Online 69 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Budaya Melestari Jejak Leluhur Mandar Lewat Nisan Pahatan Batu Gunung

Melestari Jejak Leluhur Mandar Lewat Nisan Pahatan Batu Gunung Cetak
oleh Ahmad Basir Alfaruq   
Jumat, 31 Maret 2017 21:18 | Tampil : 389 kali.

Batu nisan jenis pahatan ini merupakan batu nisan yang dipahat dari batuan kapur, di desa Samasundu, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di Samasundu masih ada beberapa warga yang bekerja sebagai pemahat batu (pattemaq batu). Batu nisan ini merupakan ciri khas pekuburan di suku Mandar yang entah di mulai dari tahun berapa, seiring dengan semakin majunya peradaban kini banyak yang meninggalkan dan tidak memakai lagi batu nisan yang di pahat (batu kuqbur temaq), ia digantikan dengan batu nisan dari semen.

Jejak batu nisan pahat mungkin masih bisa ditemukan hingga saat ini, kompleks Makam raja-raja Balanipa di kec. Tinambung mungkin dapat menjadi perbandingan, jenis-jenis nisan makam dalam kompleks makam ini dibuat dari pahatan batuan gunung yang dibuat dalam bentukan utuh, dipahat, namun karena berlatar keluarga kerajaan maka bentuk ukirannya lebih beragam. Orang-orang dahulu juga banyak menggunakan jenis nisan makan seperti ini, yang diangkat secara utuh (tidak dapat dipisahkan).

nisan makam pahatan batu suku mandar

Nisan makam dari pahatan batu gunung di desa Samasundu, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Ramli)

Saat ini jika dibandingkan dengan batu nisan berbahan semen maka tentulah lebih ekonomis. Kisaran harga batu temaq mahal, harganya berkisar dari 1,5 juta - 5 juta rupiah (tergantung ukuran). Proses pembuatannya juga terbilang cukup lama (2-4 bulan) ini karena prosesnya yang cukup panjang dengan pekerjaan manual sang pemahat batu mulai dari penggalian, pemotongan bongkahan batu, pembentukan, pengukiran, hingga finishing dan pemolesan. Jika dibandingkan lagi dari segi ketahanan batu nisan maka batu nisan pahatan ini akan lebih tahan lama serta lebih bercorak budaya tentunya.

Mesti harga dan pembuatannya tergolong lama, batu kuqbur ini perlu dilestarikan, walau harus terbentur dengan harga batu nisannya yang mahal.

Batu nisan pahatan yang dibuat di desa Samasundu sudah biasa dipesan dan dibawa hingga luar kecamatan di kabupaten Polman bahkan hingga keluar kabupaten. Pun jika kelak saya (penulis) dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa maka satu permintaan saya bahwa batu nisan jenis ini yang akan kelak saya gunakan


Penulis :

ahmad basir alfaruqAhmad Basir, Lahir dan besar di dusun Sumael, desa Samasundu, alumni Universitas Negeri Makassar, saat ini aktif sebagai pengajar (tenaga pendidik) di SMK Neg 1 Tinambung, juga sebagai kepala dusun di dusun Sumael, desa Samasundu, kec. Limboro, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Kontak Saya :

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017