Online 53 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Samalona, Pulau Tropis nan Eksotis di Selat Makassar

Samalona, Pulau Tropis nan Eksotis di Selat Makassar Cetak
oleh Taufik Akbar   
Sabtu, 12 April 2014 06:22 | Tampil : 1199 kali.

Pagi itu cuaca Makassar sangat cerah. Deretan awan memutih menghiasi birunya langit kota. Tak terlihat awan mendung yang beberapa hari sebelumnya justru lebih akrab dengan langit kota daeng ini. Karena hari libur, jalanan pun tampak lebih lengang di beberapa ruas jalan di ibukota Sulawesi Selatan ini. Bertepatan dengan itu, Minggu (6/4), para anggota Komunitas Penggiat Budaya dan Sejarah (Kompa Dansa) Mandar wilayah Makassar bertemu di depan Benteng  Rotterdam di jalan Penghibur, Makassar.

Meskipun bertemu di depan benteng tersebut, trip kami kali ini sebenarnya akan menuju ke sebuah pulau bernama Samalona. Pemilihan Benteng Rotterdam sebagai tempat pertemuan dikarenakan lokasinya yang hanya berseberangan jalan dengan lokasi pemberangkatan kapal-kapal yang ingin menuju ke pulau tersebut. Untuk menuju ke Samalona, tarif transportasi (pergi-pulang) untuk satu kapal yaitu sebesar Rp 350.000. Cukup terjangkau untuk rombongan kami yang terdiri dari sepuluh orang.

Sekitar pukul 11.30 WITA, satu per satu anggota Kompa Dansa Mandar wilayah Makassar menjejakkan kaki di kapal yang akan kami tumpangi. Kapal pun sempat dibuat oleng kami. Rasa penasaran akan keindahan Samalona membuat kami tak sabar untuk segera naik. Setelah kami bersepuluh naik, tali tambat kapal dilepaskan, mesin dihidupkan dan baling-baling kapal pun mulai menderu dengan perlahan.

perahu menuju pulau samalona

Angkutan perahu yang digunakan menuju Pulau Samalona (Foto : Bayu)

Sesaat kemudian kapal pun telah melaju dengan kecepatan penuh, entah berapa knot kecepatannya. Dengan kecepatan rotasinya, baling-baling kapal menciptakan jejak garis arus berwarna putih yang membelah selat Makassar. Kapal pun dengan lincahnya menerjang ombak di lautan biru. Di sepanjang perjalanan, kami disuguhi oleh pemandangan beberapa pulau-pulau kecil berpasir putih. Kami pun sempat mengabadikan momen di kapal tersebut melalui kamera. Jelas saja spanduk Kompa Dansa Mandar wilayah Makassar menjadi saksi bisu aksi kami tersebut.

trip kompa dansa mandar pulau samalona

Membentangkan spanduk Kompa Dansa Mandar Wilayah Makassar di pesisir pantai Pulau Samalona (Foto : Bayu)

Akhirnya, sekitar setengah jam kemudian kapal kami pun merapat di pantai Samalona. Lembutnya pasir putih menyambut jejak pertama kami di Samalona. Akhirnya, tercapai tujuan trip kami ke pulau yang cantik ini. Keindahan pulau ini mempesona setiap insan yang pernah mengunjunginya, termasuk kami anggota Kompa Dansa Mandar. Mata kami mengamati sudut-sudut pulau yang selalu saja bisa menawarkan keindahan. Dan tentu saja aksi mengabadikan momen kembali dilakukan. Spanduk Kompa Dansa Mandar wilayah Makassar pun kembali dibentangkan. Istimewanya, kali ini bukan di pulau Sulawesi, melainkan di pulau berawalan “S” lainnya, Samalona.

Bercerita tentang kondisi Samalona secara umum, selain berpasir putih, Samalona ditumbuhi oleh pepohonan. Hal itu membuat kondisi pulau cukup rindang dan sejuk untuk ditempati pengunjung bercengkerama. Selain itu, Samalona sendiri termasuk pulau yang berukuran kecil. Bisa dibayangkan, jika kita berdiri di sekitar tengah pulau maka akan terlihat sisi-sisi pantai yang berbeda jika tak terhalangi oleh pepohonan dan rumah penduduk.

