Online 72 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Mamasa Mengunjungi Rumah Adat Orang Mamasa Di Messawa

Mengunjungi Rumah Adat Orang Mamasa Di Messawa Cetak
oleh Ashari Sarmedi   
Jumat, 26 Desember 2014 09:39 | Tampil : 1741 kali.

Rumah Adat Mamasa ini hampir sama dengan Tongkonan (Toraja), yang membedakan itu tiangnya, kalau tongkonan agak panjang, sementara di Mamasa lebih pendek, hampir seluruh dinding di penuhi dengan Ukiran, di salah satu dinding terdapat simbol ayam jago, entah itu melambangkan apa ? jika merujuk pada filosofi ayam jago, maka simbol ayam jago merupakan lambang keberanian dimana ia adalah hewan teritorial yang akan bertarung habis-habisan jika wilayahnya di ganggu. Terdapat bangunan di depannya rumah adat yang digunakan sebagai lumbung. Rumah adat ini terletak di daerah Messawa, kabupaten Mamasa, provinsi Sulawesi Barat.

rumah adat mamasa sulawesi barat

rumah adat di kab.Mamasa, Sulawesi Barat (Foto : Ashari Sarmedi)

berpose di depan rumah adat mamasa

Berpose di depan rumah adat Mamasa (Foto : Ashari Sarmedi)

member kompa dana mandar di depan rumah adat mamasa

Berpose di depan rumah adat Mamasa (Foto : Ashari Sarmedi)

ukiran ayam hago di rumah adat mamasa

Berpose di depan rumah adat Mamasa (Foto : Ashari Sarmedi)

bagian rumah adat mamasa

Menurut Nur Rizka Mariona Syam, salah satu member Komunitas Penggiat Budaya Dan Wisata Mandar dari segi konstruksi bangunan antara rumah adat Mamasa dan Toraja secara umum memiliki kemiripan. Namun, dalam Rumah adat Toraja (Tongkonan) pembagian kamarnya berbeda dengan rumah adat Mamasa, Mamasa lebih mengutamakan ruang publik sedangkan tongkonan lebih privasi jika di lihat dari entrance bangunan.

Satu perbedaan mendasar lagi antara rumah adat Mamasa dan rumah adat Toraja adalah bentukan ujung atapnya, jika di Toraja agak "tajam" maka di Mamasa bentuknya "tumpul" . Mamasa memiliki   atap yang sedikit lebar dan pipih di bagian tengah rumah dengan bentuk jurai hampir sama dengan Toraja, jika ingin dilihat lebih spesifik  setiap sambungan balok pada rumah adat Mamasa memiliki arti dan filosofi tersendiri dan pemasangannya juga dilakukan oleh orang-orang tertentu.


Penulis :

ashari sarmediAshari Sarmedi, lahir dan dibesarkan di Gonda, Desa laliko, Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Saat ini bemukim di Makassar, Sulawesi Selatan. Menggemari dunia budaya, wisata, dan travelling.

Kontak Saya

facebook :  https://www.facebook.com/arie.nacampa




 

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018