek ada tumpukan jaring-jaring diatas bale-bale (orang Mandar menyebutnya dengan nama Barung-Barung), jaring ini dijaga salah seorang nelayan, Dibenak saya seketika muncul apakah ini jaring (jala nelayan) yang tak bisa bersentuhan langsung dengan tanah? seperti yang pernah dijelaskan dalam buku karya Muhammad Ridwan Alimuddin ?, saya sudah lupa di buku yang mana bahasan ini pernah diangkat. Ketika mendekat karena rasa penasaran yang menggebu saya melihat benda unik yang melekat pada jaring (jala) tersebut dan seketika ingat, sepertinya ini bagian jimat, tetapi saya masih ragu, dan bertanya dengan diri sendiri.

Tak puas melihat saja, saya coba lebih mendekat dan tiba-tiba dari kejauhan suara nenek berteriak "Eeehh appo da mu tu'galang i "(cucuku, jangan disentuh) Lalu rasa penasaran semakin menimbulkan tanya dalam hati saya. Berikut beberapa benda aneh yang terdapat pada alat penangkap ikan jaring/ jala nelayan Mandar.

jaring/jala nelayan mandar majene

Jala/ jaring nelayan Mandar (foto : Fahmira Ahmad)

jimat di jaring jala nelayan mandar

Jala/ jaring nelayan Mandar (foto : Fahmira Ahmad)

nelayan menjaga jaring nelayan mandar

seorang nelayan sedangn menjaga Jala/ jaring nelayan Mandar (foto : Fahmira Ahmad)

nelayan jala jaring nelayan mandar

Jala/ jaring nelayan Mandar (foto : Fahmira Ahmad)

jimat di jaring jala nelayan mandar

jimat di Jala/ jaring nelayan Mandar (foto : Fahmira Ahmad)

Setelah mendapatkan beberapa penjelasan langsung dari sang penulis buku tentang budaya bahari, dan kelautan Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin menjelaskan bahwa memang benda-benda aneh yang dilekatkan pada jala atau jaring nelayan memang adalah "jimat" jimat diketahui memberikan beberapa efek, karena itu sang nenek mencegah saya untuk menyentuhnya, efek terburuk katanya adalah jika yang menyentuh wanita, maka ia tidak akan bisa melahirkan seorang anak, karena janin bisa saja mati ketika masih berada dalam perut. Apakah ini mitos atau tidak, yang jelas kepercayaan ini yang membudaya.

Beberapa hal-hal mistik di jala nelayan Mandar ternyata banyak dibahas dalam dua buku milik Ridwan Alimuddin, diantaranya yaitu buku "Orang Mandar Orang Laut" dan "Kabar dari Laut". Pemberian jimat di jala atau jaring nelayan Mandar banyak ditujukan bagaimana ikan bisa masuk ke jaring dengan menggunakan filosofi dari jimat yang direkatkan pada jaring. Karena itu jaring / jala diperlakukan dengan sangat spesial di antara nelayan Mandar, ada bagian-bagiannya, disaat ia dipindahkan tak bisa menyentuh tanah, dan harus dibawa oleh beberapa orang dengan memegang bagian-bagian yang telah ditetapkan. Alat penangkap ikan ini diperlakukan istimewa karena mereka percaya bahwa khasiatnya akan hilang jika melanggar pantangan yang telah ditetapkan.


Penulis :

fahmira ahmadFahmira Ahmad, lahir dan dibesarkan di lingkungan pesisir pantai kab. Majene dan saat ini tinggal di kota Mamuju, Sulawesi Barat. Penggiat fotografi, pencinta laut, dan penggila travelling dan wisata. 

Kontak Saya

facebook :  https://www.facebook.com/czladyroot

 

 


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017