Online 43 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Kompa Dansa Mandar Wil. Makassar Tersihir Pesona Air Terjun Parang Loe Kab. Gowa Sulsel

Kompa Dansa Mandar Wil. Makassar Tersihir Pesona Air Terjun Parang Loe Kab. Gowa Sulsel Cetak
oleh Dian Febriani   
Kamis, 19 September 2013 17:06 | Tampil : 2025 kali.

Keindahan air terjun Parang Loe patut diacungi jempol. Saat itu (15/9), para penggiat komunitas budaya dan wisata mandar (Kompa Dansa Mandar) berkesempatan mencicipi pesona alamnya. Untuk menuju ke permandian ini, bisa ditempuh dengan kendaraan beroda dua, seperti motor, pun dengan menggunakan angkot, pete-pete, karena Parang loe terletak di Kab. Gowa, di jalur menuju Malino. Tepat di belakang kantor kehutanan Manggala. Jalur menuju lokasi cukup menguras tenaga karena tekstur tanahnya sedikit menanjak dan berbatu, sekitar 2 meter.

jalur menuju air terjun parang loe

Jalur menuju air terjun Parang Loe tepat di belakang kantor dinas penanggulangan kebakaran hutan kab. Gowa (Foto : Dian Febriani)

Sensasi menapaki jalan lurus berkelok sedikit tersebut semakin menantang karena disepanjang jalurnya, anda disajikan ragam pepohonan tinggi seperti pohon kapuk, pohon cemara dan pohon tinggi lainnya. Lebar jalan ini hanya sekitar 1 meter lebih, jadi ketika anda menyusurinya serasa berada dalam adegan sebuah novel atau film horror lainnya. Ya’ Parang Loe memang bisa dijadikan pilihan tepat untuk setting sebuah film horror.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, anda akan menjumpai sebuah papan orange bertuliskan warning buat para visitor, terlebih bagi pengunjung baru. Kalau boleh saran, alangkah lebih baiknya jika anda membaca warningan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan anda. Setidaknya anda mengetahui apa yang harus diperhatikan terkait masalah safety. Bukan mau menakuti atau membayang-bayangi perjalanan anda, namun dari cerita warga setempat sering terjadi keanehan yang mengakibatkan kematian. Buktinya, anda akan menemukan prasasti salah seorang yang bernama Andi Nur Jihad, tak jauh dari papan warning tersebut.

monumen-air-terjun-parangloe

Salah satu monumen korban air terjun Parang Loe (Foto : Dian Febriani)

Keanehan yang dimaksud seperti bencana air bah yang muncul tiba-tiba dan peristiwa tenggelamnya beberapa pengunjung. Ini sih berdasarkan kisah yang diceritakan warga. Percaya nggak percaya, tetap harus jaga diri aja. Kalau boleh saran lagi, jangan bawa anak di bawah umur.

Perjalanan mulai terjal ketika anda sudah melewati papan oranye tersebut, agak licin jadi berhati-hatilah. Namun, terlepas dari terjalnya trek yang musti dilalui dan cerita misteri yang meminta korban, toh’ itu akan terbayarkan sudah jika anda sampai ke titik tujuan. Welcome to the Waterfall of Parang Loe. Anda akan menyaksikan susunan batu terjal berlantai tiga dengan aliran air tumpah ruah pada satu titik, kemudian mengalir hingga titik dan anak tangga selanjutnya. Masing-masing tingkatan tebing ukurannya berbeda, namun trek untuk melaluinya tidak cukup sulit tapi terlihat sedikit mengerikan.

pesona air terjun parang loe
Pesona Air Terjun Parang Loe (Foto : Dian Febriani)

Dari sekian tingkatan, pemandangan yang paling menarik ada pada tingkatan ke dua. Di sana anda disuguhkan pemandangan menarik layaknya di korea. Terdapat taman kecil dengan aliran air yang lembut, di tengahnya berdiri sebuah pohon kokoh yang di mana anda bisa berteduh dari terik matahari. Oiya, lupa memberitahukan, jika bebatuan yang ada di air terjun parang loe sangat menyerap panas, jadi yang tidak tahan panas silahkan menggunakan alas kaki. Namun, ini akan jauh lebih bahaya jika anda tergelincir, mengingat bebatuannya cukup licin dan disekitarnya terdapat beberapa titik dalam.

view tingkat dua air terjun parang loe

View tingkat dua air terjun Parang Loe (Foto : Dian Febriani)

Untuk menghindari licin dan telapak kaki merah akibat serangan panas, celupkan kaki anda ke air dan fresh dinginnya akan menepis panasnya terik matahari. Setidaknya ini membantu anda untuk tidak loncat-locatan di atas bebatuan akibat panas mencekik. Nah, buat kaum hawa, jangan berkunjung ke tempat ini dengan menggunkan rok, sebaiknya menggunakan celana saja. Medannya kurang mendukung dan anda tentunya akan ketinggalan menapaki tiap jengkal tebing air terjun Parang Loe. Maklum ada adegan panjat-memanjat yang harus anda lakukan.

kompa dansa mandar makassar air terjun parang loe

Kompa Dansa Mandar Wil, Makassar saat menjejaki air terjun Parang Loe (Foto : Dian Febriani)

Satu hal yang musti diperhatikan, jangan lupa bawa bekal karena di sekitar lokasi tidak tersedia warung atau apapun itu. Karena Parang loe sendiri masih jarang dijamah, belum terkontaminasi oleh aspek luar. Jadi kenaturalannya masih terjaga baik. Ini bisa dilihat dengan adanya kupu-kupu berterbangan menghiasi air terjun tersebut.


Penulis :

dian febrianiDian Febriani, hobi travelling, menulis, dan membaca buku. Sangat mengidolakan dunia yang berhubungan dengan Jepang. Saat ini sedang bermukim di Makassar, menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM) jurusan pendidikan Bahasa Inggris, aktif di organisasi kampus Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi UNM

Kontak Saya :
facebook : https://www.facebook.com/yuuka.shimizudhani

 

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018