Online 65 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Galeri Foto Potret Aktivitas Pagi, Nelayan Mandar Di Taman Kota Majene

Potret Aktivitas Pagi, Nelayan Mandar Di Taman Kota Majene Cetak
oleh Fahmira Ahmad   
Kamis, 03 April 2014 16:43 | Tampil : 1926 kali.

"eehh nak pimbue' mo'oo passambayang subuh melo' mi allo" dalam bahasa mandar (nak, bangun sholat subuh hari sudah mulai terang), nada mama mulai terdengar samar, suara yang tak lama terdengar semenjak ku mulai kerja disini (Mamuju), nada yang begitu kurindukan, jauh dari orang tua. ''iya mama, jawabku'' ,

Lalu ku bergegas mengambil air wudhu untuk melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Pagi ini aku tak punya rencana, dan di benakku hari ini harus balik ke Mamuju lagi, melanjutkan aktivitas seperti biasa, bertemu dengan meja mungil coklat dengan monitor, keyboard, telpon, etc. yang setiap hari menemani hari-hari ku.

Aku lihat adikku terbangun dari tidurnya,, dan aku pun bergegas membuka lemari, kuraih celana trening dan jaket warna putih, tak lupa kamera yang aku pinjam dari BOS ku, kamera yang setia ku bawa Canon powershot A610, langkahku begitu cepat menuju pintu rumah dan berjalan ke pinggir pantai yang tak jauh dari rumah.

''Nak, mau kemana?'' lagi2 nada itu, dari mama tersayang, ''mau kesana ma, lihat-lihat suasana, heehhehe'' jawabku tersenyum,

tiba dipinggir pantai tadi suara ombak yang begitu indah membawa ketenangan, suasana yang masih sepi, ku lihat pemandangan ke arah pelabuhan, dari tempat berdiri ku lihat keramaian disana, penasaran dengan keadaan disana, ku berlari menuju rumah, 'pa,, kunci motor mana'' ku tanya pada papa,, 'itu, mau kemana,, ?'' pertanyaan yang sama kudapat pagi itu, mau jalan2 liat2 suasana kota'' hehehe,,, jawabku penuh semangat,,

tanpa aba2 motor kustarter menuju ke pelabuhan,tapi ada sesuatu yang lebih menarik lagi, para ibu-ibu dan anak berdiri di taman kota,,''huaaa ini menarik momentnya, hunting HI (human interest). Di benakku hanya ingin memotret suasana pagi ini’’ sambil mencari tempat untuk memarkir motor hitam ini, tapi sebelum memarkir, aku bertanya pada diri ku sendiri, apa parkir disini bayar atau tidak soalnya aku tak membawa uang sepersen pun, selain kamera dan blackberry yang mirip dengan prajurit perang yang sudah penuh selotip dan lecet sana sini. Tanpa berpikir panjang lagi ku parkir motor ku, berdiri dan melihat suasana, tak lupa aku mengirim SMS ke teman2ku ‘’dimanaooo semua,, yott hunting di Tako (Taman Kota) tepatnya jalan Gatot subroto dekat Asrama tentara 721 Majene’’ namun, tak satupun yang membalas ah, mereka mungkin masih tidur.

Kamera mana kamera, aku bergumam sendiri, bingung ternyata ada di kantongku saking semangatnya pengen motret jadi lupa, kamera pun menyala, mulai setting kamera ke mode M(manual) dengan mengatur ISO paling tinggi dikamera itu ISO 400 white balance nya AWB ( Auto ) etc, dan mulai bertempur, mata harus jeli melihat moment, ku mulai sibuk dengan gaya ku sendiri dari jongkok berdiri tapi tak jungkir,, sibuk menekan tombol shutter, mencari angle yang tepat, motret dan motret helm masih dikepala, bagaikan dimedan perang.

