Online 16 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Apa Kabar Masjid Lapeo Hari Ini?

Apa Kabar Masjid Lapeo Hari Ini? Cetak
oleh Tommuane Mandar   
Senin, 01 Juli 2013 09:06 | Tampil : 1572 kali.

Siapa yang tidak kenal dengan Masjid Lapeo? hampir seantero Mandar atau Sulawesi Barat mungkin sudah tahu dengan masjid ini. Warisan yang ditinggalkan oleh ulama kharismatik Mandar K.H. Muhammad Tahir, atau yang awam dikenal dengan sebutan Imam Lapeo.
Masjid Lapeo NurutTaubah Campalagian
Masjid Lapeo di kecamatan Campalagian kabupaten Polewali Mandar
Foto : Muhammad Putra Ardiansyah

Masjid ini memiliki nama "Masjid Nuruttaubah" tetapi orang-orang lebih awam dengan sebutan Masjid Lapeo, salah satu masjid yang paling tua di daratan Mandar. Masjid yang setiap hari selalu ramai didatangi peziarah yang akan menuju ke makam sang Imam yang terletak tepat disamping menara masjid. Masjid ini tepatnya terletak dijalan poros Sulawesi Barat di kecamatan Campalagian kabupaten Polewali Mandar.
Sangat mudah menemukan masjid ini, karena bentuk menara yang khasnya yang mereplika menara masjidil Haram di Makkah, Saudi Arabia. Jika anda datang dari arah kabupaten Polman menuju kabupaten Majene maka letak masjid ada disisi kanan, sekitar 1 km setelah pasar Campalagian.
Masjid ini memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi bentuk penanaman nilai keislaman di tanah Mandar secara umum dan terkhusus di wilayah kecamatan Campalagian. Dahulu orang-orang yang dihadapi oleh Imam Lapeo adalah mereka yang akrab dengan kemaksiatan, perjudian, serta kebiasaan meminum khamar (minuman keras) yaitu Tuak. Tantangan yang tidak mudah dari warga sekitar ini yang dihadapi oleh seorang Imam Lapeo untuk mendirikan Masjid. Tapi dengan perjuangan yang gigih dan terus menerus dari sang Imam maka kemudian masyarakat disekitar Masjid mulai meningglakan kebiasaan yang tidak bermanfaat tersebut dan mendukung pendirian Masjid. Latar belakang penamaan masjid yang dulunya bernama Masjid Jami' At Taubah Lapeo hingga menjadi Masjid NurutTaubah Lapeo tidak lepas dari kondisi masyarakat yang saat itu bertaubat untuk tidak lagi melaksanakan kemaksiatan yang bertentangan dengan aturan agama Islam.
Pendirian Masjid Lapeo tidak pernah terlepas dari berbagai macam cerita-cerita supranatural, karena Imam Lapeo yang dikenal dengan kekaromahannya, Beliau bahkan memiliki 74 karomah yang tidak dimilki oleh orang-orang awam. Kisah pendirian menara masjid yang pada tahun 80an dengan kondisi miring lalu kemudian berdiri tegak dengan sendirinya tanpa bantuan manusia merupakan salah satu cerita aneh yang dituturkan oleh beberapa saksi hidup. Belum lagi cerita tentang bantuan bahan bangunan untuk masjid Lapeo berupa semen yang datang tiba-tiba tanpa ada konfirmasi yang jelas dari pihak donatur. Saat itu pihak masjid bertanya kepada kurir, siapa donatur yang membeli sumbangan ini, sang kurir kemudian berkata "seorang kakek tua berpakaian dan bersorban putih" setelah diperlihatkan foto sang Imam lalu sang kurir berkata " ini kakek yang datang membeli bahan bangunan untuk pembangunan masjid Lapeo'
Dibalik cerita kekaromahan sang Imam dan cerita supranatural pembangunan masjid Lapeo, masjid ini terus berdiri dan mendapat sentuhan pemugaran hampir di setiap sisi masjid. Bisa dikatakan tiap tahun ada pemugaran yang terus dilakukan, menjelang Ramadhan biasanya masjid ini bersolek untuk persiapan menyambut bulan suci umat Islam.
Masjid Lapeo adalah salah satu masjid di Sulawesi Barat yang sangat ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, mulai dari orang-orang Mandar sendiri, hingga orang-orang dari daerah Bugis atau Makassar.
Hingga hari ini Masjid lapeo masih berdiri megah di kecamatan Campalagian, masih banyak diziarahi oleh warga dari berbagai penjuru Sulawesi. Arsitektur luar dan dalam masjid semakin dipercantik dengan renovasi di setiap sisinya. Ia juga dilengkapi dengan ekskalator di bagian dalam masjid. Ada berbagai macam tulisan kaligrafi yang ditulis dalam dinding masjid untuk menambah sisi estetisnya.
Foto Interior Masjid Lapeo
Foto interior Masjid Lapeo
Foto : Muhammad Putra Ardiansyah

Tidak mengherankan jika Masjid Lapeo selalu dipugar karena bentuk sumbangan masyarakat yang begitu besar untuk pembangunan Masjid. Ada kotak sumbangan yang diletakkan didepan masjid yang hampir selalu diisi oleh orang-orang yang lewat di depan Masjid ini. bentuk kebiasaan sedekah yang cukup baik dan berkembang hingga hari ini.


Penulis :


Tommuane Mandar, saat ini bermukim di Makassar, hobi travelling dan berbincang soal budaya, sedang merintis pelestarian aspek budaya dan promosi tempat-tempat wisata di tanah Mandar, Sulawesi Barat lewat pengembangan dunia literasi, dengan dukungan promo via sosial media.

Kontak saya :
twitter : https://twitter.com/tommuane_mandar
facebook :  https://www.facebook.com/tommuane.mandar.96
blog : http://tommuanemandaronline.blogspot.com
 

Comments 

 
#1 2013-09-30 14:22
Alhamdulillah akhirnya sy prn mlewati mesjd ini 16 september kemarin... sy hx mendgr crita ttg lapeo dri beberapa org. insyaAllah sy akan menyempatkn diri tuk singgah klow ke campa ka lg. Aminn
^_^
Quote
 
 
#2 2013-09-30 18:52
mesjidnya sudah semakin megah, semoga jamaahnya turut bertambah juga
Quote
 
 
#3 2013-10-02 14:41
Aminnnn ya Rabb...
:)
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017