Online 68 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Majene Buttu Ondongang, Kompleks Makam Raja Dan Hadat Kerajaan Banggae Mandar

Buttu Ondongang, Kompleks Makam Raja Dan Hadat Kerajaan Banggae Mandar Cetak
oleh Administrator   
Jumat, 29 November 2013 19:54 | Tampil : 1916 kali.

Buttu Ondongang, salah satu situs tempat para raja-raja Mandar di Banggae (Majene) beristirahat dan membaringkan diri untuk selama-lamanya. Adalah situs bukti sejarah kejayaan kerajaan lokal yang dahulu membumi di wilayah Banggae yang kini berada dalam wilayah kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Entah mengapa namanya disebut "Buttu Ondongang" yang jelas jika dua kata itu kita artikan kedalam bahasa lokal daerahnya "buttu" berarti "bukit" dan "ondongang" adalah "tempat melompat", itu jika diartikan secara kasar. Mungkin saja disebut itu karena tempat ini lumayan tinggi untuk dijadikan "tempat melompat". Apakah ada hubungan antara nama "Buttu Ondongang"dengan lokasi kompleks raja-raja Mandar ini? Tidak jelas hubungan seperti apa yang dibentuk.

buttu ondongang kompleks makam raja hadat banggae mandar

Buttu Ondongang, Kompleks Makam Raja-Raja Banggae Majene (Foto : Bayu Gustada Sulianto)

Situs sejarah ini cukup jarang dikunjungi oleh orang-orang, hanya beberapa kunjungan sejarah dari beberapa wisatawan yang berasal dari luar kabupaten Majene misalnya (wisatawan asing) yang kadang berkunjung kesini, penikmat sejarah, serta kunjungan dari sekolah-sekolah yang ingin melihat langsung makam dalam rangkaian studi sejarah. Bisa dikatakan tempat ini sepi jika hari-hari biasa, hanya dijaga oleh sang juru pelihara makam yang tinggal hanya beberapa meter dari kompleks makam.

Kompleks makam raja ini sebenarnya sangat indah, dan strategis, dari sini anda dapat merasakan semilir angin langsung dari laut pesisir kabupaten Majene, pemandangan dermaga, boyang Assamalewuang (pusat kegiatan-kegiatan tingkat kabupaten), lingkungan pangali-ali. Dan jika berdiri di pinggiran lokasi kompleks Makam ini maka anda akan mendapatkan view laut luas di sepanjang daerah pesisir Majene, tak ada yang menghalangi, mata anda akan langsung menuju horison laut dan langit. Dari sini bisa terlihat di sisi kiri berturut-turut pantai Dato, lingkungan Baurung, lingkungan Parappe, pesisir pantai lingkungan Tanjung Batu serta Binanga.


Memang lokasi ini jika kita lihat akan sangat sempurna untuk dijadikan tempat beristirahat kekal para raja-raja Banggae. Letaknya sangat tinggi di sisi yang berhadapan dengan wilayah laut, di dasarnya terdapat rumah penduduk dan jalan pesisir pantai hasil reklamasi pihak pemerintah kabupaten Majene puluhan tahun lalu, dahulu jurang ini langsung bertemu langsung dengan laut lepas, singkatnya kompleks makam raja Banggae ini berada di tebing tinggi di tepi laut.


Jika kita berada dibawah tebing ini maka anda akan melihat struktur batu (tebing) yang begitu solid dan keras, begitu halnya dengan tanah pemakaman yang cenderung keras, berbahan batu, utamanya yang terdapat di daerah pinggiran makam. Setidaknya ada puluhan makam raja dan keluarganya yang ada dalam kompleks pemakaman ini. Secara umum ada dua macam jenis makam yang bisa anda temui disini, makam yang berusia cukup tua dan makam yang baru.

Makam raja-raja Mandar yang cukup tua sebagian besar berada di pinggiran kompleks makam (menghadap ke laut lepas) dan berukuran cukup tinggi dengan struktur batu yang sangat kuat. Ciri makam tua ini sangat mudah dikenali.

Detail nisan Makam Raja-Raja Hadat Banggae ini adalah berupa ukiran kaligrafi "Allah" dan "Muhammad" menunjukkan pengaruh agama Islam yang kuat di bumi Mandar.  Artinya dapat kita katakan bahwa Islam telah masuk ke wilayah ini saat terjadi prosesi pemakaman raja, terlihat dari ukiran nisan yang begitu detail tertera di permukaan paling luar batu cadas yang dipahat dengan begitu sempurna.

detail nisan makam raja hadat banggae mandar majene

Detail Nisan Makam Raja Raja Hadat Banggae Majene (Foto : Harris Rinaldi)

Lalu siapa yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini? dari penelusuran nama-nama di nisan yang sebagian besar tidak bertuliskan nama-nama ternyata bukan hanya raja-raja Banggae yang dimakamkan disini. Terdapat sebuah makam "Maraqdia Alu" dan "Maraqdia Tubbi" dua raja ini bukan dari wilayah kerajaan Banggae tetapi wilayah Alu dan Tuqbi dahulu memang merupakan bagian dari kerajaan lokal yang masuk dalam konfederasi kerajaan Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Baqbana Binanga (PBB) yang membentuk persekutuan kerajaan-kerajaan di wilayah Mandar. Jadi kompleks makam ini juga memuat raja yang bukan dari kerajaan Banggae. Menurut juru pelihara makam terdapat beberapa makam orang-orang umum yang terdapat dalam kompleks makam ini, saat itu pemerintah melalui pihak balai arkeologi belum menetapkan aturan untuk melarang orang-orang umum untuk dimakamkan di tempat ini. Karena itu masih bisa kita temukan beberapa makam orang-orang umum disini, namun ia memiliki kawasan tersendiri, terpisah dari makam para raja. Semenjak pihak balai arkeologi Sulawesi Selatan mengeluarkan aturan, maka kompleks makam raja dan hadat banggae Mandar ini dijadikan situs arkeologi, dan dinyatakn tertutup untuk pemakaman.

Dimana letak kompleks makam raja-raja Banggae ini? letaknya cukup mudah anda temukan, jika anda dari arah kota Majene menuju ke kabupaten Mamuju, sesaat sebelum sampai tepat di depan kantor bupati kabupaten Majene terdapat jalan kecil di samping kantor bupati. Anda bisa melalui jalan itu kemudian berbelok lagi ke arah kiri di belokan yang pertama, melalui rute ini, maka anda akan menemui beberapa rumah penduduk/warga yang cukup padat, sebuah pemakaman umum, hingga anda akan menemukan lokasi kompleks makam raja-raja Banggae ini. Jika anda bertanya pada warga di sekitar lokasi ini maka mereka sebagian besar kenal dengan lokasi makam ini, cukup anda menyebutkan "Buttu Ondongang, kompleks Makam raja dan hadat Banggae Mandar" maka mereka akan sigap menunjukkan arah dan rutenya.

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018