Online 85 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Galeri Video Video Pamaccaq Cilik Mandar, Merekam Eksistensi Regenerasi Seni Bela Diri Suku Mandar

Video Pamaccaq Cilik Mandar, Merekam Eksistensi Regenerasi Seni Bela Diri Suku Mandar Cetak
oleh Administrator   
Kamis, 31 Oktober 2013 22:06 | Tampil : 1715 kali.

Pamaccaq Mandar, seni bela diri yang dibingkai dalam bentuk hiburan pertunjukan yang diringi tabuhan gendang, adalah salah satu dari seni gerak olah tubuh yang menggabungkan aspek-aspek bela diri dan hiburan. Pertunjukan pamaccaq dewasa ini biasa dipentaskan setelah hajatan sebagai elemen hiburan bagi masyarakat sekitarnya. Ini adalah seni dimana kedua orang (pada umumnya pria) beradu beberapa gerakan jurus namun tidak dalam keadaan yang kasar, tetapi lebih menonjolkan nilai seni dan mengangkat sisi hiburannya. Jika kita lihat gerakan jurus yang digunakan maka dapat diidentikkan dengan tarian, atau lebih mirip dengan tari, karena itu ada beberapa tarian kreasi yang kadang mengambil “pamaccaq” sebagai tema tarinya.

Ketika anda menonton pertunjukan “pamaccaq” maka anda akan melihat kostum yang digunakan berupa “kopiah hitam”, pakaian atas dan bawahan berwarna hitam (tidak wajib), dengan sarung menutupi bagian pinggang hingga paha. Ini adalah kostum khas bagi para pemain pertunjukan pamaccaq. Pamaccaq bisa dikatakan sebagai seni bela diri silat Mandar yang dominan menunjukkan unsur hiburan, sehingga jika anda menginginkan menonon aspek kekerasan, maka anda tidak akan dapat menemukannya dalam pamaccaq. Aspek hiburan ini yang kemudian membuatnya menarik.

video pamaccaq cilik mandar

Video Pamaccaq Cilik Mandar (Video : Yusran Djafar)

Sama seperti pertunjukan budaya Mandar lainnya yang terus mengalami degradasi dewasa ini, maka pamaccaq juga menjadi “korban” serangan budaya luar. Orang-orang Mandar dewasa ini mungkin lebih mengenal seni bela diri luar seperti karate, judo, taekwondo, wushu, atau seni bela diri lainnya tetapi pamaccaq sendiri sebagai hasil asimilasi budaya Mandar justru tidak terkenal, terpinggirkan dan jarang dipertunjukkan. Dahulu kala pada era tahun 1990-an pertunjukan pamaccaq sering ditemukan, dipentaskan di daerah kabupaten Majene, ilustrasinya adalah “mareteq I tia dioloq mai pamaccaq” yang artinya pertunjukan pamaccaq dahulu kala sangat sering kita temui, namun untuk saat ini, sudah sangat jarang.

Ada kata yang akan sering anda dengarkan ketika menonton pertunjukan pamaccaq Mandar, kata itu adalah “jagae….” ini adalah kata yang sering digunakan oleh pemain pamaccaq yang hendak menyerang lawan mainnya, kata penanda yang kurang lebih artinya “bersiap siagalah, aku akan menyerang” beberapa detik atau menit setelah kata ini diucapkan maka salah satu pemain akan melancarkan serangan yang akan disertai teriakan-teriakan kecil, mencoba untuk mengenai lawan, namun tidak untuk melukai atau menjatuhkan.

Menonton seni pertunjukan bela diri silat Mandar ini maka anda akan menemui sekumpulan orang-orang berusia tua, kemungkinan hanya mereka yang tersisa dan tahu mengenai gerakan bela diri ini. Namun dalam video dibawah ini dapat kita saksikan pamaccaq cilik Mandar yang bertarung dengan seorang yang berusia tua (kemungkinan telah mempunyai cucu), merupakan satu refleksi adanya titik cerah regenerasi budaya Mandar yang akan diturunkan kepada pewaris selanjutnya.

Lihat videonya dengan mengklik “play video” dibawah ini :


URL Video = Youtu.be/8Yg4VCaesNQ

Download Video via SaveFrom.net &feature=youtu.be

Video Pamaccaq Cilik Mandar (Video : Yusran Djafar)

Dari gerakan-gerakan yang ditunjukkan oleh pamaccaq cilik Mandar ini, sepertinya ia masih dalam tahap “training” atau belajar dari sang kakek, potret pembelajaran lintas generasi soal budaya Mandar memang adalah sesuatu yang mutlak dan absolut. Kaum tua memiliki ilmu yang cukup kaya, kental dengan budaya, sementara kaum muda adalah generasi yang membutuhkan proses belajar, melihat, mengenali, memahami, hingga kemudian berusaha untuk melestarikan dan menjaga budaya daerah yang masih relevan untuk diikuti.

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018