Online 34 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Spesial Trip : Mengitari Gugus Pulau Cantik Nan Apik Di Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar (Bagian 1)

Spesial Trip : Mengitari Gugus Pulau Cantik Nan Apik Di Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar (Bagian 1) Cetak
oleh Muhammad Putra Ardiansyah   
Rabu, 04 Januari 2017 11:33 | Tampil : 556 kali.

Semilir angin menerpa wajahku yang seakan kembali terpejam, pagi ini kami ada undangan free trip dari Tom, entah siapa juga yang mengundang Tom dalam trip dadakan yang hanya bisa di ikuti oleh 4 orang Squad KDM. Sinar matahari pagi yang baru saja lepas landas dari balik pepohonan kelapa di ujung persawahan Botto yang memancarkan semburat warna hijau kekuningan, seakan kembali menyegarkan mata yang merem melek sejak berangkat dari Lapeo, Campalagian beberapa menit yang lalu. Waktu sudah mendekati angka 06:30, Kupacu kuda besi ini lebih cepat karena sepertinya aku akan telat.

Kurang 10 menit jam 07:00 saya dan Askar sudah tiba di Rumah Manding (rumahku),  tak ada kabar dari Tom, maka kuputuskan untuk membasuh seluruh tubuh sebelum berangkat, namun kata Askar, Tom mungkin belum tiba di Polewali karena beberapa menit yang lalu dia sempat check in di penjual gogos.

Belum sempat kami sarapan, tiba tiba saja Tom menelpon bahwa kami harus segera menuju ke dermaga Belang-belang, Tonyamang. Sebenarnya kami sudah janjian di lokasi itu jam 07:00, tapi tau sendiri kan bagaimana jam di Indonesia? :D  Kutarik gas sekencang kencangnya menuju Tonyamang

Dan sampailah kami di Dermaga Belang-belang. Dari kejauhan terlihat sosok yang sepertinya tidak asing dimataku, kulit coklat mengkilat dengan seragam #KDMmuda abu-abu biru yang sedang duduk diatas motor. Yah dia Alif Bahri, #KDMmuda yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Hampir aku lupa ternyata dia juga ikut dalam trip kami kali  kali ini. Selain Tom dan Alif, sosok lelaki tua mengenakan kaos khas oleh-oleh Jogja bergambar sepeda Ontel yang masih bisa dibilang bapak-bapak terlihat berdiri gagah di pinggiran tanggul dermaga,  tak kutahu siapa dia, "mungkin inimi yang nabilang Tom. Pak Yusuf, kalau tidak salah bertemanjaka juga di Facebook". Dialah orang yang akan mengajak kami menyusuri pulau pulau kecil di Binuang hari ini.

*************
Tukutukutukutukutukututtt…. Suara khas mesin perahu terdengar bising sesaat kami sudah duduk manis di atas perahu. Kami hanya berlima, padahal perahu ini kuperkirakan bisa menampung lebih dari 10 orang penumpang. Ini betul betul spesial trip, sepertinya perahunya sengaja di carter untuk kami :D

diatas-taksi-laut-menuju-pulau gusung-toraja-binuang-polewali-mandar

Spesial trip KDM bersama pak Yusuf Muhammad dengan penumpang hanya 6 orang menelusuri pulau-pulau di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

“sebelum Gowes, dulu saya gabung di komunitas pendengar radio” kata Pak Yusuf mencoba mengimbangi suara mesin yang begitu bising.

Pendengar radio pun punya komunitas? Terdengar aneh tapi sepertinya masuk akal, kata Pak Yusuf, mendengar radio waktu itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan dipastikan pendengar radio memiliki wawasan yang mendunia.

Sudah terlihat dari kejauhan, pulau Gusung Toraja atau mungkin masyarakat lebih mengenalnya dengan nama pulau Pasir Putih, pulau kecil yang saat ini berada dalam pengawasan Pemda kabupaten Polman (Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata), menurut berita online yang  aku baca, Pulau ini mendapat sokongan dana langsung dari Kementerian Pariwisata sebesar 1,5 Milyar untuk memulai pembangunannya, jumlah yang sebenarnya sedikit kalau menurutku, tapi kalau dihitung hitung lumayan lah buat Pulau kecil yang hanya seukuran lapangan sepak bola ini.

pulau-gusung-toraja-pulau-pasir-putih-binuang-polewali-mandar

Pemandangan Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih yang indah dan apik dari laut saat menelusuri pulau-pulau di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

