Online 12 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Passambo Siriq, Potret Tradisi Heroisme Kaum Laki-Laki dalam Memproteksi Aib Kaum Perempuan

Passambo Siriq, Potret Tradisi Heroisme Kaum Laki-Laki dalam Memproteksi Aib Kaum Perempuan Cetak
oleh Heriadi Darwis   
Selasa, 19 November 2013 19:20 | Tampil : 1204 kali.

Pernikahan hakikatnya adalah sebuah konektor legal dalam mengakhlaki salah satu naluri manusia yaitu "garizatun nau". Gairizatun nau adalah naluri berhubungan intim antara kaum maskulin dan kaum feminim. Satu-satunya cara yang halal dalam memenuhi naluri ini yaitu melalui rute pernikahan (ijab kabul) yang sah.

ilustrasi passambo siriqIlustrasi Passambo Siriq

Faktanya, saat ini banyak pernikahan yang berjalan harmonis sesuai rencana , ada pula yang jauh dari rencana sebelumnya, sehingga membutuhkan Planning B untuk melanjutkannya. Salah satu contohnya yaitu ketika pada saat hari H penikahan, tiba-tiba pihak mempelai Laki-Laki membatalkan pernikahan. Kasus yang lain adalah seorang wanita yang termakan janji seorang laki-laki untuk menikahinya sehingga ia rela memberikan kehormatannya sebelum menikah, dan ternyata pada akhirnya Si laki-laki kabur meninggalkan wanita tersebut dalam keadaan hamil.

Nah, dalam kondisi seperti diataslah dibutuhkan Laki-laki heroik yang siap menjadi pengganti laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab menikahi wanita tersebut. Dalam istilah Mandar disebut "Passambo Siriq" yaitu tradisi dimana seorang laki-laki yang dengan kerelahan hati menikahi wanita yang berada dalam kondisi genting seperti yang penulis deskripsikan diatas.

Adapun tujuan esensial dari "passambo siriq" yaitu menjaga aib seorang wanita yang benar-benar dalam keadaan "darurat". Inilah salahsatu wujud tradisi betapa Mandar memuliakan wanita. Namun bukan berarti seorang wanita bisa menghakimi jalur ini untuk sebagai media untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nlai spiritual, tradisional, dan estetika.


Penulis :

heriadi darwisHeriadi Darwis, alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) kota Pare-Pare, Jurusan Bahasa Inggris. Menyukai dunia  seni dan budaya Mandar, saat ini menetap di Pare-Pare dan aktif di lembaga Metro English Course sebagai pengajar.

Kontak Saya :

facebook : https://www.facebook.com/heriadi.darwis

 

Comments 

 
#1 2013-11-19 20:25
sy pikir pemberian label heroik ini perlu dikaji lebih jauh lagi karena jangan sampai mereka korban sj sebab dalam agama Islam dilarang mengawinkan perempuan yg sementara hamil (hehe..tapi tanya ahlinya/ulama)
Quote
 
 
#2 2013-11-19 20:51
tradisi ini memang ada dan entah seperti apa jika dilihat dari sisi agama,, dahulu nilai "siriq" atau malu sangat dijunjung tinggi di masyarakat Mandar, sehingga apapun dilakukan untuk menyelamatkan nama baik keluarga
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017