Online 15 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Galeri Video Menyaksikan Tradisi Mengangkat Rumah “Maakkeq Boyang” Di Daerah Mandar

Menyaksikan Tradisi Mengangkat Rumah “Maakkeq Boyang” Di Daerah Mandar Cetak
oleh Administrator   
Kamis, 31 Oktober 2013 13:07 | Tampil : 1845 kali.

Tradisi memindahkan rumah atau dalam bahasa lokalnya disebut "maakkeq boyang" salah satu kebiasaan masyarakat Mandar yang sudah jarang terlihat. Ini adalah momen ketika sebuah rumah dipindahkan posisinya dari tempat satu ke tempat yang lainnya dengan diangkat beberapa meter dari permukaan tanah lalu ditempatkan pada posisi yang baru.

tradisi mengangkat rumah maakeq boyang mandar

Tradisi mengangkat rumah "maakeq boyang" di daerah Mandar

Lihat videonya dengan mengklik link "play video" dibawah ini  (Video : Muhammad Adnan Syaifullah)


URL Video = Youtu.be/qJNnom9GAKk

Download Video via SaveFrom.net &feature=youtu.be

Dapat dibayangkan entah berapa ton berat yang harus dipikul untuk memindahkan rumah panggung yang berukuran cukup besar ini, namun pada apa yang ditangkap mata adalah benda sebesar ini bergeser juga dan berpindah ke tempat yang dikehendaki. Potret memindahkan rumah di daerah Mandar dilakukan secara gotong royong bersama-sama dan dalam waktu yang serempak. Biasanya jenis rumah yang diangkat adalah rumah panggung, dengan terlebih dahulu memindahkan isinya  dengan tujuan agar beban yang ditanggung saat rumah dipindahkan dapat sedikit berkurang. Saat hanya tertinggal bagian rangkanya saja, lalu kemudian rumah tersebut diangkat secara bersama-sama


Tradisi ini merupakan warisan budaya yang ditinggalkan oleh leluhur di tanah Mandar, jejak zaman dahulu dimana rumah panggung adalah dominasi arsitektur dahulu, potret kebersamaan dalam melihat beban yang berat dan kemudian ringan ketika ia dipikul bersama-sama. Ini tumbuh subur di lingkungan petani dan nelayan. Kedua lingkungan ini adalah yang paling bersentuhan dengan tradisi dimana dari komunitas ini budaya Mandar yang kental masih dapat terlihat jelas

Dilakukan pada hari Jumat

Tradisi mengangkat rumah ini biasa dilakukan pada hari Jumat, tepatnya setelah kaum pria di Mandar  menunaikan ibadah shalat Jumat. Bagi kaum nelayan, hari Jumat juga biasanya merupakan hari libur melaut, jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah pria adalah maksimal di daerah itu.

Ditemani kuliner uleq-uleq bue dan cendol

Puluhan bahkan ratusan warga akan membantu kegiatan “maakeq boyang“ ini, tanpa kemudian meminta imbalan atau bayaran berupa uang. Hanya saja budaya atau kebiasaan yang telah berlaku di daerah Mandar adalah si empunya rumah yang rumahnya diangkat menyediakan jamuan bubur kacang hijau, biasa disebut “uleq-uleq bue” satu kuliner khas yang selalu dihubungkan dengan dunia “rumah” di etnis Mandar. Jika menyinggung soal rumah, mendirikan rumah, dan memindahkan rumah maka “uleq-uleq bue” selalu wajib ada. Cendol juga adalah kuliner yang selalu ada menemani bubur kacang hijau sebagai pelengkap. Tentu saja minuman kopi, teh dan penganan ringan sering menemani kuliner lainnya yang disajikan.

Tradisi “maakeq boyang” hari ini

Lalu bagaimana tradisi “maakeq boyang” dewasa ini? perlahan seiring dengan masuknya peradaban baru, budaya baru, dan alasan kemudahan, maka sebagian besar masyarakat Mandar saat ini membangun rumah yang terbuat dari semen dan batu bata, bukan lagi rumah panggung yang dapat dipindahkan. Alasan lebih baik, lebih mudah pembuatannya, serta daya kekuatannya yang tahan lama menjadikannya dasar mengapa rumah jenis ini semakin banyak dan mulai menggeser keberadaan rumah panggung. Dari gambaran tersebut dapat terlihat secara jelas bahwa seiring waktu tradisi ini akan semakin sulit untuk kita temukan lagi di wilayah Mandar. Sejalan dengan makin berkurangnya rumah panggung yang dibangun. Lalu jika kemudian tak ada rumah panggung atau sedikit jenis rumah ini yang dibangun maka akan semkin sedikit pula kemungkinan aktivitas memindahkan rumah “maakeq boyang” dilakukan. Karena tidak mungkin juga jika kita memindahkan jenis “rumah batu” , yang mungkin dipindahkan hanyalah “rumah kayu” atau “rumah panggung”. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa dua komunitas “petani” dan “nelayan” adalah dua kelompok masyarakat dominan yang masih lebih banyak menggunakan “rumah panggung” karena itu tradisi ini kemungkinan besar akan tetap terjaga di dua kelompok masyarakat ini.

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018