Budaya Daerah Mandar Menyambut 10 Muharram Tahun Hijriah Islam Cetak
oleh Hijranah   
Kamis, 14 November 2013 11:53 | Tampil : 1769 kali.

Budaya selalu merupakan hasil perpaduan antara budaya yang masuk kedalam sutu daerah, dan faktor agama kadang bersatu dengan budaya setempat. Di daerah Mandar terdapat suatu kebiasaan dalam menyambut tanggal 10 Muharram Bulan Hijriah dalam penanggalan agama Islam. Islam, satu-satunya agama yang kental di daerah Mandar, agama ini berinteraksi dengan budaya serta kebiasaan penduduk setempat dan sedikit banyak masih ada dapat ditemukan.

Pada malam penanggalan 10 Muharram tahun Hijriah Islam beberapa keluarga di Mandar masih melakukan kebiasaan menyambut momen istimewa dalam agama Islam ini, dengan melakukan "mambaca-baca" disini biasanya dihadirkan menu bubur kacang hijau, atau "uleq-uleq bue" ketan "sokkol" dan pisang ambon "loka tira".

tradisi budaya mandar 10 muharram

Tradisi budaya Mandar 10 Muharram (Foto : Hijranah)

Bahkan untuk keluarga-keluarga yang berlatar belakang Mandar yang tinggal jauh dari daerah asalnya masih melaksanakan tradisi ini, seperti oleh sekumpulan komunitas masyarakat Mandar di daerah Kalmas (Kalukuang-Masalima) di kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan


Penulis :

hijranahHijranah, berasal dari Polewali Mandar, saat ini menetap di Mamuju, Sulawesi Barat, dan  bekerja di bagian keuangan Kantor Gubernur Provinsi Sulbar. 

Kontak Saya :
Facebook : https://www.facebook.com/irha.dona