Online 65 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Komunitas Kegiatan Spesial Trip : Pulau Landea, Tak Ada Karang Cantik Disana (Bagian 3)

Spesial Trip : Pulau Landea, Tak Ada Karang Cantik Disana (Bagian 3) Cetak
oleh Muhammad Putra Ardiansyah   
Kamis, 19 Januari 2017 07:08 | Tampil : 490 kali.

Perjalanan kami lanjutkan menuju pulau yang katanya memiliki batu karang yang lebih banyak dari yang tadi kami lihat di jalan, tidak begitu jauh dari Pulau Tangnga (pulau to salamaq), pulau ini sangat kecil, bahkan lebih kecil Pulau Gusung Toraja. Penampakannya seperti Belitung versi mini, bebatuan besar seperti batuan sungai terhambur cantik membentuk barisan yang tidak karuan. Kami mencoba untuk sedikit lebih rapat, namanya pulau Landea, terdengar seperti pulau Dea-Dea yang sering disebut pulau kucing.

Sedari tadi hingga merapat ke pulau ini, tidak sedikitpun terumbu karang terlihat di bawah sana seperti  kata supir perahu. Tidak menunggu lama, bergegas ku ambil masker hitamku lalu langsung melompat dari ujung perahu, seketika Alif yang sedari tadi juga kebingungan ikut melompat setelah melepaskan baju kaosnya.

pulau landea polman sulawesi barat

Pulau Landea, di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)

Luar biasa….. betul kata Supir perahu, disini lebih banyak batunya, iyah betul betul batu, bukan batu karang yang seperti kami cari sedari tadi. Aku mencoba menyelam ke bawah sana, sekitar 5 meter, terus kukayuh kakiku yang telanjang tanpa fins, hanya terlihat beberapa jenis karang yang tak kutahu pasti jenisnya apa, itu pun karangnya hancur, berantakan dan awut awutan, tak banyak ikan yang bermain disini, jelas saja ikan sangat jarang ditemukan di wilayah karang hancur seperti ini.

pulau landea polewali mandar

Pulau Landea dengan struktir batuan cantik di bagian pesisirnya yang terletak di kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Tom Andari)

Sepertinya aku sudah terlalu lama dan berulang ulang menyelam ke kedalaman namun sedikitpun tidak menemukan spot yang bagus, tidak ada karang. Andai saja kita punya waktu luang disini, tentu akan kukelilingi pulau ini, masalahnya kami sudah terlanjur turun, pantang naik sebelum dapat spot keren seperti yang kubayangkan. Dari bawah sini jelas sekali Pak Yusuf terlihat bosan, untung saja ada Tom yang mengajaknya ngobrol ngarol ngidul, entah mereka bicara apa, raut yang sama juga terlihat di wajah Askar yang sedari tadi duduk manis di atas atap perahu, seolah mengisyaratkan bahwa acara berenang ini di akhiri saja, hmmm mungkin kami terlalu lama, perjanjian hanya 30 menit, tapi sepertinya ini sudah saatnya untuk kembali naik ke atas perahu.

Bagaimana karangnya? Tom menyerangku dengan pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin kujawab. Lumayan Baik ;) jawabku datar tanpa expresi.


Penulis :

muhammad putra ardiansyahMuhammad Putra Ardiansyah, hobi travelling, fotografi, dan dunia bisnis. Alumni SMK Neg 1 Polewali, saat ini sedang mengembangkan jasa wisata bahari dengan nama layanan "Bocah Pantai" di pesisir pantai desa Lapeo, kec. Campalagian, kab. Polewali Mandar

Kontak Saya :


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017