Online 66 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Artikel Abrasi Pantai, Ironi Pesisir Desa Sabang Subik, Kec. Balanipa, Kab. Polman

Abrasi Pantai, Ironi Pesisir Desa Sabang Subik, Kec. Balanipa, Kab. Polman Cetak
oleh Hasbi   
Minggu, 04 Januari 2015 11:26 | Tampil : 1345 kali.

Setelah jumatan di Desa Sabang Subik, 02 Januari 2014, saya menyempatkan diri menyusuri pesisir pantai desa sabang subik. Lain dulu lain sekarang, kondisi pantai ini sangat berbeda jauh dengan tahun kemarin. Semakin hari kondisi pantai ini semakin terkikis karena abrasi pantai. Meskipun ada tanggul penahan, namun kondisi tanggul tersebut sudah tidak bisa diandalkan lagi menahan ombak. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya abrasi pantai.

abrasi pantai di desa sabang subik balanipa polewali mandar

Abrasi pantai di desa Sabang Subik, kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar (Foto : Hasbi)

abrasi pantai di desa sabang subik polewali mandar


Selain itu masyarakat setempat membuat tanggul penahan di depan rumah sendiri agar ombak tidak sampai ke dalam rumah. Kita ketahui sendiri bahwa sepanjang pantai desa ini yang biasa juga dikenal dengan sebutan "Sappambusuangan" termasuk desa sabang subik kebanyakan warga membangun rumah di pesisir pantai, karena mereka banyak yang berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari laut. Sebagian kecil dari mereka sudah berpindah ke daerah lebih dalam, di kaki gunung untuk membangun rumah kembali demi menjaga kemungkinan rumah mereka roboh akibat abrasi.

tanggul penahan abrasi pantai desa sabang subik balanipa polman

Tanggul penahan yang dibuat sendiri oleh warga untuk mencegah abrasi pantaiĀ  di desa Sabang Subik, kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar (Foto : Hasbi)

Harbiah, salah satu warga yang bermukim di daerah pantai tersebut mengatakan bahwa "kondisi ini sudah lama terjadi dan sudah ada beberapa kepala keluarga yang pindah". "Insha allah pemerintah, tahun ini akan membangun pondasi di sepanjang pantai agar abrasi bisa dicegah", tambah harbiah. Harapan kita adalah agar kiranya niat pembangunan pondasi tesebut dipercepat demi menghindari abrasi yang lebih parah.

pesisir pantai desa sabang subik yang mengalami abrasi pantai

Pesisir pantai desa Sabang Subik, kec. Balanipa, kab. Polewali Mandar yang mengalami abrasi di sepanjang sisinya(Foto : Hasbi)

Pada tahun 2001 pesisir pantai ini digunakan sebagai tempat bermain layang-layang, namun sejak tahun 2011 sampe 2015 kini tak nampak satu pun anak-anak yang bermain layangan di tepi pantai, itu karena abrasi pantai yang semakin parah, dahulu juga digunakan sebagai tempat untuk menjemur ikan asing yang membentang dari perbatasan Baqbalembang sampai ke Sawang, kini hanya bisa dihitung jari saja nelayan yang menjemur ikan asinnya.

Subik dahulu tidak sama dengan yang sekarang, kemarin anak-anak bebas bermain layang layang di tepi pantai bahkan sampai ke tengah laut masih bisa menginjak tanah tanpa air laut, tapi kini tak ada anak-anak yang berani juga tak nampak lagi anak-anak yang bermain layangan passaqe di tepi pantai.


Penulis :

hasbi abbeeHasbi, saat ini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, hobi travelling dan membaca buku. Alumni SMU Neg Tinambung, Polewali Mandar.

Kontak Saya :


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017