Online 92 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Majene Destinasi Kuliner Lokal Paling Lezat Di Majene

Destinasi Kuliner Lokal Paling Lezat Di Majene Cetak
oleh Tommuane Mandar   
Kamis, 03 November 2016 18:29 | Tampil : 1524 kali.

Kuliner lokal, daya tarik tersendiri yang diminati para pendatang atau wisatawan yang masuk ke suatu daerah, namun kadang sulit menemukan kuliner-kuliner yang jadi ciri khas daerah ini, terutama untuk Sulawesi Barat yang belum mengenal dengan baik potensi pariwisata. Kuliner lokal khas hanya berdiri di lokasi-lokasi tertentu, dikenal dari promosi mulut ke mulut dalam daerah tertentu dan jadi populer di daerah tersebut. Majene sebagai kabupaten di selatan Mamuju, punya beberapa kuliner lokal jagoan, dan dikenal karena popularitasnya.  Cari tahu apa saja kuliner lokal yang paling lezat di Majene.

Bua Rangas - Banggae

Bicara soal kuliner lokal Mandar, maka orang - orang Majene menyebutnya dengan nama Bua Rangas khususnya di Rangas (kampung nelayan di utara Majene), entah mengapa diberi nama bua Rangas, nama Rangas yang disematkan di belakang penganan ini menjadi hal yang menarik untuk diketahui, namun tak banyak informasi soal ini. Hal yang menarik adalah kuliner lokal Majene ini punya rasa tersendiri. Jika ingin menikmati kuliner bua Rangas tak perlu jauh, cukup arahkan kendaraan menuju kampung Rangas, di kecamatan Banggae. Kuliner ini hanya dapat ditemui saat subuh hari menjelang terbitnya sang fajar.  Lalu cukup dengan mengantongi uang Rp. 1000 maka Anda akan mendapatkan empat buah kue bua Rangas. Orang-orang banyak menikmati kuliner ini saat pagi hari, ditemani dengan sajian segelas kopi atau teh. Keluarga nelayan di Rangas banyak menjadikan kue ini sebagai bahan makanan untuk sarapan pagi.

kuliner-bua-rangas-banggae-majene

Penganan Bua Rangas yang dapat Anda nikmati di kelurahan Rangas, kecamatan Banggae, kabupaten Majene (Foto Credit : Nasaruddin)

Selain membeli Anda juga bisa membuat sendiri penganan ini, karena pembuatannya tidak sulit, sediakan saja bahan dasar yang diperlukan yaitu kacang hijau, gula aren dan tepung lalu aduk menjadi satu adonan bua Rangas. Jika ingin simpel maka cukup berkunjung saja ke Rangas, ada beberapa penjual kuliner ini yang bisa ditemui dan siap menyajikan kuliner rasa pesisir.

Apang Rangas - Banggae

Masih di Rangas, kampung nelayan Mandar di kabupaten Majene, di daerah ini Anda dapat menemukan Apang Mandar, nyaris sama dengan penganan/kue Apem yang dikenal di Indonesia, di Majene disebut Apang, terbuat dari bahan tepung beras dan lagi-lagi gula aren. Gula aren adalah bahan utama pembuat kuliner/penganan lokal yang sangat muah ditemukan di Majene, karena itu bahan makanan di daerah ini banyak menggunakan bahan utama gula aren.

kuliner-apang-mandar-rangas-banggae-majene

Penganan Apang yang dapat Anda nikmati di daerah Rangas Tamalassu, kelurahan Rangas, kecamatan Banggae, kabupaten Majene (Foto Credit : Nasaruddin)

Penganan Apang  dibuat oleh para pedagang kecil di lingkungan Rangas Tammalassu, kelurahan Rangas, kecamatan Banggae. Masalah harga, sangat terjangkau cukup siapkan uang bergambar Kapitan Pattimura di kantong Anda maka penjaja kuliner ini juga siap menyerahkan empat buah Apang yang masih hangat diangkat dari panci, ditemani dengan parutan kelapa setengah tua, sebagai pasangannya.

Ikan Terbang (Tui-Tuing) - Sendana

Selamat datang di lingkungan Labuang Kec. Sendana, dengan jarak 28 km dari ibu kota Kabupaten Majene dan 1 Km dari ibu kota Kecamatan, daerah ini terkenal dengan kuliner lokal ikan terbangnya (tui-tuing) yang diolah dengan cara diasap. Bagi Anda yang melalui jalur poros Majene-Mamuju jangan lupa mampir di kedai ikan terbang yang jadi salah satu makanan khas Mandar yang sudah terkenal. Kata para pendatang, belum sempurna wisata kuliner di Majene, kalau belum mencicipi ikan terbang.

kuliner ikan terbang tui tuing sendana majene

Ikan terbang (tui-tuing) saat sedang diasapi di  Labuang, kec. Sendana, kab. Majene  (Foto Credit : Indra Ariana)

Saat menyantapnya Anda bisa menyandingkannya dengan jepa (pizza Mandar) dan buras. Selain itu juga tersedia beberapa cemilan, kue khas Mandar seperti baruas, bolu paranggi, kasippiq, golla kambu dll. Ini semua dapat Anda nikmati langsung di kedai, dibawa dalam perjalanan maupun oleh-oleh buat sanak keluarga di tempat tujuan.

Mengenai harga tak usah takut, dijamin terjangkau. Untuk  tiap porsinya, ikan terbang hanya  dihargai Rp 10.000, saat musimnya tiba kadang harganya bisa lebih murah lagi. Selain ikan kadang-kadang Anda akan menemukan menu cumi yang disajikan dengan direbus dalam kuah kental berwarna hitam dan diolah ala Mandar menggunakan asam mangga (pammaissang). Karena berada di daerah pesisir maka tak lupa pula jajanan ikan yang telah diasinkan dapat Anda bawa pulang dengan harga Rp. 10.000.

Sokkol Bunga - Sendana

Sokkol Bunga, makanan khas Mandar yang dulu sering dikonsumsi namun mulai tergeser dengan makanan yang lain. Kuliner lokal ini disajikan di warung "Sederhana" atau orang Sendana sering memberinya nama "Warung Sokkol Bunga".

kuliner sokkol bunga leppangang sendana majene

Menu hidangan sokkol bunga di warung sederhana, desa Leppangang, kec. Sendana, kab. Majene (Foto Credit : Indra Ariana)

Anda dapat menemukan warung kecil ini buka di tepi jalan poros Majene-Mamuju, tepatnya di desa Leppangan Kec. Sendana Kab. Majene.  Soal rasa tak perlu diragukan, hampir sebagian orang Sendana tahu betul dengan warung ini, konon resepnya diwariskan secara turun menurun dari nenek moyang dan oleh pemiliknya saat disajikan Sokkol ini ditambah dengan teman gorengan ikan layang dan sambalnya yang cukup pedas, dan mengigit.

Lokasi warungnya cukup strategis, sambil menikmati sokkol bunga Anda juga dapat menikmati keindahan laut Desa Leppangan dan sunset disore hari. Soal harga jangan takut Anda hanya akan mengeluarkan uang Rp. 10.000 untuk tiap porsinya.

Penulis : Indra Ariana, Nasaruddin

Editor : Muhammad Tom Andari

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018