Online 12 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Hei Mampie, Kami Datang, Ayo Bangun (Tentang Penyu Dan Ujung Mampie) Bagian 2)

Hei Mampie, Kami Datang, Ayo Bangun (Tentang Penyu Dan Ujung Mampie) Bagian 2) Cetak
oleh Askar Al Qadri   
Kamis, 12 Januari 2017 20:57 | Tampil : 633 kali.

Masih berada dalam kawasan Wisata Mampie. Tepatnya di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kec. Wonomulyo, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kami melanjutkan petualangan mengeksplore Mampie. Hingga saat ini guide kami, kanda Yusri masih setia memberikan kami pengetahuan disertai penjelasan lebih dalam tentang tempat tinggalnya ini.

Siang itu, tanpa memperdulikan teriknya matahari, kami di ajak menengok Ujung Mampie. Saya sendiri sangat amat merasa penasaran tentang seperti apa suasana di sana. Maklum, ini kali pertama saya mengunjungi Ujung Mampie.

Hanya beberapa menit kami berjalan, kami akhirnya tiba di sana. Secara spontan pun kanda Yusri berkata, “Kita sudah berada di Ujung Mampie”. Secara kasat mata, hanya seperti pinggiran pantai yang biasa kita lihat. Di sana juga ada banyak ikan asin yang sedang dikeringkan. Nampaknya ikan ini milik warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari sini. Tempat ini pula, di atasnya berdiri dua gazebo kecil, sedikit tidak terurus. Tapi masih bisa di gunakan beristirahat sejenak layaknya gazebo pada umumnya. Namun beberapa saat berada di sana, entah kenapa saya sangat menikmati tempat ini. Mungkin di karenakan saat dalam perjalanan menuju ke sini, saya merasa agak gerah. Sesampainya saya di sini, langsung di sambut oleh semilir angin seolah-olah ini jawaban atas rasa gerah saya. Oh ia, sampai lupa. Nilai plus berada di Ujung Mampie adalah dari sini kita bisa melihat Pulau Battoa. Bukan cuma itu, bahkan gedung atau bangunan yang ada di sekitaran Polewali nampak bisa di lihat dengan mata telanjang. Salah satu nya adalah menara Masjid Agung Syuhada. Ingin rasanya menghabiskan trip kali ini di sini saja.
___

Untuk sejenak berlindung di bawah panas matahari, kami memilih satu gazebo di sana. Sambil berdiskusi lepas, tentunya tentang seputaran Mampie. Namun terkadang diskusi kecil kami ke luar pada jalurnya. Entah membahas tentang apa, lalu Kanda Yusri pun tertawa dengan ciri khas tawanya. Sayangnya, saya tidak bisa deskripsikan lewat tulisan mengenai tawa khas Kanda Yusri. Yang saya harap, Anda yang membaca tulisan ini bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan nya. Dan lagi-lagi ini hanya alasan untuk melepas penatnya perjalanan kami.
___

Sampai satu di antara kami berenam, dari Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar), ada yang mengajukan pertanyaan tentang mengapa di Ujung Mampie ini tidak terekspose luas atau ramai didatangi pengunjung? Padahal, potensi keindahannya sangat besar dan di sini pula kita bisa melakukan aktifvitas sama seperti apa yang dilakukan saat berada di lokasi wisata Pantai Mampie.   

Kanda Yusri menjawab secara singkat, padat dan jelas. Dalam pembuka jawabannya, ia berkata kalau tempat ini agak berbahaya untuk dikunjungi. Terutama anak-anak yang ingin berenang atau bermain air seperti di Pantai Mampie. Di karenakan Ujung Mampie selain memilki ombak laut cukup keras, di sini juga dalam. Tidak seperti pantai lain yang pinggiran pantainya mengalami fluktuasi kedalaman. Memang lain seperti pada pinggiran pantai lokasi Wisata Pantai Mampie. Begitu jawabannya yang membuat kami menganggukkan kepala.
___

Tidak masuk dalam rencana, entah kenapa saya membuka smartphone  yang terpasang sandi. Lalu scroll ke bawah dan mengaktifkan jaringan seluler (data). Terjadi apa adanya. Ketika tersambung pada jaringan internet, saya membuka Google Maps. Hal yang tidak biasanya saya lakukan saat trip. Kadang smatphone saya gunakan hanya untuk dokumentasi belaka. Baik mengambil gambar dan video.

