Online 64 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Galeri Video Menyaksikan Video Sayang Sayang dan Kecapi Mandar Tiga Puluh Tahun Lalu

Menyaksikan Video Sayang Sayang dan Kecapi Mandar Tiga Puluh Tahun Lalu Cetak
oleh Administrator   
Rabu, 30 Oktober 2013 09:19 | Tampil : 2441 kali.

Menarik menyaksikan video mix sayang-sayang dan kecapi Mandar ini. Termasuk video yang sangat lawas, dari data yang tertera di deskripsi Youtube dibuat tahun 1983, artinya sudah sekitar 30 tahun yang lalu. Tahun itu adalah masa dimana stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) masih berjaya sebagai satu-satunya stasiun televisi yang menyediakan hiburan bagi masyarakat.

Dari blog pribadinya “Syafiyullah Pilman” menyebutkan siapa-siapa saja yang ada dalam video ini :

Disini dia pajang penampilan lawasnya di TVRI 1983, bersama Mandar Vocal Group bermain gitar. Yang menyanyi senator Mandar saat ini Iskandar Muda Lopa. Nimbrung juga Ali Masdar, Bupati Polman sekarang Ada Nani Arif Jamaluddin, Susie Suyud, Erna Nawir, Else Datu lolo, Surya Darwis, Melanie Samsi”

video sayang sayang kecapi mandar

Mandar Vocal Group TVRI 1983 Pimpinan Syafiyullah

Anda dapat melihat videonya dengan mengklik link dibawah ini :


URL Video = Youtu.be/_xi7f6J_meA

Download Video via SaveFrom.net

Ternyata “Iskandar Muda Baharuddin Lopa” seorang putra dari tokoh terkenal Mandar, ahli hukum yang pernah menjadi jaksa agung Indonesia “Prof. Dr. Baharuddin Lopa SH” pandai melantunkan lagu sayang-sayang. Saat ini Iskandar menjadi Anggota DPD 2009-2014 dari Provinsi Sulawesi Barat.

Sementara seorang “Ali Baal Masdar” yang menjabat sebagai Bupati Polewali Mandar juga ada dalam video ini. Tampaknya Ali Baal memang punya perhatian lebih untuk soal budaya, karena itu tidak jarang kemudian dalam masa pemerintahan putra “Masdar Pasmar” ini kabupaten Polewali Mandar banyak mendukung kegiatan-kegiatan budaya Mandar. Pawai Budaya Nusantara dua tahun berturut-turut selalu membuat kontingen Sulawesi Barat menjadi yang terbaik di Istana Negara Jakarta, dan prestasi itu semua dilaksanakan dibawah pemerintahan seorang Ali Baal. Begitupula saat even Sandeq Race 2013 yang lalu, hanya kabupaten Polewali Mandar yang menyambut even Sandeq Race di Pantai Bahari dengan meriah dan dirangkai dengan pembentangan sarung sutera Mandar terpanjang dan mencatat rekor MURI, sementara kabupaten lain dalam provinsi Sulawesi Barat biasa-biasa saja dalam menyambut Sandeq Race.

Setidaknya ada dua orang yang menyanyikan lagu dalam video ini, entah suara Iskandar Muda Baharuddin Lopa yang mana namun yang jelas suara keduanya cukup baik, tidak sumbang, dan sesuai dengan harmoni iringan musiknya. Belum lagi ada pengulangan suara beberapa wanita dalam kelompok ini, khas pertunjukan musik zaman dahulu di TVRI, hingga membuatnya mejadi lebih mirip musik paduan suara.

Dari video ini juga dapat dilihat bahwa pada masa itu (tahun 1983) tampaknya TVRI memberi porsi yang lebih untuk seni daerah dan biasa disajikan dalam pertunjukan kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Masa saat stasiun televisi swasta masih minim, bahkan belum ada. Dapat dikatakan masa ini budaya daerah berjaya di negerinya sendiri. Berbeda saat ini dimana semenjak era pemerintahan “Soeharto” turun dan masa reformasi masuk, maka budaya luar juga perlahan merangsek, membuat pertunjukan budaya daerah saat ini bergeser ke stasiun televisi lokal.

Lalu bagaimana kabar sayang-sayang dan kecapi Mandar hari ini? Sayang-sayang mungkin lebih baik nasibnya dibandingkan dengan kecapi, jenis musik ini masih bisa kita temui karena instrumennya yang cukup mudah ditemukan, hanya bermodalkan gitar dan orang yang dapat memainkannya maka kita sudah dapat mendengarkannya, sementara kecapi butuh instrumen khusus. Pun untuk sayang-sayang Mandar sudah sangat sedikit yang bisa memainkannya, ada banyak faktor yang kemungkinan berpengaruh, untuk pemain sayang-sayang jenis petikan yang berbeda membutuhkan “stem” gitar yang berbeda. Setidaknya terdapat kurang lebih lima sampai sepuluh jenis petikan dan ini butuh latihan khusus. Pandai bermain gitar belum tentu mampu memainkan jenis musik sayang-sayang Mandar, ada jenis stem yang berbeda. Belum lagi jika ingin melantunkan lagu-lagu yang butuh penguasaan bahasa Mandar yang cukup kaya, kurang lebih sama dengan pengucapan “Kalindaqdaq Mandar” yang juga butuh kosakata dan inspirasi spontan, dimana syair dibuat pada waktu itu juga, bukan sesuatu yang dihafalkan atau dirangkai konsep sebelum pertunjukan.

Lalu untuk kecapi Mandar, nyaris tak ada kabar menggembirakan soal pelestariannya, ia semakin sulit untuk kita temui, pertunjukan kecapi cukup langka dewasa ini. Nama-nama pemain kecapi Mandar seperti Marayama hari ini juga sudah berusia tua dan nama-nama baru untuk pemain kecapi Mandar berikutnya belum juga terdengar, ancaman nyata kemusnahan pelestarian seni kecapi.

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018