Online 5 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Mattammu Buah, Mensyukuri Masuknya Musim Buah Ala Orang-Orang Pattae

Mattammu Buah, Mensyukuri Masuknya Musim Buah Ala Orang-Orang Pattae Cetak
oleh Gunawan Apriatno   
Rabu, 18 November 2015 12:45 | Tampil : 1644 kali.

Matammu Buah (menyambut musim buah-buahan) acara adat yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam setahun oleh masyarakat batetangnga kab. polewali mandar.

Matammu Buah dalam prosesinya hanya untuk pelestarian budaya yang banyak mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dan menumbuhkan rasa syukur yang diberikan Tuhan lewat hasil alam-Nya dan prosesi adat matammu buah bukan kegiatan musyrik dan di dalam prosesi adat ini tidak ada ritual atau sesembahan yang diberikan semacam sesaji.

tradisi mattammu buah binuang

Prosesi awal acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

aneka makanan di tradisi mattamu buah pattae

Aneka makanan yang disajikan dalam acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

Pada tahun 2015 acara adat matammu buah lebih meriah tidak seperti di tahun tahun sebelumnya yang hanya di hadiri oleh masyarakat Batetangnga tapi di tahun ini secara resmi Lembaga Adat Tomalongan mengundang pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa bahkan mengundang organisasi kepemudaan untuk menghadiri prosesi adat Matammu Buah, acara matammu buah untuk tahun ini di konsep sangat menarik karena ada ragam rangkaian acara yang menonjolkan tradisi suku Pattae (suku asal yang menghuni desa Batetangnga)

Beberapa diantara tradisi Pattae yang dapat disaksikan adalah saat mengiringi rombongan tamu undangan ke lokasi acara adat dengan rebana khas pattae (alunan rebana berbeda dengan rebana di suku Mandar. Kemudian sebelum sampai di lokasi acara rombongan tamu undangan disuguhkan manyang mammis (tuak manis atau air dari pohon aren, bahan pembuat gula aren) untuk diminum dan sesampainya di lokasi acara kita kembali disuguhkan tradisi Mappadendang (tradisi pesta panen). Pada acara mattammu buah kita juga bisa menyaksikan ibu-ibu yang membuat lammang atau lemang (hidangan beras ketan yang dimasukkan dalam bambu lalu dibakar) uniknya lokasi acara adat matammu buah adalah di objek wisata uwai sitammu, salah satu objek wisata permandian air sungai yang menemukan dua arah aliran sungai yang bertemu, maka kemudian disebut uwai sitammu.

penyambutan pemerintah di tradisi mattammu buah pattae

Prosesi penyambutan pihak pemerintah dalam acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

gelas bambu acara tradisi mattammu buah

Tuak manis yang dituangkan kedalam gelas bambu pada acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

tradisi mappadendang suku pattae

kegiatan budaya Mappadendang khas suku Pattae di acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

mappadendang suku pattae

KDM Polman berfoto bersama dengan ibu-ibu yang melakukan Mappadendang acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

lesung dan alu mappadendang suku pattae

Alat yang digunakan untuk Mappadendang di acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

menikmati makanan di acara tradisi mattammu buah

KDM Polman menikmati makanan yang disajikan secara tradisional di acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

orang pattae membuat lemang di tradisi mattammu buah

Proses pembuatan lammang atau lemang di acara tradisi mattammu buah di desa Batetangnga kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

Setelah acara selesai, tokoh adat memimpin do'a sebagai bentuk rasa syukur akan masuknya musim buah kemudian seluruh masyarakat dan tamu undangan dipersilahkan untuk makan bersama dengan hidangan kuliner tradisonal seperti lammang, onde-onde, dan menggunakan daun sebagai alas makanan dan potongan bambu sebagai wadah gelas air minum. Nuansa tradisional sangat terasa seolah-olah kita kembali ke masa-masa dahulu bersama kearifan lokal orang-orang Pattae.

Desa Batetangnga, kecamatan Binuang kabupaten Polewali Mandar memiliki lima acara adat diantaranya yaitu Mattammu buah-buah, Maqbura kampung, Mangngonggo, Marrabana, dan Mappadendang.


Penulis :

gunawan apriatnoGunawan Apriatno, lahir dan besar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat ini bermukim di kecamatan Wonomulyo. Penggemar tokoh musik Iwan Fals, dan menyukai dunia budaya, travelling serta wisata.

 

Kontak Saya :

Facebook : https://www.facebook.com/yoko.shi.9


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017