Online 10 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Berburu Ikan Dan Udang Di Sungai Desa Batetangnga Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar

Berburu Ikan Dan Udang Di Sungai Desa Batetangnga Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar Cetak
oleh Gunawan Apriatno   
Senin, 05 Januari 2015 07:41 | Tampil : 1828 kali.

Menangkap ikan dengan cara memancing atau menggunakan jala itu sudah biasa, tapi anak-anak penduduk desa Batetangnga kec.Binuang kab. Polewali Mandar punya cara yang unik untuk menangkap ikan disungai dengan menggunakan Pamulu. Anak-anak ini bisa menangkap ikan bahkan udang, "Pamulu" anak-anak di desa Batetangnga ini biasa menyebutnya.

anak-anak desa batetangnga polman dengan pamulu

Anak-anak di desa Batetangnga, kec. Binuang kab. Polman saat berburu ikan di sungai dengan menggunakan pamulu (Foto : Gunawan Apriatno)

pamulu dan kacamata renang alat yang digunakan untuk berburu ikan dan udang di sungai desa batetangnga

Pamulu dan kacamata renang sederhana, alat yang digunakan untuk berburu ikan dan udang di sungai desa Batetangnga (Foto : Gunawan Apriatno)

anak-anak desa batetangnga mencari ikan di sela-sela batu besar di sungai

Anak-anak desa Batetangnga, Kec. Binuang mencari ikan di sela-sela batu besar di sungai (Foto : Gunawan Apriatno)

menyelam diantara batu batu besar sungai untuk berburu ikan
Anak-anak desa Batetangnga Kec. Binuang, Polman saat menyelam diantara batu batu besar sungai untuk berburu ikan menggunakan Pamulu (Foto : Gunawan Apriatno)

anak-anak di desa batetangnga kec binuang saat berburu ikan di sungai dengan pamulu

Anak-anak di desa Batetangnga kec Binuang saat berburu ikan di sungai dengan pamulu (Foto : Gunawan Apriatno)

Pamulu" adalah alat menangkap ikan yang dibuat dengan bahan seadanya yaitu bambu yang berukuran kecil, almunium rangka payung, pulpen, dan karet ban yang sudah digunting. Pamulu hampir mirip dengan tulup atau sumpit, bedanya kalau tulup atau sumpit itu digunakan dengan cara ditiup kalau pamulu ditembakkan jadi ada tempat untuk melepaskan anak Pamulu yaitu alumunium rangka payung yang sudah dibuat bercabang. Anak-anak ini menyelam kedalam air menggunakan kacamata renang, lalu mencari ikan dan menembaknya menggunakan Pamulu. Jika mengenai ikan, maka ikan tersebut akan terjepit di ujung aluminium yang dibuat bercabang.


Penulis :

gunawan apriatnoGunawan Apriatno, lahir dan besar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat ini bermukim di kecamatan Wonomulyo. Penggemar tokoh musik Iwan Fals, dan menyukai dunia budaya, travelling serta wisata.

 

Kontak Saya :

Facebook : https://www.facebook.com/yoko.shi.9

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017