Online 45 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Mamasa Air Terjun Liawan Sumarorong, Sang Penggoda Dari Mamasa

Air Terjun Liawan Sumarorong, Sang Penggoda Dari Mamasa Cetak
oleh Ibnu Masyis   
Kamis, 08 Januari 2015 08:35 | Tampil : 2729 kali.

Sangat berbeda dengan air terjun atau permandian alam lain pada umumnya yang letaknya tersembunyi pun jauh dari pemukiman. Air Terjun Liawan malah hanya berjarak ± 2 Km atau ditempuh kurang dari 30 menit perjalanan dari pusat kota Sumarorong (jalan poros Mamasa).

air terjun liawan sumarorong mamasa sulawesi barat

Air Terjun Liawan Di kec. Sumarorong Kab. Mamasa, Sulawesi Barat (Foto : Ibnu Masyis)

Air Terjun Liawan berada di Desa Liawan Kecamatan Sumarorong. Bila dari arah Polewali, tepat di kota Sumarorong- sebelum Polsek kita belok kanan. Di mulut jalan terdapat papan penunjuk arah menuju lokasi tersebut. Kondisi jalan relatif baik- separuh telah dibeton sehingga kendaraan roda dua mudah saja mencapai lokasi. Apalagi pemukiman warga hanya terpaut satu petak sawah dengan kompleks permandian ini. Setelah melalui jembatan gantung dan jalan berkelok di tengah hamparan sawah hijau dengan aliran sungai yang jernih, kendaraan kemudian diparkir di rumah warga dengan tarif Rp 2.000 per kendaraan. Dari pemukiman (rumah terakhir) kita sudah dapat melihat dengan jelas Air Terjun Liawan. Setelah menyusuri pematang sawah, gerbang permandian menyambut dilengkapi pos/ loket yang mewajibkan pengunjung membayar terlebih dahulu dengan tarif standar Rp 5.000 buat pengunjung anak-anak dan Rp 7.000 buat orang dewasa. Ternyata, kompleks permandian ini telah dikelola serius oleh Disbudpar Kab. Mamasa.

air terjun liawan sumarorong mamasa sulawesi barat

Air Terjun Liawan, Mamasa Sulawesi Barat (Foto : Ibnu Masyis)

Suasana sejuk sangat terasa ketika memasuki kawasan ini. Selain hembusan angin lembab dari air terjun, pepohonan tua berlumut makin mempertegas hijau nan asrinya tempat ini. Segalanya ditata dengan baik. Kami berjalan menyusuri jalan beton yang sesekali terputus oleh jembatan kayu yang dialiri kali kecil. Tempat ini di belah oleh aliran sungai dari Air Terjun Liawan, sekaligus memisahkan deretan bangunan villa dan baruga yang dibuat berjejer memanjang layaknya pemukiman di tepian jalan. Terdapat sekitar 7 villa, 1 bangunan tempat ganti pakaian dan 1 baruga bergaya tongkonan Mamasa. Bagi yang ingin menyewa villa dikenai biaya Rp 150.000 (di luar makan dan masih bisa ditawar). Sedangkan penyewaan baruga dikenai Rp 100.000. Tak jarang beberapa lembaga mahasiswa pernah ke tempat ini menginap dalam agenda kerja lembaga mereka.

fasiliitas villa di air terjun liawan mamasa sulawesi barat

Fasilitas villa di Air Terjun Liawan, Sumarorong Mamasa (Foto : Ibnu Masyis)

Air Terjun Liawan memiliki tiga tingkat dengan tingkat pertama yang tertinggi mencapai 8-11 meter. Terdapat jalan menanjak di sisi kanan air terjun bila ingin menyusur hingga ke atas. Jalannya lumayan menanjak dan licin (berlumut). Sangat hati-hati dan kadang harus menunduk menyeruak di tengah belukar pepohonan yang rapat. Serasa di tengah hutan yang kealamiannya terjaga. Walau demikian, variasi akar pohon dan bebatuan agak memudahkan kaki berpijak. Tingkat dasar air terjuan Liawan agak luas dengan kedalaman yang tidak terlalu berbahaya. Di tingkat 2-3, airnya lumayan dalam dengan bentuk lingkaran kolam yang nyaris sempurna. Berhubung mata air cukup melimpah sehingga air sungai kesegarannya terjaga. Dingin dan sangat segar.

Dasar sungai di tingkat pertama terdiri atas bebatuan kecil (bukan kerikil) dan berpasir dengan kandungan logam berwarna keemasan yang melimpah. Untuk keamanan, hanya tingkat 1 dan 2 yang layak menjadi tempat mandi. Bila dilihat sekilas, seolah-olah Air Terjun Liawan hanya 1 tingkat vertikal menempel di dinding gunung. Patahan atau dasar lantai 2-3 nyaris tidak terlihat dari bawah. Begitu tegak tingkat kemiringan tebingnya. Berhubung kami sudah sangat kedinginan, akhirnya kami meninggalkan lokasi tersebut setelah menghabiskan waktu 3 jam lebih berendam. Sebelum pulang kami sebenarnya mencari sekiranya ada buku tamu tapi ternyata tidak ada. Padahal kami ingin menulis, “Pepohonannya mungkin bisa lebih bervariasi. Apalagi pegunungan Mamasa belum akan kekurangan aneka jenis bunga yang indah.”

Bagi anda yang punya kesempatan mengunjungi Kab. Mamasa, Air Terjun Liawan jangan sampai terlewatkan. Apalagi dari arah Polewali menuju Sumarorong hanya berkisar 1-2 jam saja (relatif dekat).

Dalam perjalanan pulang, beberapa kali kami singgah menikmati kabut dingin merendah dengan jarak pandang hanya berkisar 15 meter. Dan kami tidak pernah melewatkan 1 tempat favorit yang kami beri nama Ukraina: hanya untuk memandang kota Polewali menghampar di kejauhan. Mamasa menggoda! EKSPEDISI LIAWAN (Tim Purpala Madatte Arts)


Penulis :

ibnu van halenMuh. Ibnu Masyis, lahir tidak jauh dari sungai Madatte Polewali. Saat ini tinggal di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Aktif berkegiatan seni dan teater di Sanggar kesenian Madatte Arts.

Kontak Saya

facebook : https://www.facebook.com/ibnu.whidya

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018