Online 22 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Aturan Dalam Kalindaqdaq Mandar

Aturan Dalam Kalindaqdaq Mandar Cetak
oleh S. Mursalin   
Minggu, 27 Oktober 2013 18:53 | Tampil : 1617 kali.

Kalindaqdaq, puisi Mandar yang cukup singkat dan terdiri dari beberapa macam (mulai dari humor (kalindaqdaq pangino),  satire (kalindaqdaq paelle), kritik sosial (kalindaqdaq pappakaingaq), pendidikan/nasihat (kalindaqdaq pipatudu), keagamaan (kalindaqdaq masaalla),  kejantanan/patriotisme (kalindaqdaq pettomuaneang) serta, percintaan/romantik (kalindaqdaq to sipomongeq) memiliki kaidah-kaidah atau aturan tersendiri dalam penulisannya. Pertambahan 1 suku kata dalam 1 baris kalimat bisa membuatnya menjadi Puisi bebas berbahasa Mandar. Karena itu jika kita ingin melihat kalindaqdaq Mandar yang sesungguhnya maka aturan ini mutlak untuk dijadikan pegangan. Berikut ini adalah salah satu contoh dari aturan yang ditetapkan dalam membuat sebuah kalindaqdaq.

Contoh :
Bismillah Buassoemu
Sibiqaran Liqamu
Dzi Peqitammu
Lailaha Illallah

Diatas adalah contoh "kalindaqdaq Mandar sesungguhnya”. Menurut Buku Bunga Rampai Kebudayaan Mandar dari Balanipa Karya : A.M.Syarbin Syam, bahwa kalindaqdaqpun diikat oleh syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, diantaranya syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu :

jumlah larik dalam tiap bait,
jumlah suku kata dalam tiap larik, dan
irama yang tetap.

a. tiap bait terdiri atas 4 bait larik (baris).
b. larik pertama terdiri atas 8 suku kata.
c. larik kedua terdiri atas 7 suku kata.
d. larik ketiga terdiri atas 5 suku kata.
e. larik keempat terdiri atas 7 suku kata

objek kalindaqdaq mandar

Gadis atau wanita yang biasa disebut sebagai "pandeng" adalah objek yang sering dijadikan tema  utama dalam jenis kalindaqdaq sipomongeq (Foto : Muhammad Ridwan Alimuddin)

Banyak kemudian orang-orang yang membacakan atau menuliskan kalindaqdaq keliru, karena mungkin saja faktor ketidaktahuan akan Pola 8-7-5-7 pada penulisan kalindaqdaq. Dan yang dimaksud dengan kata “suku kata” adalah Penggalan penggalan tiap tiap kata. Jadi berbeda dengan suku kata yang dikenal dalam penulisan bahasa Indonesia seperti yang kita kenal.

Contoh :
- Bismillah, maka penggalan katanya adalah “Bis-mil-lah” jadi kata Bismillah terdiri atas 3 suku kata.

Contoh pada Kalindaqdaq :

Bis-mil-lah – Bu-as-so-e-mu = 8 suku kata
Si-biq-a-ran – Liq-a-mu = 7 suku kata
Dzi – Peq-i-tam-mu = 5 suku kata
La-i-la-ha – Il-lal-lah = 7 suku kata

Referensi :
  • Syam S. (1997). Bunga Rampai Kebudayaan Mandar dari Balanipa.

Penulis :

s mursalinS. Mursalin, pencinta dunia budaya Mandar, menyukai dunia desain grafis, alumnus Universitas Assyariah Mandar (UNASMAN) Kab. Polewali Mandar, pernah aktif sebagai ketua di unit kegiatan Mahasiswa Taekwondo UNASMAN.

Kontak Saya :

Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100004089408809

Blog : http://kacomandar.blogspot.com


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017