Online 12 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Opini Masstourism Dan Nicetourism di Tanah Mandar Sulawesi Barat

Masstourism Dan Nicetourism di Tanah Mandar Sulawesi Barat Cetak
oleh Ahmad Djamaan   
Senin, 09 September 2013 12:28 | Tampil : 2575 kali.

Aspek wisata memuat tiga domain: rekreasi, pengembangan diri, dan mempelajari keunikan. Mandar dalam berbagai hal banyak memiliki nilai dan keunikan yg sangat potensial utk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata baru di wilayah Sulawesi. Seperti diketahui bahwa Manado-Sulawesi Utara dan Wakatobi-Sulawesi Tenggara terdapat destinasi diving internasional, di Toraja Sulawesi Selatan ada destinasi ethnic ritual (Rambu Soloq), Pantai Bira Bulukumba dengan wisata pantai dan pembuatan pinisi, di Pangkep dengan komunitas Bissu dan kawasan karst. Inovasi berikutnya adalah Wisata Mandar  dengan multi icon (terutama ecotourism atau geotourism).

pantai mampie wonomulyo polman

Pantai Mampie di kec. Wonomulyo Kab. Polman, wisata pantai di tanah Mandar yang dapat diperkenalkan (Foto : Sabri Hamid)

Dewasa ini paradigma pengembangan pariwisata dunia telah bergeser, yakni dari trend wisata massal atau masstourism (yang memilih tempat-tempat tertentu dengan fasilitas serba oke dan didatangi dalam jumlah besar) beralih kepada trend baru yakni wisata minat khusus atau nicetourism (dimana wisatawan datang ke suatu tempat dlm bentuk individu/grup kecil tanpa mempersyaratkan tempat nginap dengan fasilitas bintang. Bahkan grup wisatawan seperti ini lebih senang memilih homestay (rumah penduduk) untuk menjadi tempat menginapnya. Fokus dan tujuan mereka adalah keunikan terutama budaya masyarakat.

Dan inilah keunggulan daerah Mandar (Sulawesi Barat). Aktivitas nelayan dengan perahu Sandeq (Sandeq Race), Cara menangkap ikan dengan menggunakan layangan, tradisi khatam Alquran (Carnival Sayyang Pattuqduq), pembuatan gula merah, golla kambu, bau tapa (ikan asap), berbagai kuliner khas,  kesenian rebana, kecapi, dll. Belum lagi konsep hidup "siwali parriq" keluarga masyarakat pesisir atau juga mungkin dipegunungan. Bicara tentang sejarah pemerintahan konfederasi yang pernah eksis mempersatukan PBB (Pitu Baqbana Binanga) PUS (Pitu Ulunna Salu)  yang sekarang masuk wilayah administrasi  Provinsi Sulawesi Barat.

lomba perahu sandeq mandar

Lomba perahu tradisional suku Mandar (Sandeq Race), potret budaya Maritim yang kuat (Foto : Harris Rinaldi)


sayyang pattuqduq mandar

Atraksi kuda menari "sayyang pattuqduq" yang mengikuti tabuhan rebana (Foto : Hiqmatiar Syamsul)

Ada banyak harapan bahwa potensi budaya dan wisata ini ke depan bisa berkembang di tanah Mandar melalui tangan-tangan kreatif dari para pemerhati, pelaku budaya serta wisat baik untuk segmen wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika kemudian daerah-daerah di Mandar bisa disinggahi rute kapal pesiar (cruise) maka hal ini akan dapat mengangkat citra Mandar dan Sulawesi Barat secara umum.

Penulis :

ahmad djamaanAhmad Djamaan, saat ini menetap di kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, hobi menulis dan membaca buku. Alumnus STIA LAN Makassar Administrasi Publik Jurusan Pembangunan Daerah.

Kontak Saya :
 


Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2019