Online 15 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Tradisi Mappatammaq Dan Saeyyang Pattuqduq Di Desa Lapeo, Kec. Campalagian, Kab. Polman

Tradisi Mappatammaq Dan Saeyyang Pattuqduq Di Desa Lapeo, Kec. Campalagian, Kab. Polman Cetak
oleh Rajab Ashari   
Minggu, 04 Januari 2015 21:41 | Tampil : 1814 kali.

Tradisi Mappatammaq bagi anak-anak yang telah khatam Al-Quran dilaksanakan di Desa Lapeo Kecamatan Campalagian, kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (03/01/2015) dengan mengarak keliling desa anak-anak yang sudah khatam Al Quran saat siang hingga sore hari. Paginya diisi dengan kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Nuruttaubah Lapeo. Perayaan Maulid di Lapeo bersamaan dengan perayaan yang juga dilaksanakan di Salabose, kabupaten Majene. Lokasi pertama perayaan tradisi Maulid di tanah Mandar, Sulawesi Barat biasanya adalah daerah yang kental dengan Islam, dan menjadi pusat pertama masuknya Islam atau pusat penyebaran agama Islam.

persiapan mappatammaq saeyyang pattuqduq desa lapeo

Persiapan tradisi mappatammaq, saeyyang pattuqdus di halaman masjid Nuruttaubah Lapeo (Foto : Rajab Ashari)

peserta saeyyang pattuqduq digendong oleh para prang tua dari dalam masjid

Peserta saeyyang pattuqduq digendong oleh para prang tua dari dalam masjid Lapeo menuju kuda yang telah disiapkan (Foto : Rajab Ashari)

peserta saeyyang pattuqduq sebelum diarak keliling desa Lapeo

Peserta saeyyang pattuqduq sebelum diarak keliling desa Lapeo (Foto : Rajab Ashari)

arak-arakan saeyyang pattuduq di lapeo polman

Arak-arakan saeyyang pattuduq di desa Lapeo, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Rajab Ashari)

peserta saeyyang pattuqduq yang mengenakan pakaian kerudung ala arab dengan payung

Peserta saeyyang pattuqduq yang mengenakan pakaian kerudung ala arab dengan payung (Foto : Rajab Ashari)

Tradisi Mappatammaq dengan menunggangi Saeyyang Pattuqduq menurut sejarahnya dimulai  oleh KH. Muhammad Thahir yang bergelar "Imam Lapeo" sebagai cara untuk menambahkan motivasi bagi anak-anak agar cepat mengkhatamkan bacaan Al-Qurannya.


Penulis :

Rajab Ashari, saat ini menetap di Dara, Polewali Mandar, Sulawesi Barat menggemari dunia sejarah dan Budaya Mandar, menyukai travelling dan membaca buku. 

Kontak Saya :
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017