Dari segi fasilitas, untuk tempat beristirahat, Samalona dilengkapi dengan fasilitas barung-barung, petak-petak kamar dan villa. Bagi yang tidak membawa bekal makanan dari Makassar, jangan khawatir. Di Samalona banyak warung-warung yang menjajakan makanan. Dan untuk fasilitas umum lainnya, terdapat pula musholla, kamar mandi, dan sumur sebagai sumber air. Meskipun ternyata airnya sedikit asin dan berbayar untuk penggunaan kamar mandi. Dari segi pengunjung, tak hanya wisatawan domestik yang menikmati pulau ini, namun juga para wisatawan mancanegara seperti Rusia, Belanda dan Tiongkok (China). Jadi, Samalona sudah menjadi magnet tersendiri bahkan bagi mereka yang datang dari luar Indonesia.

Setelah beberapa saat mengelilingi pulau, kami pun menyewa sebuah barung-barung untuk beristirahat alias duduk-duduk sambil menikmati bekal makanan yang kami bawa dari Makassar. Untuk menghemat biaya, dapat dilakukan dengan membawa bekal makanan dari Makassar. Sedangkan sewa barung-barung di Samalona sendiri yaitu Rp50.000 per buah dengan ukuran yang cukup untuk menampung kami bersepuluh ditambah barang bawaan seperti tas.

Di bawah rindangnya pohon kami bercengkerama sambil menikmati pemandangan hamparan pasir putih dan laut selat Makassar berlatang belakang gedung-gedung kota Makassar dan beratapkan langit biru berhiaskan awan putih. Ya, gedung-gedung khususnya yang berukuran tinggi misalnya hotel, kampus dan perusahaan di kota Makassar masih dapat terlihat dari Samalona. Ditambah pula angin sepoi-sepoi terus berhembus menyejukkan suasana.

peserta trip pulau samalona kompa dansa mandar makassar

Member Kompa Dansa Mandar Wil. Makassar saat menikmati berenang di pantai Pulau Samalona (Foto : Bayu)

Setelah mencicipi makanan yang kami bawa, air laut yang cukup jernih akhirnya menggoda kami untuk segera menceburkan diri ke dalamnya. Sensasi mandi laut dengan pemandangan ala pulau Samalona yang indah membuat kami dan wisatawan lainnya betah berlama-lama di dalamnya. Bagi yang tertarik, terdapat penyewaan snorkel, kaki katak, dan pelampung di Samalona. Tarifnya Rp50.000 untuk menyewa ketiganya sekaligus atau Rp20.000 untuk salah satunya. Beberapa wisatawan mancanegara yang juga berenang bersama kami pun sempat diajak berfoto.

kompa dansa mandar di pulau samalona

Salah seorang member Kompa Dansa Mandar menikmati  renang di jernihnya air di Pulau Samalona (Foto : Bayu)

Ada banyak cara menikmati Samalona. Selain duduk menikmati pemandangan dan berenang, beberapa wisatawan memacu jetski miliknya beraksi di sekitar pulau. Ada pula yang bermain bersama anak balita dan binatang peliharaan ke tepi laut. Ada pula yang memanfaatkan pasir putih untuk membuat ukiran atau menimbun kaki dengan pasir tersebut. Adapula yang berlomba melempar batu ke tengah laut. Raut wajah gembira dari wisatawan menandakan bahwa mereka tak salah memilih Samalona sebagai tempat berlibur yang tepat.

membentangkan spanduk di pulau samalona

Membawa misi promosi wisata di tiap trip Kompa Dansa Mandar (Foto : Bayu)

berfoto bersama turis di pulau samalona

Member Kompa Dansa Mandar Wil. Makassar berfoto bersama beberapa wisatawan asing di  Pulau Samalona (Foto : Bayu)

Dan tak terasa waktu beranjak ke sore hari. Satu per satu rombongan wisatawan pun kembali ke kota Makassar. Kami pun turut meninggalkan Samalona. Dengan menumpang kapal yang sama seperti saat berangkat dari Makassar, kami kembali sekitar pukul 04.30 WITA. Akhirnya, kami, Kompa Dansa Mandar wilayah Makassar merekomendasikan Samalona sebagai salah satu tujuan wisata pulau di sekitar wilayah Makassar. Selain kondisi pulau yang indah, lokasinya yang tak jauh dari Makassar dan dengan biaya terjangkau, memungkinkan Anda memperoleh pengalaman berwisata di sebuah pulau yang menyajikan pemandangan alam khas Indonesia. Sebuah pulau tropis nan eksotis di selat Makassar, Samalona.


Penulis :

taufik akbarTaufik Akbar, saat ini menetap di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berasal dari Ampana, Sulawesi Tengah, menamatkan pendidikan di Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin, menyukai dunia travelling dan budaya.

Kontak Saya :

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018