Online 6 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Passayyang- Sayyangna To Mandar

Passayyang- Sayyangna To Mandar Cetak
oleh Towaine Mandar   
Rabu, 14 Agustus 2013 20:58 | Tampil : 2064 kali.

Petikan gitar sang maestro passayang-sayyangna tomandar mengalun lembut bak aliran air, seolah memecah kesunyian. Syair-syair mandar pun terlontar tanpa ada perencanaan dan berhasil mengundang decak kagum para tommuane towaine yang tergabung dalam Komunitas Penggiat Budaya & Wisata Mandar (KPBWM). Ya waktu itu kami berkesempatan menyaksikan langsung performance sang maestro di kecamatan Alu (10/08).

Pertunjukan yang singkat, namun mengesankan. Sekiranya itu yang bisa kami simpulkan, karena sang mestro sendiri baru kali pertama massayyang-sayyang setelah fakum sejak puluhan tahun lalu. Perlu diketahui, massayang-sayyang merupakan salah satu pertujukan musik tradisional dimana seseorang atau passayyang-sayang, begitu sebutanya menyanyikan sebuah lagu yang liriknya dibuat tanpa direncanakan, jadi lirik atau sayair yang dibawakan mengalir begitu saja. Dan biasanya passayang-sayyang mendapat inspirasi dari penonton yang sedang menyaksikan, jadi jangan heran jika passayyang-sayyang menyebut ciri-ciri anda. Itu berarti andalah yang sedang dibicarakan. Nah’ ini juga yang ditunggu para penonton perihal siapa yang jadi bahan syair selanjutnya, maka bersiaplah anda tersipu malu.

Live performance sang maestro saat itu tidak dilewatkan begitu saja oleh tommuane towaine KPBWM, rekeman video jadi dokumentasi tuk mengabadikan moment tersebut. Dua buah lagu jadi persembahan special sang maestro untuk para penonton.

Meski musik massyyang-sayyang terdengar hampir sama ditelinga, namun pada kenyataannya berbeda. Karena setiap jenis aransemen sayyang-sayyang, maka stelan alat musik (gitar, red) yang digunakan juga berbeda. Ia mengatakan jika aransemen massyyang-sayyang terbilang lebih dari 10 jenis. Beberapa diantaranya jenis ko’bi-ko’bi padang pasir dan karambang,. Namun pada kesempatan tersebut, ia hanya mempersembahkan dua buah lagu, mengingat waktu yang tak memungkinkan. Kendati demikian, penonton merasa sangat puas dengan pertunjukan tersebut, apalagi tommuane towaine KPBWM.

Massayyang-sayyang juga terbilang pertunjukan yang sangat memasyarakat karena pada saat pertunjukan massayyang-sayyang dimulai, penonton lebih senang duduk bersama beralaskan sandal. Pertunjukan ini biasanya ditampilkan pada saat ada hajatan di Mandar. Hingga sekarang ini, meski pertunjukan massayyang-sayyang sudah jarang ditemukan di hajatan tomandar, itu tak berarti mereka (passyyang-sayyang) kehilangan penikmatnya. Toh’ masih banyak juga masyarakat yang menanti pertunjukan massyyang-sayyang ini.

 

 


Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2019