Online 74 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Hei Mampie, Kami Datang, Ayo Bangun (Surga Wisata Lokal Dimulai)

Hei Mampie, Kami Datang, Ayo Bangun (Surga Wisata Lokal Dimulai) Cetak
oleh Askar Al Qadri   
Selasa, 10 Januari 2017 06:56 | Tampil : 549 kali.

Setelah kembang api dengan ramainya dilesatkan dan meledak di udara, mengeluarkan banyak varian warna-warni yang indah, sekaligus ini pun menjadi tanda awal pergantian tahun atau tahun yang baru.

Sekitar tujuh hari kembang api dengan cantiknya mewarnai seantero Polewali Mandar dan sekitarnya, pagi ini, Sabtu 7 Januari 2017 lagi-lagi saya mendapatkan ajakan trip ke salah satu objek wisata yang tidak asing lagi di telinga. Ia, kali ini kita dapat undangan trip ke Mampie. Namun, kali ini saya tidak bisa.
Tidak bisa menolak.
______________
Bertolak dari Campalagian bersama Putra Ardiansyah dengan kuda besi miliknya. Memainkan tuas gas, menjaga kopling dan gigi agar tetap stabil dalam keadaan normal, saling mendahului sesama pengguna jalan menjadi cerita awal perjalanan kami berdua. Putra sedikit demi sedikit menarik tuas gas, menambah kecepatan. Semakin cepat, semakin laju. Mobil, motor, dan segala yang berada di jalanan ia lewati dengan mulus. Sampai ketika di mana ia dengan kaki kanannya yang kokoh, tanpa skill dan teknik sama sekali, tiba-tiba mengerem mendadak! Sontak saya kaget. Saya cuma terdiam sembari memperbaiki posisi duduk, yang tadinya di aspal kembali ke jok motor duduk seperti semula. Dan perjalanan kembali di lanjutkan.
___________
Matahari dengan teriknya hampir sudah berada di atas kepala, tibalah kami di Mampie setelah menyusun rencana bertemu di sekitaran lokasi Masjid Merdeka Wonomulyo. Trip kali ini kami hanya ada 6 orang. Dengan komposisi sebagai berikut : Kak Tom berboncengan dengan Alif. Sementara Emil (adik Putra) bersama Wahyu. Sementara saya, masih setia bersama Putra dengan perasaan yang sudah tidak karuan.

Oh ia, sampai lupa, guide kita kali ini ialah Kanda Yusri Mampie. Begitu saya menyapanya. Pemuda beristri satu dan sudah di karuniai anak ini, kesibukannya menjadi jurnalis tv dan media online. Bukan cuma itu saja, beliau juga menjadi salah satu promotor besar terus mendongkrak dan mempublikasikan objek wisata Pantai Mampie. Yang kini sedikit bersedih dikarenakan Pantai Mampie mengalami abrasi hebat.

Hari ini kami bertemu di rumahnya. Tidak jauh dari gerbang Selamat Datang  Pantai Mampie. Kami berenam langsung di hadapkan pada wadah besar, berisi air kira-kira hanya sebatas mata kaki. Di dalamnya ada beberapa ekor binatang. Bagi saya ini adalah kura-kura. Pikiran saya langsung terbayang-bayang ke film animasi Ninja Tutle (kura-kura ninja).

Tapi setelah kanda Yusri berkata, “inilah penyu yang rata-rata sakit di tempatkan dalam bejana besar berbentuk kotak ini”. Saya sendiri tidak terlalu tahu sakitnya seperti apa sehingga harus di rawat seintensif mungkin dengan harapan pulih kembali dan selanjutnya di lepas ke habitatnya. Umunmya, tukik atau penyu-penyu ini berjamur. Jelasnya, penyu adalah salah satu binatang langka yang harus di lindungi.

penyu di dusun mampie wonomulyo polman

Penyu sakit yang ditempatkan dalam kotak besar di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

Sampai hari itu, saya sedikit banyak belajar tentang penyu. Dengan hal ini perawatannya. Baik airnya yang rutin harus di ganti 2 kali sehari. Di beri makan ikan bandeng, di potong kecil-kecil secara rutin pula.  Jujur, ini adalah kali pertama saya melihat penyu serta berkesempatan langsung memegang, membelai dan selfie bersama. Di sini, sekarang saya juga sudah bisa membedakan secara penuh antara kura-kura dan penyu. Benar-benar trip yang berkesan bagi saya pribadi. Tapi tidak sampai meneteskan air mata.

penyu mampie galeso wonomulyo polewali mandar

Penyu kecil yang sedang berenang dalam kotak fiber di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

Jadi, bagi Anda-Anda ingin seperti saya, silahkan sekali lagi mengunjungi Pantai Mampie. Terkhusus bagi Anda yang amatir seperti saya. Oh ia, penyu di sini juga bisa di jadikan sebagai wadah bagi yang ingin meneliti. Kanda Yusri siap menerima.

selfie dengan penyu mampie wonomulyo polman

Foto selfie dengan penyu sampel penelitian di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

_________
Panas matahari semakin menyengat. Namun itu bukan penghalang untuk melanjutkan trip perjalanan menyusuri Mampie bersama kawan-kawan dari Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar/KDM). Setelah puas melihat penyu, juga sembari beristirahat santai, meregangkan otot-otot kaku sehabis perjalanan dari Wonomulyo. Akhirnya kita bertolak ke tempat selanjutnya. Berangkat dari rumah guide, dengan mengendarai sepeda motor, kami semua di pandu menuju lokasi selanjutnya. Berjarak sekitar kurang kebih 2 kilometer dari rumah Kanda Yusri, tibalah kami di rumah salah satu nelayan di sana. Rumahnya tepat berhadapan dengan pantai. Di sini pun motor kami berhenti sekalian memarkir. “Bagi yang haus, silahkan mengambil minum. Bagi yang lapar, silahkan pulang”. Begitu candaan kami melepas penatnya perjalanan.

Dari situ, berjalan sedikit sampailah kami di bibir pantai. Kami melihat beberapa aktifitas di sana. Salah satunya, di atas laut mengapung sebuah gazebo. Ternyata ini spot yang cukup banyak di tempati oleh mereka yang hobi memancing. Mulai dari beberapa anak-anak di sana sampai orang tua. Memasang dan sebisa mungkin membuang jauh kail mereka dengan harapan ikan-ikan memakan umpan tersebut.

bagian peisir tanjung mampie

Bagian pesisir Tanjung Mampie di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

pesisir pantai tanjung mampie wonomulyo polman

Bagian pesisir Tanjung Mampie di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

Guide kami bergumam untuk melanjutkan sedikit perjalanan. Kami pun berjalan menuju ke arah barat di bibir pantai. Setelah berjalan santai beberapa saat, tibalah kami di Ujung Mampie. Saya tidak sengaja menemukan sesuatu yang “WOW”.

tanjung mampie wonomulyo polewali mandar

Tanjung Mampie di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polman (Foto : Askar Al Qadri)

Bersambung..........


Penulis :

askar al qadriAskar Al Qadri, aktif di komunitas Stand Up Comedy Polewali Mandar, mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar, alumni Madrasah Aliyah Negeri Polman, hobi travelling, menyukai dunia kepetualangan, dan promosi wisata.

Kontak Saya :



 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018