Online 21 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Opini Lepa-lepa Dan Kehidupan Posasiq Mandar

Lepa-lepa Dan Kehidupan Posasiq Mandar Cetak
oleh Hasbi   
Senin, 09 Februari 2015 14:49 | Tampil : 1608 kali.

"Ayo Makan Ikan", sebuah kampanye yang disampaikan dan bahkan akhir-akhir ini booming dikarenakan ditemukannya mayat korban Air Asia. Tapi itu sebenarnya hanya wacana  yang tidak jelas alasan ilmiahnya tentang ikan yang selama ini ditengarai mengkonsumsi bangkai manusia. Namun saya tidak membahas masalah yang "tedjo" (baca : tidak jelas) ini.

Ya, Mandar memang dikenal dengan orang laut (Baca buku Orang Mandar Orang Laut karya  Muhammad Ridwan Alimuddin). Hal ini dikuatkan secara geografis orang Mandar banyak bermukim di pesisir pantai Sulawesi Barat. Itulah sebabnya kebanyakan mata pencarian mereka adalah "mosasiq" (melaut). Selain sandeq (perahu tradisional suku Mandar) yang sudah terkenal bahkan mendunia sebagai perahu lomba atau sebagai pencari ikan, ada satu jenis perahu yang diberi nama lepa-lepa (sampan). Lepa-lepa ini ukurannya kecil tidak seperti sandeq (tertera di gambar).

lepa lepa mandar tanpa palatto

Jenis perahu lepa-lepa Mandar tanpa Palatto (Foto : Indonesia Bagus Net TV)

lepa lepa mandar dengan palatto

Sampan atau yang biasa disebut dengan lepa-lepa di suku Mandar yang memiliki Palatto (penyeimbang) (Foto : Indonesia Bagus Net TV)

Ada apa dengan perahu lepa-lepa Lepa-lepa sendiri adalah sebuah perahu kecil yang bisa juga digunakan untuk mencari ikan berbagai macam ukuran dari yang kecil sampai yang besar. Ada yang menggunakan teknik mallaqduq, juga digunakan untuk mencari cumi yang disebut istilah maccumiq. Di Mandar sendiri sebenarnya tidak semua bisa memiliki perahhu sandeq, tapi bisa hampir dipastikan semua posasiq bisa memiliki lepa-lepa, mengapa demikian ? Karena membuat atau memiliki lepa-lepa harganya sangat jauh berbeda. Tapi ingat, hampir semua posasiq wajib memiliki alat ini, sebab tanpa naik sandeqpun mereka masih bisa mencari kehidupan meskipun hasilnya tidak sama. Setidaknya dengan lepa-lepa para posasiq ini bisa menyambung hidup hanya untuk membuat dapur tetap mengepul dalam sehari. Kalau ada sisa hasil tangkapan dari melaut itu yang kemudian biasa dijual.


Penulis :

hasbi abbeeHasbi, saat ini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, hobi travelling dan membaca buku. Alumni SMU Neg Tinambung, Polewali Mandar.

Kontak Saya :




 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018