Online 35 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Karya Menembus Hujan Bersama, Menuju Parangloe (Part 1)

Menembus Hujan Bersama, Menuju Parangloe (Part 1) Cetak
oleh Muhammad Putra Ardiansyah   
Senin, 09 Februari 2015 22:08 | Tampil : 1151 kali.

Aroma sayur “teko sattai” begitu menggelitik hidung mungilku, serasa ingin bangun tapi mata tetap terpejam menikmati mimpi yang belum juga selesai di siang ini.
“satindo-tindomu tendi, ressu’mi doq ayu e, pimbueq moq o anu..!” Sontak saja aku kaget mendengar suara kasar khas dengan logat Lampoko itu“ah.. kamu itu, taro’mi dulu disitu, nantipi datang kak Tom sama kak Hasbi baru makanki’ semua” Kataku sambil menggerutu pada Momo yg lagi jongkok di depan kompor.

Siang ini memang kami sengaja masak untuk makan bersama sebelum Trip ke Parangloe, salah satu wisata air terjun yang ada di Kab. Gowa. Tak lama kami bercengkrama sambil memulihkan rasa kantukku, datanglah Kak Hasbi yang dari tadi kami tunggu, hanya saja dia langsung kekamar sebelah, kamar Kak Madi yang setahuku mereka teman lama dari kampung yang sama, Sabang Subik Pambusuang. Belum 5 menit mereka bercerita, asap rokok sudah memenuhi ruangan kamar seluas 3x6 itu. Yah mereka asik bercerita tentang Maulid di Pambusuang yang lagi booming akhir-akhir ini.

“betulan itu Kanda, kalo maulid di Pambusuang bebaski naik dirumahnya orang kalo napanggilki’.? ” Tanyaku pada Pemuda hitam berambut keriting itu.
“aihh musanga di, rapang leqbaq tia pallappasang muaq mammaulid I seq iya di pambusuang, lewaq pai tia…” jawabnya seakan membanggakan kampung halamannya itu. Bahkan Kak Madi bercerita bahwa Jum’at yang lalu dia mendengar Khotbah di Masjid samping kantor tempat ia bekerja di jln. Ratulangi yg menceritakan tetang Luar biasanya orang-orang pambusuang merayakan hari Maulid secara besar-besaran. “tarrus sumerreq bulu-bulu u maq irrangngi o, bangga sannaq a usaqding” katanya sambil memelototkan matanya.

menembus hujan bersama menuju parangloe

*******
Setelah makan siang bersama, kami segera meluncur ke Hertasning, didepan Indomaret tempat Kak Tom menunggu kami. Langit begitu mendung, awan hitam terlihat seperti beradu di atas langit Hertasning. Jarum speedometer motor Revo tuaku standbay di angka 80, berlari menembus rintikan hujan yang mulai turun dalam bentuk gerimis. #Bersambung


Penulis :

muhammad putra ardiansyahMuhammad Putra Ardiansyah, saat ini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, hobi travelling, fotografi, dan dunia bisnis. Alumni SMK Neg 1 Polewali yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Kontak Saya :

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018