Online 23 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Berita Pemutaran Film Dokumenter Konservasi Penyelamatan Penyu Di Pambusuang

Pemutaran Film Dokumenter Konservasi Penyelamatan Penyu Di Pambusuang Cetak
oleh Administrator   
Rabu, 28 Agustus 2013 09:50 | Tampil : 1380 kali.

Untuk pertama kalinya di daerah Mandar, Sulawesi Barat, tepatnya di desa Pambusuang, kec. Balanipa kab. Polewali Mandar dilakukan gerakan konservasi penyu yang sebelumnya tidak pernah digagas oleh kelompok manapun. Gerakan spontanitas yang tumbuh setelah melihat tukik tiba-tiba berhamburan keluar dari sarangnya, tepat di halaman belakang rumah salah seorang warga.

Tukik (Anak Penyu) Pambusuang Polewali Mandar

Tukik (anak penyu) di desa Pambusuang yang ingin dilepas di palippis (Foto : Irwan Syamsir)

Pelestarian penyu di Pambusuang ini dilakukan oleh individu-individu di Pambusuang yang digagas oleh seorang pemerhati lingkungan dan budaya lokal yaitu "Muhammad Ridwan Alimudin", seorang wartawan, peneliti, dan penulis yang aktif dalam kegiatan pendokumentasian hal-hal tentang Mandar, yang juga berdomisili tidak jauh dari lokasi penemuan awal tukik (anak penyu).

Ratusan ekor tukik keluar dari lubang, tapi karena khawatir pemangsa (anjing) dan dijadikan mainan anak kecil maka beberapa ditangkap, dikumpul dalam ember. Keesokan paginya, tukik-tukik itu dibawa ke Palippis tujuannya bila suatu saat anak penyu tersebut selamat sampai besar dan tiba masanya untuk bertelur juga maka secara insting dia akan menuju ke tempat dia ditetaskan. Palippis adalah pilihan yang tepat, pasirnya yang sangat bagus dan juga jauh dari pemukiman penduduk cocok untuk tempat bersarang penyu.


Tukik (anak penyu) di desa Pambusuang yang siap untuk dilepaskan ke lautan (Foto : M. Ridwan A.)

Baca juga tentang "Penyu, Makhluk Bermata Sendu Yang Menyapa Pambusuang" Setelah pelepasan beberapa ekor tukik (anak penyu) di Pantai Palippis, kab. Polman, Kemudian diikuti dengan pemutaran film dokumenter berdurasi singkat seputar cerita dan tahapan konservasi penyu yang telah dilakukan. Pemutaran ini dimotori oleh "Studio Teluk Mandar" dan "Pencil 2B" dua kelompok yang konsen terhadap dokumentasi hal-hal yang berkaitan dengan Mandar. Acara pemutaran film dokumenter penyu berlangsung pada hari Senin, 26 Agustus 2013 Pukul 20.30 Wita (sebelah timur masjid Taqwa).

Penyelamatan Penyu Pambusuang

Banner film dokumenter "Penyelamatan Penyu Pambusuang" (Foto : Zulkifli Muhammad Shiddiq)

Pemutaran film tentang penyu ini berlangsung sangat sederhana di salah satu lorong di desa Pambusuang dan dihadiri oleh warga sekitar. Cukup ramai dengan penonton warga sekitar  (anak-anak, remaja, orang tua) dan kadang diantara beberapa "scene" film ada tawa warga dan sorak sorai karena orang-orang yang muncul dalam film ini adalah juga warga sekitar yang sering mereka temui.

Beberapa anggota dari Kompa Dansa Mandar (Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar) juga berkesempatan hadir dalam pemutaran film dokumenter ini sebagai eksistensi dalam pengenalan pelestarian konservasi penyu yang mungkin sekiranya akan dapat menjadi salah satu bentuk ekowisata yang akan berkembang di kemudian hari. Seperi diketahui daerah pesisir desa Pambusuang, kab. Polewali Mandar telah lama menjadi tempat persinggahan bagi para penyu untuk mengeram dan menyimpan telur-telur mereka.

Berikut dokumentasi pemutaran film dokumenter "Penyelamatan Penyu Pambusuang"  yang berlangsung sangat sederhana :

dokumentasi film dokumenter penyu pambusuang

Pemutaran film dokumenter ala layar tancap dengan penonton didominasi oleh anak-anak (Foto : Zulfihadi)

penonton film dokumenter penyu pambusuang

Pemutaran film dokumenter dengan penonton duduk beralaskan benda "seadanya" (Foto : Zulfihadi)

Pemutaran film pelestarian Penyu atau yang disebut sebagai "Panynyu" dalam bahasa Mandar adalah bentuk pendidikan terhadap masyarakat yang paling efektif saat ini tentang cara melestarikan hidup dan keberlangsungan generasi hewan yang konon bisa mencapai usia ratusan tahun ini.

 

Comments 

 
#1 2013-08-29 00:18
kak Ridwan.. "klo dapat lagi sarang telur tukik berapa mujualkan telurnya? jangan mih dijual ke org lain nanti sy yg beli."

dechh bisa2 kak Ridwan bangkrut, pasti rencananya klo menetas mau di bawa ke palippis lagi.
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017