Online 33 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Karya Jangan Sebut Aku Mandar

Jangan Sebut Aku Mandar Cetak
oleh Irwan Syamsir   
Jumat, 07 November 2014 01:37 | Tampil : 1151 kali.

Jangan sebut aku Mandar
Jika rumah panggung yang tua itu
Tak lagi mengingatkanku pada masa kecilku

Jangan sebut aku Mandar
Jika petik sayang-sayang dan jua kecapi
tak mengalun lagi dalam telingaku

Jangan sebut aku Mandar
Jika rampak rebana dan kalindaqdaq
Tak lagi kurindukan dari jauh

Jangan sebut aku Mandar
Jika jepa dan gogos
Tak lagi diterima oleh lidahku

Jangan sebut aku Mandar
Jika saqbe tak lagi membalut
Dalam tubuhku

Jangan sebut aku Mandar
Jika sandeq tak lagi berlabuh
Dalam lautan batinku

Jangan sebut aku Mandar
Jika siriq yang diajarkan leluhurku
Tak lagi terjaga dalam prinsipku

Jangan sebut aku Mandar

Jika Mandar sendiri pun
Tak lagi aku tahu.

Samarinda, 6 November 2014
ilustrasi puisi jangan sebut aku mandar

 


 

Penulis :

irwan syamsirIrwan Syamsir, Lahir di Pambusuang 12 Agustus 1995. Mulai berkecimpung dalam dunia literasi sejak duduk di bangku Mts. Menyelesaikan pendidikan formal putih abu di Madrasah Aliyah Negeri Majene. Semangat berkarya dalam dunia kesenian mulai tumbuh sejak bergabung di komunitas Beruq-beruq orchestra Tinambung, Khusunya pada alat musik biola. Melalui proses selama beberapa bulan, kemudian bergabung di komunitas Uwake’ Culture Foundation, untuk mengembangkan semangat berkeseniannya dalam dunia musik dan juga sastra. Penulis naskah dan sutradara pada pementasan “Cinnau di Tappaq Gayang” ini, kerap kali membacakan puisi-puisinya pada acara-acara kesenian. Aktif dalam bebagai kegiatan kebudayaan Mandar dan turut mendokumentasikannya ke dalam media sosial. Saat ini tengah melanjutkan studi di Universitas Mulawarman, Samarinda, Jurusan Sastra Indonesia. Karya-karyanya yang telah lahir adalah beberapa naskah teater : Cinnau di Tappaq Gayang, Salendammu, Sekelumit Rindu, dan Bu’alipas. Selain itu dalam tahap penyusunan buku Antologi Puisi dan Cerpen dengan judul “Senja di matamu yang rabun”.

Kontak Saya

facebook :  https://www.facebook.com/irwan.syamsir.7

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018