Online 51 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Trip KDM Polman Mengunjungi Kuqbu Abola, Makam Pemimpin Suku Dakka

Trip KDM Polman Mengunjungi Kuqbu Abola, Makam Pemimpin Suku Dakka Cetak
oleh Gunawan Apriatno   
Kamis, 18 Desember 2014 13:24 | Tampil : 1053 kali.

Kuqbu Abola, begitulah masyarakat Pelitakan menyebut sebuah makam tua yang diyakini ada sebelum Islam masuk  di wilayah itu. Makam tua ini terdapat di tengah areal persawahan penduduk yang biasa dijadikan tempat petani beristirahat, tepatnya di desa Pelitakan kec. Tapango kab. Polewali Mandar. Kuqbu Abola memiliki batu nisan tak berukir yang bentuknya tidak beraturan, belum dikettahui secara pasti apakah ini pengaruh alam atau akibat campur tangan manusia.

kuqbuq abola pelitakan tapango polewali mandar

Kuqbu Abola yang terdapat di areal tengah, diantara perasawahan milik penduduk  di desa Pelitakan, kec. Tapango, Kab. Polewali Mandar (Foto : Gunawan Apriatno)

member kdm polman mengunjungi kuqbu abola pelitakan tapango polmanMember KDM berada diantara makam dalam kompleks Kuqbu Abola (Foto : Gunawan Apriatno)

member kompa dansa mandar polman berfoto di antara makam di kuqbu abola
Member Kompa Dansa Mandar saat mengunjungi kompleks makam Kuqbu Abola (Foto : Gunawan Apriatno)

member kd m polman di kuqbuq abola pelitakan tapango polman

Penulis berada di kompleks makam Kuqbu Abola (Foto : Gunawan Apriatno)

Menurut penuturan salah seorang penduduk asli dari suku Dakka bahwa Kuqbu Abola adalah makam penguasa Aruang Dri Dakka, Aruang adalah gelaran raja yang diberikan pada penguasa lokal di tempat tersebut. Narasumber juga menjelaskan bahwa makam tersebut dahulu sangat angker. Aruang yang dimakamkan di tempat tersebut, dibenamkan bersama dayang-dayang dan pengikutnya berjumlah 14 0rang, namun satu hal yang aneh adalah ketika sang narasumber dicecar pertanyaan mengenai siapa nama Aruang yang dimakamkan bersama dayang-dayangnya, ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa "pamali menyebut nama-nama para pendahulunya, ia hanya mengatakan bahwa makam tersebut di beri nama Kuqbu Abola.

Jika menyimak penuturan dari penduduk setempat, maka cerita tutur ini  sama dengan cerita raja (Maraqdia) kerajaan Balanipa I Manyambungi, Todilaling yang dimakamkan bersama dayang-dayangnya.


Penulis :

gunawan apriatnoGunawan Apriatno, lahir dan besar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat ini bermukim dia kecamatan Wonomulyo. Penggemar tokoh musik Iwan Fals, dan menyukai dunia budaya, travelling serta wisata.

 

Kontak Saya :

Facebook : https://www.facebook.com/yoko.shi.9

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018