Kulihat para ibu-ibu itu menunggu suaminya datang melaut dan tak lupa para anak anak mereka yang sedang menunggu seorang bapak, (kebetulan hari itu libur tanggal 31 Maret) jadi mereka (anak2) bisa ikut menunggu dan membantu, pagi itu sekitar jam 06.30, tak lama kapal satu persatu2 mulai berdatangan, wajah para ibu2 dan anaknya itu tersenyum dan bersyukur (terlihat jelas dari raut wajah mereka ) bahwa suaminya tiba dengan selamat, (dengan pengalaman yang sama itu sudah terjadi dikeluarga ku karena bapak juga seorang nelayan, jadi tidak heran kenapa aku sangat suka laut)

sesaat setelah perahu nelayan merapat di dermaga majene

sesaat setelah perahu nelayan merapat di dermaga majene (Foto : Fahmira Ahmad)

Tambah senang lagi, hasil tangkapan lumayan banyak dan besar, aku lihat ikan tuna kecil/Tongkol Belang/Tongkol Loreng (Skipjack Tuna) yang beratnya 1-5 kg, yang mempunyai banyak kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti kaya omega 3, sumber mineral dan vitamin, anak2 itu juga tak lupa dengan peran mereka membantu mengangkat hasil tangkapan bapaknya dan dibawa ke ibunya, ibu-ibu itupun, mulai menjual hasil tangkapan suaminya ( tanpa ke pelelangan ikan ) ‘’ jadi ingat bacaan dari salah satu buku karya Muhammad Ridwan Alimuddin ‘’ Mengapa Kita (belum) cinta laut ?’’

nelayan majene mengangkut ikan tuna

Nelayan mengangkut ikan ke daratan tepat di depan Taman Kota Majene (Foto : Fahmira Ahmad)

ibu dan anak saling membantu mengangkat ikan ke daratan


anak mandar membantu membawa ikan

Seorang anak yang membantu membawa ikan tuna berukuran sedang (Foto : Fahmira Ahmad)

seorang anak yang memanggul ikan hiu

Seorang anak yang memanggul seekor ikan hiu berukuran kecil
(Foto : Fahmira Ahmad)

membawa keranjang ikan di pelabuhan majene

Anak yang membawa keranjang penuh ikan segar  (Foto : Fahmira Ahmad)

mengangkat ikan tuna pelabuhan majene

Anak yang membantu mengangkat dua ekor ikan tuna segar di pelabuhan Majene (Foto : Fahmira Ahmad)

ibu yang sedang menjual ikan di depan taman kota majene

Seorang ibu yang menjual ikan di depan taman kota Majene
(Foto : Fahmira Ahmad)

jual beli ikan tuna segar di depan taman kota majene
Ikan tuna segar  yang langsung dijual di depan taman kota Majene
(Foto : Fahmira Ahmad)

Para pembeli pun mulai berdatangan dan pengecer (yang menjual kembali di pasar) tawar menawar pun terjadi, tidak sempat bertanya kisaran harga ikan-ikan ke para ibu tadi karena takut menggangu, hp ku juga berbunyi dan kulihat panggilan masuk my mom, tanda harus balik kerumah untuk bantu mama menyiapkan jualannya, setiap pagi mama memang menjual nasi kuning, alangkah senangnya dapat moment di pagi itu, karena aku sudah lama tak memotret lagi.

Dari sini aku mendapat pelajaran berharga lagi, para nelayan sebenarnya berjuang hidup dengan keras demi menafkahi keluarganya, ini sepenggal cerita dari apa yang ku lihat, kualami, dan kurasakan.


Penulis :

fahmira ahmadFahmira Ahmad, lahir dan dibesarkan di lingkungan pesisir pantai kab. Majene dan saat ini tinggal di kota Mamuju, Sulawesi Barat. Penggiat fotografi, pencinta laut, dan penggila travelling. 

Kontak Saya

facebook :  https://www.facebook.com/czladyroot

 

 

Comments 

 
#1 2014-04-06 14:50
mantaps gan,,,,
Quote
 
 
#2 2015-01-18 14:46
Woww...sungguh luar biasa kekakayaan laut di majene. mungkin sekiranya bisa memberikan info pada kami utk berkunjung ke majene, kebutulan kami pencinta bahari dari makassar,yg senang akan traveling/adventue , fishing trip.bisa hub : 082336197073 ( meidi )
terima kasih.
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017