Online 30 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Kuliner Berkenalan Dengan Ibu Nurbaya, Penjual Gogos Di Kota Polewali

Berkenalan Dengan Ibu Nurbaya, Penjual Gogos Di Kota Polewali Cetak
oleh Muhammad Adnan Syaifullah   
Selasa, 19 Agustus 2014 19:13 | Tampil : 1779 kali.

Berbicara tentang budaya memang tak habis-habisnya dan tak akan pernah selesai sampai kapanpun. Topik yang satu ini memang menarik untuk dibicarakan terutama karena budaya itu sendiri merupakan hal yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan manusia. Jadi, selama manusia itu ada selama itu pula bentuk aktivitas manusia akan selalu terekam.  Dalam budaya kuliner Mandar dikenal satu penganan yang biasa disebut gogos.

Gogos merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia, khususnya seni kuliner Mandar Sulawesi Barat, Gogos berbahan dasar Beras ketan (Parepulu) dan Santan kelapa.
Terdapat  2 jenis gogos yaitu, Gogos Biasa “hanya dengan beras ketan dan santan kelapa” dan Gogos kambu “didalam Gogosnya diisikan (Jabu-jabu) atau ikan bakar yang dipotong kecil-kecil, dan (Batte anjoro) atau kelapa sangrai. Gogos juga di buat dengan di bungkus menggunakan daun pisang yang masih basah. Makanan ini juga dibuat dengan cara dipanggang atau di asapi menggunakan sabut kelapa.

gogos ibu nurbaya polewali mandar

Gogos yang dijajakan oleh Ibu Nurbaya tidak jauh dari kantor kejaksaan negeri kota Polewali (Foto : Muhammad Adnan Syaifullah)

Di daerah Polewali, Sulawesi Barat, anda dapat menemukan penjual gogos ini hanya antara jam lima subuh sampai setengah delapan pagi dan biasanya dijual dengan harga Rp.1000/buah. Selain hari-hari normal anda jug dapat menemukan gogos pada suasana lebaran (Idul Fitri) bersama hidangan kari ayam, ketupat, dan buras, sungguh hidangan yang lezat.Gogos rasanya tidak lengkap jika hanya disantap sendirian, sebaiknya menikmatinya dengan paduan sambal tomat mentah (Peco-peco) atau dengan Bau peapi.

Saya sempat mewawancarai salah seorang penjual gogos yang telah menjual kuliner ini secara turun-temurun di daerah Polewali, namanya Ibu Nurbaya, Ibu ini sudah mulai menjual gogos sekitar 30 tahun yang lalu sampe sekarang, kata Ibu Nurbaya sudah sangat jarang ditemukan penjual Gogos di daerah ini karena harga beras ketan yang mulai mahal dan omset perhari hanya sekitar 5% dari modal awal. Cukup prihatin karena Gogos juga merupakan salah satu makanan tradisional khas Mandar tapi cuman segelintir orang yang masih menyukai makanan ini.

Berikut ini adalah resep cara membuat Gogos yang sempat di tuturkan oleh Ibu Nurbaya
Bahan dasar : Beras ketan dan Santan kelapa
- Rendam beras ketan menggunakan air selama 15 menit, kemudian
- Kukus Beras ketan sampai masak dan kadar air berkurang
- Setelah beras ketan masak, masukkan santan secukupnya
- Kemudian aduk sampai merata lalu dinginkan
- Bungkus/cetak beras ketan tadi menggunakan daun pisang yang basah, lalu panggang di atas bara api, atau arang
- Jika daun pisang sudah terbakar itu tandanya Gogos sudah siap dihidangkan, dan jika ingin lebih lezat, sebaiknya gogos disantap saat masih hangat.


 

Penulis :

adnan syaifullahMuhammad Adnan Syaifullah, saat ini menetap di Polewali Mandar Sulawewi Barat, menggemari dunia budaya, dan kesenian Mandar. Hobi dunia fotografi dan jelajah wisata alam

Kontak Saya :

facebook : https://www.facebook.com/nanank.kotmack

 

 

Comments 

 
#1 2015-06-22 12:52
Rindu sama masakan masakan mandar dan sulawesi, rindu teman2 di mamuju...
ikan asap tuing2 biasa saya habis 3 piring sendiri + gogos,,,,
semoga ada rezeki jalan2 kembali kesana
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017