Online 30 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Ekspedisi Air Terjun Kadinginan Bagian 1 (Perjalanan menuju Desa Kaleok)

Ekspedisi Air Terjun Kadinginan Bagian 1 (Perjalanan menuju Desa Kaleok) Cetak
oleh Muhammad Putra Ardiansyah   
Minggu, 28 Agustus 2016 12:35 | Tampil : 939 kali.

Sebenarnya kita akan berangkat jam 13.00 siang, namun karena ini di Indonesia itu berarti paling banter berangkatnya jam 2 siang. Dan benar saja, Kami sangat Indonesia, alhasil Sekitar pukul 03:20 kami baru bisa berangkat ke desa Kaleok yang katanya memiliki keindahan alam yang luar biasa mempesona. Dengan semangat yang membara kami pun memantapkan speedometer di angka 60-80 km/jam.

Kaleok sendiri adalah subuah desa yang berada di dataran tinggi Kec. Binuang dan dihuni oleh masyarakat yang didominasi oleh suku Pattae’. Sore ini kami akan melakukan camping di sana, di air terjun Kadinginan yang letak tepatnya berada di Dusun Kaleok, Desa Kaleok, Kec. Binuang.

Perjalanan dari Kota Polewali memakan waktu kurang lebih 1 jam, Kaleok sendiri berada di atas desa Amola yang jalan desanya bisa di lihat dari jalan trans Sulawesi, dari arah Polewali cukup belok kiri menuju desa Amola.

Memasuki desa Amola sampai desa Kaleok kami disuguhkan pemandangan bukit dan persawahan yang hijau serta udara yang menurutku sudah lumayan segar, karena berada di dataran tinggi tidak heran jika dingin mulai terasa menusuk.

suasana-desa-kaleok-kec-binuang

Suasana desa Kaleok di dataran tinggi kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Bukan hal mudah untuk sampai ke desa ini, sebab sebagian jalan rusak dengan tanjakan yang super miring, angka 1 di samping speedometerku jelas memperlihatkan bagaimana berusahanya sepeda motor untuk mendaki di jalur seperti ini. Singkat cerita tibalah kami di Posko Praktek Nurse Bang Ahmad.

posko-praktek-nurse-bang-ahmad-desa-kaleok

Posko Praktek Nurse Bang Ahmad di desa Kaleok (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Bang Ahmad sendiri adalah teman kami yang saat ini sedang melaksanakan tugas praktek profesinya disini. Tidak mengulur waktu maka bersiaplah kami berangkatlah menuju air terjun dengan dipandu oleh Kak Ucu’,teman Bang Ahmad salah satu pemuda lokal di Desa Kaleok yang akan jadi guide kami sore ini.

“kita akan naik motor setengah jalan lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki”
kata kak Ucu’ sembari menaiki motor trailnya yang berwarna putih. Kami pun kembali menancap gas dengan medan yang sedikit lebih sulit dari yang tadi.

Kupikir medannya akan santai santai saja, beberapa kali aku hampir terjatuh meski sebenarnya aku berhasil jatuh karena tidak bisa menyeimbangkan diri dengan kondisi jalan yang lebarnya hanya sekitar 50cm, dengan pemandangan di bagian kanan jalan seperti jurang. Beberapa teman-teman yang lain juga sepertinya kesulitan menghadapi medannya.

jalur-menuju-air-terjun-kadinginan

Jalur menuju air terjun Kadinginan desa Kaleok, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Dan akhirnya tibalah kami di salah satu rumah warga yang menyendiri di balik barisan pohon-pohon jagung, sepertinya disinilah motor kami akan di parkir, sebuah rumah pangung mungil yang keren, karena dari rumah ini kita bisa melihat bukit-bukit hijau tanpa dihalangi oleh pepohonan. Terlepas dari keindahannya, rumah ini juga ngeri, bagaimana tidak kami datang disambut oleh gonggongan segerombolan anjing yang seolah ingin menerkam, di sudut rumah juga ada kandang Babi yang menandakan bahwa di Desa ini memang didominasi oleh Nasrani (non Islam).

rumah-warga-tempat-memarkir-kendaraan

Rumah mungil tempat memarkir kendaraan untuk kemudian berjalan kaki menuju air terjun Kadinginan (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Dengan di pandu oleh Kak Ucu’ dan adiknya yang aku lupa entah namanya siapa, kami pun berjalan menuju ke lokasi camping, berjalan di bawah rimbunan pohon-pohon Kakao hingga pemandangan pohon-pohon besarpun mulai terlihat, kita betul-betul berada di tengah hutan belantara, saking belantaranya jalan yang di lalui seperti jalan yang baru saja di buka, hanya selebar 25cm dan lagi-lagi kami harus berjalan dengan pemandangan jurang di sebelah kanan.

Tidak begitu lama, hanya sekitar 700 meter sampailah kami di lokasi air terjun, tidak ada yang berkomentar, hanya menengadah ke atas sembari merendam kaki dan membasuh wajah di air sungai yang dingin.

sungai-kecil-tempat-membasuh-wajah

Sungai kecil tempat membasuh wajah, tak jauh dari air terjun Kadinginan (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Air terjunnya keren hanya saja momennya tidak akan keren jika dinikmati sore ini, waktu sudah menunjukkan pukul 18:10, tentu saja langit sudah mulai menghitam, pertanda bahwa sebentar lagi malam akan menyelimuti kami, yang paling penting adalah mencari lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda


Penulis :

muhammad putra ardiansyahMuhammad Putra Ardiansyah, hobi travelling, fotografi, dan dunia bisnis. Alumni SMK Neg 1 Polewali 

Kontak Saya :
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018