Online 67 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Berita Tari Paqbijaga Sattung untuk Festival Budaya XI

Tari Paqbijaga Sattung untuk Festival Budaya XI Cetak
oleh Arlinda Burhan   
Rabu, 09 Desember 2015 08:50 | Tampil : 1034 kali.

Festival Budaya ke XI kali ini yang mengangkat tema “gali tradisi, raih prestasi sebagai investasi”. Festival Budaya merupakan Agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada akhir tahun oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Dinas kebudayaan dan Pariwisata(Disbudpar). Berbagai agenda kegiatan unggulan digelar kembali oleh Disbudpar, mulai dari festival tari kreasi daerah, permainan rakyat, dan festival lagu daerah,perkampungan sandeq, loba sandeq dan pemilihan To Malolo dan To Makappa Polman.

Alhamdulillah sama di tahun kemarin (2014) PKBM Sikola Paqbanua kembali ambil bagian di acara lomba tari kreasi yang dilaksanakan pada malam ke 3. PKBM Sikola Paqbanua hadir (walaupun hanya sebagai penampil) sesuatu yang berbeda dari beberapa penampilan yang ada pada acara tersebut. PKBM Sikola Paqbanua menganggkat Tema “Paqbijaga Sattung" yang berasal dari bahasa mandar yaitu penjaga sattung.

sikola paqbanua festival budaya polman 2015

Penampilan PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mayuddin)

Ide konsep tarian paqbijaga sattung dari tari Sattung yang saat ini sudah tak pernah lagi ditampilkan pada acara kegiatan hajatan. Dari penuturan Kaqdara, Tari Sattung adalah tarian yang menggunakan sattung. Tarian ini (sattung) sering dipertontonkan di acara hajatan, salah satunya pernikahan. Saat ini, tari sattung belum pernah lagi dipertontonkan.

aksi sikola paqbanua festival budaya polman 2015

Aksi tarian Sattung PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

Kata Sattung sendiri berasal dari “Kalipattung” jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah katak yang berbunyi setelah hujan turun dimalam hari atau tempat rawa-rawa. Bapak Suani menuturkan, sattung tidak terlepas dari kehidupan Tomakaka Tinunnungan, Tinunnungan adalah nama wilayah yang terletak 1 km dari dusun Limboro, Desa Ongko, Kec. Campalagian Kab. Balanipa. Wilayah ini termasuk wilayah kerajaan Balanipa.

pembukaan awal sikola paqbanua festival budaya polman 2015

Pembukaan awal tarian Sattung PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Kheq Al Jaelani)

Sattung terbuat dari ruas bambu yang telah dipilih (kering), menurut sejarahnnya “Wassu-wassuli” (pondok-pondok kecil) menjadi tempat tomakaka tinunnungan beristirahat, bersenang-senang, di puncak gunung. Diperistirahatannya mendengar sebuah bunyi konon itulah yang disebut “Kalipattung” sehingga dibenak Tomakaka mempunyai inisiatif untuk menirunya akan tetapi dihambat oleh sulitnya peniruan itu maka, dibuatkanlah alat yang hampir menyerupai Kallipattung sekaligus dinamakan Sattung. Tentang penamaan dan pembuatan semua difikirkan oleh Tomakaka Tinunnungan. Awal penyajiannya dilakukan sebagai media untuk memuaskan batin ketika sedang dalam keadaan senggang, lalu berkembang menjadi alat hiburan saat pelaksanaan upacara pelantikan raja. Namun, sampai sekarang tidak lagi difungsikan seperti semula melainkan hanya sebagai pelengkap pertunjukan ”Orkes Toriolo”. Kelompok Orkes Toriolo bertempat tinggal di desa Ongko Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar yang dipimpin oleh Bapak Suani.

penari sikola paqbanua festival budaya polman 2015

Penari dari PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

Panggung festival budaya 2015 adalah media yang baik untuk memperkenalkan kembali tari sattung. Berdasar dari hal itulah yang mengilhami PKBM Sikola Paqbanua dalam mengemas tarian yang tak lain sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali kepada orang banyak. Tanpa mengurangi esensi dari tari sattung, tampilan tarian pabijaga sattung oleh PKBM Sikola Paqbanua menggunakan property asli sattung yang digunakan oleh para penari wanita yang terdiri dari 6 orang, dengan perpaduan antara dupa dengan memakai undung di opening tarian yang di kendalikan oleh para penari laki-laki yang memakai baju yang terbuat dari tempurung kelapa (Ka’daro) dan di ditengah-tengah antara penari laki-laki ada 1 penari wanita. Adapun properti yang cukup besar yg berbentuk sattung lalu ditutupi oleh kain putih di dalamnya para penari perempuan yang berjumlah 6 orang melambangkan keistimewaan tradisi toriolo.

properti tari sikola paqbanua festival budaya 2015

Properti tari yang digunakan PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

kostum sikola paqbanua festival budaya 2015

Properti tari yang digunakan PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

 

tarian sikola paqbanua festival budaya polman 2015

Penari dari PKBM Sikola Paqbanua di Festival Budaya Polewali Mandar 2015 (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

Tarian paqbijaga Sattung menggambarkan bahwa 1 penari wanita dan 2 penari lelaki meminta ijin kepada sang dewata untuk memperkenalkan kembali Sattung kepada penonton. Adapun lelaki sengaja dihadirkan dengan pakain perang yang bertujuan untuk menjaga Sattung agar tidak punah atau diklaim oleh Negara lain. Konsep yang PKBM Sikola Paqbanua tampilkan selaras dengan tujuan PKBM Sikola Paqbanua hadir di Polewali Mandar untuk menggali tentang ilmu kebudayaan dan melestarikan kesenian Mandar.

Referensi:
http://fajar.co.id/fajaronline-sulsel/2015/11/30/ayo-hadiri-festival-budaya-polewali-mandar.html
http://www.kompadansamandar.or.id/seni/seni-musik/406-mengenal-sattung-alat-musik-tradisional-mandar.htmI


Penulis :

Arlinda Burhan, lahir dan besar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat ini bermukim di kecamatan Wonomulyo. Aktif di PKBM Sikola Paqbanua, kecamatan Wonomulyo, kab. Polman

Kontak Saya :

Facebook :

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017