Online 26 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Opini Mitos Mandar “Nabali Sassaq” “Wujud Pengkultusan Masyarakat Mandar”

Mitos Mandar “Nabali Sassaq” “Wujud Pengkultusan Masyarakat Mandar” Cetak
oleh Heriadi Darwis   
Senin, 24 Februari 2014 13:11 | Tampil : 2288 kali.

Di Jerman ada si gurita paul yang menjadi hewan keramat karena dinggap mampu memprediksi pertandingan PIALA DUNIA 2010. Saat itu para pecinta sepak bola berbondong-bondong mengikuti prediksi si “Peramal” Paul karna dianggap sebagai rujukan kebenaran. Ternyata sejak dahulu kala di daerah Mandar, adapula hewan yang dikultuskan karena dianggap menjadi penentu kebenaran. Hewan tersebut adalah “Sassaq” yang artinya cicak. Bedanya dengan Paul, kalau paul menggunakan tentakelnya sementara “sassaq” dengan bunyinya.

Di tanah Mandar, ketika seseorang berbicara kemudian sassaq berbunyi, maka sebagian masyarakat Mandar percaya bahwa apa yang diucapkan oleh pembicara adalah benar. Dan biasanya si pembicara akan reflex mengatakan “Nabali sassaq”. Tentunya unik ketika suara cicak menjadi “hakim” yang menentukan kebenaran dalam suatu pembicaraan. Dalam teori menarik kesimpulan terhadap suatu kebenaran, tentu tidak ada teori tentang suara sassaq. Tapi itulah bagian dari keunikan tanah Mandar yang perlu kita ketahui. Pertanyaannya adalah haruskah ini diikuti atau ditinggalkan???

mitos mandar nabali sassaq bentuk pengkultusan mandar

Ilustrasi mitos "Mambali Sassaq" yang terjadi dan pernah dipercaya oleh sebagian masyarakat Mandar

Jika dilihat dari sudut pandang antropologi, mitos “nabali sassaq” ini termasuk dalam konsep totemisme. Totemisme adalah pemahaman bahwa hewan tertentu memiliki kekuatan supranatural, dalam hal ini yaitu “sassaq”. Saat masyarakat Mandar percaya bahwa bunyi sassaq adalah symbol pembenaran terhadap ucapan seseorang, artinya mereka percaya bahwa sassaq merupakan hewan yang supranatural.

Dari perspektif agama Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Mandar, justru sassaq adalah binatang yang dianjurkan oleh rasul untuk dibunuh. Rasulullah bersabda yang artinya “Barangsiapa yang membunuh cicak dengan sekali pukul, dicatatkan baginya pahala seratus kebaikan, dan bila dia membunuhnya pada pukulan kedua, maka pahalanya kurang dari itu, dan pada pukulan ketiga pahalanya kurang dari itu.” (Riwayat Muslim).

Dar perspektif sejarah Islam, cicak adalah binatang yang jahat. Diantara kejahatannya dalam sejarah adalah dalam kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Ketika nabi Ibrahim dilemparkan oleh kaumnya ke dalam api, hewan-hewan yang ada semuanya mencoba memadamkan api, kecuali cicak yang justru mengapi-apikan lagi api yang digunakan untuk membakar Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Dari berbagai perspektif diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak boleh diikuti karna mengkultuskan suara sassaq sebagai penentu kebenaran sangat tidak logis, lagipula dalam konsep kebenaran, yang terpenting adalah fakta. kemudian dari sisi religious dan sejarahpun tidak mendukung untuk meyakini keramatnya suara sassaq ini. Jadi, kita cukup mengetahuinya saja sebagai salah satu keunikan Mandar.

Benturan antara budaya ataupun kebiasaan yang terjadi di suatu daerah dengan ajaran suatu agama dalam hal ini Islam merupakan satu dari kompleksnya asimilasi budaya yang terjadi, masyarakat dengan sendirinya akan menentukan dan memilih mengambil yang satu dan mengesampingkan hal lainnya, tergantung dari pemahaman yang ada dan pengalaman belajar mereka.


Penulis :

heriadi darwisHeriadi Darwis, alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) kota Pare-Pare, Jurusan Bahasa Inggris. Menyukai dunia  seni dan budaya Mandar, saat ini menetap di Pare-Pare dan aktif di lembaga Metro English Course sebagai pengajar.

Kontak Saya :

facebook : https://www.facebook.com/heriadi.darwis

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018