Online 44 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Opini Sedikit Kekaguman Saya Pada Sastra Mandar

Sedikit Kekaguman Saya Pada Sastra Mandar Cetak
oleh Muhammad Fajrin   
Sabtu, 26 Oktober 2013 17:53 | Tampil : 1769 kali.

Bahwa salah satu diantara banyak kecanggihan sastra Mandar, adalah permainan metaforanya yang fantastis, belum lagi ketika syair ini bertemu dengan petik sayang-sayang khas Mandar yang membuatnya bertambah istimewa, berikut ini adalah salah satu dari beberapa petikan sastra Mandar :

Bismillah turanna elong sayange
bismilah turanna elong bungasna panginoang
sayange salama' nasang puane
salama nasang ingganna ma'irrangngi.

mua' nasalama bandi puange
mua nasalama bandi jalanna panginoang
sayange naringganna'i tori'mo
nariganna'i penda'dua pettallung

asi' turunan dimai sayange
asi' turunan dimai malino rapang rura
sayange mau pandenna kandi'u
mau pandenna malumu kero toi

mane pissanga me'inda sayange
mane pissanga me'inda
lewo diturunammu
sayange mauang dama' kasi'na
mauang dama namendulua' pole

diniri tia palakang sayange
diniri tia palakang pemba'baranna pandeng
sayange pembiaranna kandi'u
pembiaranna bulang sappulo appe'

mua' pandeng namunia' sayange
mua' pandeng namunia' pandeng apari tia
sayange diang malayo kaka'u
diang malayo diang sinda-sindangang

ia pandeng uitai sayange
ia pandeng uitai pandeng sirua-rua batang
sayange ia namaka kandi'u
ia namaka malalao dipammedangang

mai'di lao namaka sayange
mai'di lao namaka bale duga dugai
kaka'u tania i'o kasi'na
tania i'o nanaeppei lino

Mane mippusu'i pandeng tomasarri
Mane mippusu'i pandeng dioma kasi dinaunna
sayange acilaka'u puange
accilakau tau laeng lao mattewe

mua' mattoe'o pandeng sayange
mua' mattoe'o pandeng pakaramboi dai
kaka'u diang manini kasi'na
diang manini mappetondo dai'i

palla'o mepasang boma sayange
palla'o mepasang boma dao tori diolo palla
sayange narurangnganni kasi'na
naurangnganni mating pa'mai mapiau

pi'gurui rape' papang sayange
pi'gurui rape' papang dao rape tallongnge
sayange rape' tallongnge kasi'na
rape tallongnge saicco lendas boi

utoe dai' tattoyang puange
utoe dai tattoyang
utuyuang tarrape'
puange sittemmi tor'i kasi'na
sitemmi tori' pattoe'na sarau

namasara sau wanda sayange
namasara sau wanda di lololanna uwai
sayange i'da maupa' kasi'na
i'da maupa' masara dipottana

rugi-rugi pa'iau sayange
rugi rugi pa'iau massappeang sarau
sayange ta'e mandona tori'mo
ta'e mandona rua upattoe'i

namuapanda' sarau sayange
namuapanda' sarau takkala lesse' mating
sayange tammupakena kasi'na
tammupakena pepembali'mi mai

imasara tandi-tandi kandi'e
imasara tandi-tandi tandissang di laenna
kandi'e mipalla' bandi kasi'na
mipalla' bandi anna salopo' bomo

imasara bua wakko sayange
imasara bua wakko imonge' sala-sala
sayange tambanna iri' kasi'na
tambanna' iri' anna bemme sarana

Syair ini dikutip dari album sayang-sayang mandar bapak Firdaus; Mappesureq Pandeng. yang sebagian dari syair ini tak dapat saya artikan (disebabkan oleh perbendaharaan bahasa mandar saya yang sangat kurang).

sayang-sayang mandar

Ilustrasi sayang-sayang Mandar oleh pelaku seni "Uwaq Unding" (Foto : Pusvawirna Natalia Muchtar)

Selain itu, mengingat Mandar yang sangat kental dengan tradisi islam, ada banyak potensi budaya Mandar yang bisa ditelusuri, kita bisa bisa mencari dan menggali khasanah sastra sufi mandar, yang mungkin banyak bertebaran dalam kitab tasawwuf ulama-ulama Mandar, yang tak kalah hebatnya dengan sastra sufi di daerah lain di nusantara, seperti syair perahu Hamzah Fansuri atau Serat Kalatihda Ranggawarsita dan banyak lagi.

Hal ini juga termasuk, mantra Mandar (yang mungkin bisa diseleksi pemilihan mantranya) mengingat perbincangan tentang mantra mandar tempo hari yang hanya berpusat pada doti atau guna-guna, sehingga berakibat dan berujung hampir pada pemusnahan khasanah kebudayaan tersebut. Menurut pandangan amatir saya, bahwa hikmah yang harus di ambil dari mantra Mandar adalah penciptaan bahasanya. tak lebih. toh, mantra bukanlah melulu sesuatu yang abstrak, kadangkala ia bisa kita rasionalisasikan kebenarannya, yang tentu dengan ketekunan dalam mempelajarinya

Salah satu penyair sepuh Jogja, Iman Budhi Santosa (salah satu pendiri komunitas sastra legendaris Jogja; Persada Studi Klub), tak lama ini menerbitkan buku tentang khasanah pribahasa nusantara dan menurut pengakuan beliau yang serius, bahwa pribahasa nusantara sangat mampu untuk dijadikan pedoman dalam mempelajari filsafat nusantara, kerna kearifan-kearifan yang terkandung didalamnya. Hal ini mungkin juga bisa diekplorasi lebih jauh oleh generasi muda budaya untuk kembali menggauli dengan intens produk pribahasa manusia Mandar, dalam rangka untuk menegaskan identitas manusia Mandar.


Penulis :

muhammad fajrinMuhammad Fajrin, berasal dari kec. Wonomulyo kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat ini sedang mengenyam pendidikan di salah satu universitas di kota Jogjakarta, menggemari dunia budaya, seni, dan sastra Mandar.

Kontak Saya :

facebook : https://www.facebook.com/muhammad.fajrin.73

 


 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018