Online 45 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Seni Lagu Daerah Lirik Lagu Mandar Tengga-Tenggang Lopi

Lirik Lagu Mandar Tengga-Tenggang Lopi Cetak
oleh Administrator   
Selasa, 17 September 2013 18:51 | Tampil : 23307 kali.

Lagu daerah Mandar yang berjudul "Tengga-Tenggang Lopi" adalah salah satu lagu klasik dari daerah Mandar yang sangat terkenal. Kalau daerah Makassar dikenal dengan lagu daerahnya berjudul "Anging Mammiri', daerah Bugis dengan lagu "Indo Logo" nya , maka lagu Mandar dikenal dengan lagu ini.

Berikut ini adalah lirik lagu "Tengga-Tenggang Lopi":

Tengga-tenggang lopi

Lopinna anak koda

Anak koda di panjaja

Di panjaja uluanna

 

Uluanna lepa-lepa

Lepa-lepa lambang liwang

Lambang liwang dilalute

Mappadottong tinjaqna

 

Poleaq-poleaq liwang

Natoanaq tedong lotong

Tedong lotong takke tanduq

Apaq mokara maande

 

Poleaq-poleaq liwang

Natoanaq tedong lotong

Tedong lotong takke tanduq

Apaq mokaraq maande

 

Pencipta lagu tengga-tenggang lopi tidak diketahui, sama dengan lagu klasik yang sebagian besar tidak diketahui penciptanya. Namun, lagu ini sudah sangat familiar dengan masyarakat Mandar dan biasa dibawakan untuk suasana yang agak ceria dengan beat yang lebih cepat. Kalaupun anda menemukan ada beberapa kata dalm lirik lagu ini yang berbeda dengan versi yang anda dengar, ini bukanlah masalah berarti, dalam versi terbaru lagu ini ditemukan ada kata yang berbeda.

 

Comments 

 
#1 2015-03-13 21:41
Lagu ini di duga ketika terjadinya pelarian LaMadukelleng dari tanah wajo dan menyerang semenanjung malaya, Kutai, Pagetan, Tanah laut dan Pasir.Ketika LaMadukelleng mencari pengikut menyisir pesisir tanah mandar,perpinda han besar besaran masyarakat mandar di daerah Kota baru di kalsel dan Sangkulirang di kaltim.Akibat pengaruh ekspansi seorang La Madukelleng. Kalimat La lute di maknai sebagai kalimat Seberang Air, Lute memiliki kemiripan kalimat kutai, atau dalam penyebutan belanda menulis kute. Kerajaan Kutai memiliki pendudkan yang beragam, serta pasukan, seperti dari masyarakat dayak yang non muslim. Tedong Lotong di maknai binatang babi yang haram hukumnya jika dimakan. Lebih jelasnya Konsultasi dengan Bapak Edward Polinggomang tentang rekrutan orang mandar sebagai pasukan bahwa beliau menyebut bahwa Madukelleng pernah menjajah mandar. BAca Buku Ahmad Suttun, Drs. Ahmad dahlan "Dari Swapraja Ke Kabupaten Kutai
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017