Dengan menggunakan provider yang mendukung guna tersambungnya jaringan internet, Google Maps secara perlahan memuat lokasi kami berada sekarang. 

ujung mampie desa galeso wonomulyo polewali mandar

Gambaran citra satelit Ujung Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat dengan aplikasi Google Maps yang diperoleh dari android pada smartphone (Screenshot : Askar Al Qadri)

Terlihat dua gambar hasil screnshoot Google Maps. Gambar 1 dilihat sedikit agak dekat terlihat dengan nampaknya tulisan “Ujung Mampie”. Dan gambar 2 ini sudah dari kejauhan namun masih terilhat titik biru sebagai pertanda lokasi kami berada sekarang.   
___

Jika di lihat sekali lagi, hanya gambar hasil screnshoot biasa. Namun tunggu dulu, ini belum selesai. Entah ini sebuah misteri baru atau hanya imajinasi saya belaka yang terlalu tinggi, tanpa sengaja saya sangat serius menatap gambar 02 pada hasil screnshoot. “Tunggu dulu, sepertinya ini sangat mirip dengan tungkai penyu yang kita lihat di bak penangkara tadi.” Begitu gumamku pada yang lainnya. Namun setelah itu, berlalu begitu saja dan sampai saat ini saya masih dalam keadaan heran. Singkat cerita, setelah tiba di rumah, kembali ku buka foto dan video hasil trip Eksplore Mampie. Sampai kepada jempol ku menyentuh folder screnshoot. Sontak teringat kembali gambar hasil screnshoot Google Maps. Kembali merenung bahwa gambar itu agak mirip dengan tungkai penyu.
___

Menjawab keraguan sendiri, akhirnya saya membuka kembali foto penyu di bak penangkaran yang sempat saya dokumentasikan. Salah satunya ini:

penyu dalam bak penangkaran di dusun mampie wonomulyo polewali mandar

Foto penyu dalam bak penangkaran di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Askar Al Qadri)

Belum jelas? Saya membuka salah satu aplikasi untuk mengedit foto dalam smartphone saya. Dengan mengambil foto hasil screnshoot 02 dan gambar foto penyu tadi, kemudian saya menggabungkan keduanya. Hasilnya, setelah saya gabungkan, bagi saya sungguh luar biasa. Tidak percaya, berikut bukti fisiknya :

gambar penyu dan ujung mampie

Gambaran foto penyu dan gambaran peta Ujung Mampie dengan Google Maps di dusun Mampie, desa Galeso, kec. Wonomulyo, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Askar Al Qadri)

___

Sekali lagi, ini semua terjadi tanpa direncanakan. Dan bagi saya, mungkin imajinasi saya saat ini lagi dalam keadaan kambuh. Maklum, kepikiran kalau saya lagi memuat materi Stand Up Comedy. Lebih memperkuat pada imajinasi.

Dan akhirnya, seperti ini lah hal menurut saya sesuatu yang “WOW” selama trip bersama teman-teman dari Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar (Kompa Dansa Mandar). Menemukan sesuatu yang sangat unik. Dan tentunya selalu tidak lupa mengedepankan objek-objek budaya dan wisatanya.


Bersambung ....


Penulis :

askar al qadriAskar Al Qadri, aktif di komunitas Stand Up Comedy Polewali Mandar, mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar, alumni Madrasah Aliyah Negeri Polman, hobi travelling, menyukai dunia kepetualangan, dan promosi wisata.

Kontak Saya :

 

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018