Tidak berapa lama tibalah kami dibibir pantai pulau ini, entah sudah berapa kali aku menginjakkan kaki di sini, tapi kali ini beda, kami mendarat pagi, bukan sore atau malam seperti biasanya. Dasar naluri anak pantai, belum berdiri lama langsung saja kakiku spontan berjalan menyusuri pantai dengan pasir lembut berwarna putih ini. Mataku menatap ke arah mangrove yang berbaris rapih di bibir pantai, mangrove yang entah siapa yang menanam, sudah semakin jelas penanaman ini hanya asal tanam saja, dibuktikan dengan jarak mangrove yang saling berdekatan, menurut teorinya, jarak tanam itu minimal 1 meter, ditambah dengan banyaknya sampah yang melekat pada pucuk mangrove-mangrove kecil ini. Setahuku setiap proyek penanaman memiliki anggaran biaya perawatan, tapi tahu sendiri kan bagaimana kebanyakan orang Indonesia? Hanya sedikit yang peduli dengan kelangsungan hidup mangrove dan segala jenis hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, banyak yang bilang, pemerintah menanam hanya sebatas seremonial, itu betul. Siapa yang akan tiap minggu datang kesini untuk mengurusi bakau bakau kecil ini? Hampir tidak ada. Bukan pencitraan, tapi naluri “cinta laut” ku pun memanggil untuk membersihkan beberapa pucuk mangrove yang terlilit sampah plastik.

mangrove di pulau gusung toraja pulau pasir putih binuang polewali mandar

Mangrove di Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih yang terlihat saat menelusuri pulau-pulau di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

Selain Mangrove, pemandangan lain yang memilukan di Pulau ini adalah Bangunan kayu berwarna biru yang dihiasi berbagai lenteran dan gravity kampungan khas anak anak Alay, ada yang menulis nama kekasihnya, ada yang menuliskan harapan dan cita citanya, bahkan ada yang menuliskan kata kata kotor yang bernuansa Macca (baca:porno). Vandalisme bukanlah hal yang baru di kalangan wisatawan Lokal, aku sering melihat hal hal itu hamper di semua tempat wisata di Sulbar, bahkan di destinasi wisata di Lombok, Bandung, Surabaya, bahkan Bromo masih banyak ditemukan hal alay seperti ini.

vandalisme alay dan gravity di pulau gusung toraja binuang polewali mandar

Potret vandalisme di fasilitas objek wisata di Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

Tapi siapa juga yang akan peduli dengan tulisan tulisan yang bikin sakit mata ini? Sudah beberapa kali foto-foto narsis para wisatawan lokal bahkan wisatawan mancanegara di pulau ini, tak satu pun yang memperlihatkan sisi kotor yang harusnya ditindak lanjuti sama pemerintah ini. Tidak hanya itu, entah wisatawan atau nelayan, Papan himbauan “Jangan buang sampah sembarangan” yang pernah kami (KDM) buat juga hilang entah kemana, sign ajakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga hilang entah kemana. Ini bukti bahwa hanya sedikit sekali orang yang peduli.

sign kompa dansa mandar di pulau gusung toraja binuang polewali mandar

Sign terbuat dari papan yang pernah dipasang di Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih oleh KDM, ditemukan telah lepas dengan sign "jangan buang sampah sembarangan" yang telah hilang  di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

"Sudahlah, tidak kukuat ka moro moro disini, mari kembali ke jalur yang santai, STOP Magitting" kata Askar. Nah, selain pemandangan pantai yang berpasir putih dengan landscape pulau pulau tetangga, di pulau ini juga hidup gerombolan Kucing. Kucing? Iyah kucing yang kata nelayan adalah kucing yang di asingkan dari rumah penduduk, nah Pulau gusung Toraja ini adalah salah satu spot pembuangan kucing, namun jangan salah, menurut penelitian amatirku, kucing pantai itu cenderung lebih bersih dan besar dibandingkan kucing-kucing kampung yang lainnya, selain itu warnanya juga cantik. Soal survival, kucing pantai cenderung lebih hebat, naluri berburunya lebih terasah dibanding kucing kucing liar pada umumnya, benar saja 2 tahun yang lalu ketika KDM Trip di pulau ini, kami melihat kucing yang menangkap ikan di pinggiran pantai, Gila gak tuh… ;)

kucing liar di pulau gusng toraja binuang polewali mandar

Kucing liar yang ditemukan di Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih saat menelusuri pulau-pulau di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

peserta trip pulau gusung toraja binuang polewali mandar

Bertolak menuju Pulau Tangnga/ Pulau Salamaq  setelah mengunjungi Pulau Gusung Toraja / Pulau Pasir Putih di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar (Foto : Muhammad Tom Andari)

Setelah puas berkeliling sembari mengabadikan momen dalam lensa kamera smartphone yang seadanya, kami bergegas kembali menuju ke perahu dan melanjutkan perjalanan menuju ke pulau selanjutnya?

Bersambung…..


Penulis :

muhammad putra ardiansyahMuhammad Putra Ardiansyah, hobi travelling, fotografi, dan dunia bisnis. Alumni SMK Neg 1 Polewali, saat ini sedang mengembangkan jasa wisata bahari dengan nama layanan "Bocah Pantai" di pesisir pantai desa Lapeo, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar

Kontak Saya :

 

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018