Online 20 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Kuliner Pupuq, Sambal Goreng, Dan Sokkol, Representasi Kuliner Khas Mandar

Pupuq, Sambal Goreng, Dan Sokkol, Representasi Kuliner Khas Mandar Cetak
oleh Administrator   
Rabu, 04 September 2013 11:52 | Tampil : 2247 kali.

Pernahkah anda menghadiri acara pernikahan suku Mandar? Kalau belum maka mari kita lihat hidangan apa saja yang saat ini menjadi hidangan wajib saat acara pernikahan. Mandar adalah salah satu suku yang cukup kaya dengan beragam kuliner, terutama dapat dilihat dengan jelas saat acara-acara budaya, misalnya saja pada acara perkawinan, sunatan, syukuran, dan acara lainnya. Dalam ritual acara ini maka kemudian akan disajikan beberapa menu yang cukup lekat dengan acara adat, meskipun dewasa ini telah perlahan mulai hilang digerus oleh budaya lainnya.

kappar-mandar.jpg

Hidangan yang lumrah ada dalam "kappar" di daerah Mandar (Foto : Nurmala Darman)

Hidangan seperti pupuq, sokkol dan sambal goreng adalah tiga dari sekian banyak lauk atau penganan yang wajib hadir. Ketiga kuliner ini menjadi syarat jika ingin mengisi suatu baki atau dalam bahasa Mandar disebut sebagai “kappar”. Hidangan “pupuq” , “sambal goreng” akan mengisi “kappar” dengan ditemani oleh beberapa ptong telur, abon-abon, dan sayur kacang hijau, atau sayur kari. Sementara “sokkol” akan mengisi sebuah piring yang biasanya disajikan diluar dari “kappar”, di cungkupnya diletakkan sebuah telur ayam kampung.

Pupuq Mandar

Pupuq Mandar adalah lauk yang sangat lumrah kita temui saat acara budaya di Mandar, kuliner yang terbuat dari campuran ikan, kelapa dan bumbu ini dibentuk dalam rupa geometri segitiga kemudian dididihkan dalam minyak. Rasanya yang cukup lezat, gurih dan khas menjadikannya sebagai favorit bagi setiap orang. Pupuq sepertinya sudah menjadi lauk yang wajib ada dalam sebuah “kappar” seolah tidak lengkap rasanya jika lauk yang satu ini tak hadir.

pupuq-mandar

Hidangan "pupuq" Mandar sebagai lauk yang disajikan dalam acara-acara budaya (Foto : Nurmala Darman)

Dahulu pupuq dibuat dari ikan sepenuhnya, dengan sedikit campuran kelapa, tapi kemudian proses pembuatannya bergeser dengan ditambahkannya kelapa dalam bahannya, hal ini dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, dimana diketahui bahwa harga ikan yang kadang mahal membuat pupuq menjadi ditekan biaya bahannya. Pupuq yang asli ikan sepenuhnya tanpa campuran kelapa juga sebenarnya cukup enak, tetapi mungkin lebuh berat karena semua bahannya dibuat dari 95% bahan ikan. Penambahan unsur “kelapa” di pupuq Mandar saat ini secara tidak langsung membuatnya menjadi agak gurih.

Pupuq Mandar wajar menjadi salah satu kuliner khas suku Mandar karena hidangan ini telah lama menjadi produk cipta yang dibuat secara turun temurun oleh masyarakat. Dahulu sesaat sebelum pernikahan dilangsungkan ada budaya membuat pupuq Mandar. Ini adalah kegiatan yang dilangsungkan oleh beberapa orang untuk menghancurkan ikan dalam lumpang dan alu. Mereka membuat irama saat menumbuk daging ikan dengan jumlah penumbuk sekitar 5- 10 orang. Irama yang dibuat hampir mirip dengan budaya-budaya gadis di Toraja atau Mamasa yang menumbuk padi dengan lumpang dan alu berirama. Namun saat ini budaya membuat pupuq Mandar sendiri mulai hilang, orang-orang cenderung membeli pupuq yang telah jadi. Dengan alasan kepraktisan budaya membuat pupuq Mandar mulai dihilangkan.

Sokkol Mandar

Ini adalah hidangan dari bahan beras ketan yang diberi santan kelapa lalu dibentuk sedemikan rupa dalam sebuah piring berhias telur di cungkupnya. Sokkol mirip dengan sokko,suku Bugis biasa menyebut sokkol dengan sokko, perbedaannya adalah sokko di Bugis tidak ditambahkan kelapa sehingga rasanya cenderung datar, ringan dan tidak gurih. Penambahan elemen kelapa dalam sokkol Mandar membuatnya menjadi lezat untuk dinikmati. Sokkol ini biasa disajikan saat acara-acara budaya di daerah Mandar, sangat umum dan lumrah ditemui.

Sokkol biasa dikonsumsi sebagai pengganti nasi jika anda tidak ingin mencicipi hidangan nasi dalam acara. Namun karena bahannya yang berasal dari ketan, maka siap-siap anda akan menjadi lebih cepat kenyang. Bahan ketan yang cenderung padat akan dengan cepat mengisi ruang lambung anda. Sokkol ini dikonsumsi dengan lauk telur, sambal, ataupun ikan serta penambahan sayur.

Proses pembuatan sokkol yang setelah diberi santan, maka kemudian ia akan diaduk secara terus menerus hingga campuran santan menyerap masuk ke bahan ketannya. Ini membutuhkan waktu yang tidak cepat saat pembuatannya, apalagi dengan jumlah sokkol yang cukup besar.


sokkol-mandar

Proses pengadukan "sokkol" Mandar pada saat dibuat (Foto : Nurmala Darman)

Sambal goreng

Anda membayangkan sambal yang digoreng, atau mungkin sambal tomat yang digoreng? Kuliner ini jauh dari bayangan anda itu. Ini adalah potongan dari ubi jalar atau ketela pohon yang dipotong dalam ukuran seperti batang korek api, digoreng dan diberi bumbu. Lalu pada tahap akhir digoreng kembali bersama bumbu dan diberi tambahan kacang tanah dan potongan daging sapi. Ini juga adalah kuliner wajib yang hampir ada di setiap acara-acara budaya di daerah Mandar.

Sambal goreng biasa disandingkan dengan Pupuq Mandar dan menjadi salah satu lauk yang juga digemari oleh banyak orang. Kerenyahan bahan ubi yang digunakan dengan rasa kacang yang gurih dan potongan daging sapi yang nikmat membuatnya menjadi kuliner lezat dalam sebuah “kappar”. Proses pembuatan sambal goreng biasa dilakukan secara bersama-sama sebelum acara pernikahan di daerah Mandar, walauapun juga dewasa ini banyak orang yang membeli “sambal goreng” secara instan di produsennya.

sambal-goreng-mandar

Pembuatan sambal goreng sebelum acara pernikahan di Mandar (Foto: Nurmala Darman)

Ketiga hidangan kuliner diatas bisa dikatakan sebagai menu yang wajib ada dalam acara-acara adat budaya di daerah Mandar, walaupun mungkin pada saat yang sama anda akan menemui hidangan yang berbeda namun ketiga kuliner ini sudah secara umum disajikan. Serasa ada yang kurang jika dalam suatu acara tidak menemukan hidangan-hidangan ini.

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017