Online 53 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Polewali Mandar Suara Alam Objek Wisata Rawa Bangun Polewali Mandar

Suara Alam Objek Wisata Rawa Bangun Polewali Mandar Cetak
oleh Ibnu Masyis   
Rabu, 20 Agustus 2014 10:20 | Tampil : 2082 kali.

Tentang Rawa Bangun,  tempat wisata kuliner dan pemancingan ikan yang satu ini sesungguhnya sudah sangat tenar. Malah setelah sekian lama mendengar dan berkali-kali diajak teman ke tempat ini, baru tadi siang (19/08/2014) sempat menginjakkan kaki ke tempat ini. Bukan tanpa alasan, Rawa Bangun selalu ramai dengan pengunjung, dan saya agak kikuk dengan keramaian. Alhasil, saya termasuk orang yang telat menyaksikan indahnya tempat ini.

Rawa Bangun tepat berada di Desa Batetangnga Kec. Binuang. Tapi entah mengapa, wilayah ini lebih dikenal dengan sebutan Kanang. Mendengar nama Kanang, yang terlintas tentu adalah durian dan permandian alam Biru. Rawa Bangun tidak jauh dari Biru: jalannya searah. Bila telah berada di jalan utama menuju Biru- sebelum mencapai permandian alam Biru, kita belok kanan dengan menyusuri turunan jalan setapak yang telah disemen. Tempat ini dikelola pihak swasta (individu) sehingga memiliki tarif untuk menunjang keberlangsungan tempat ini.

Hijau, damai dan sejuk: itu pendapat saya mengenai tempat ini.
Seperti yang saya katakan tempo hari: keindahan alam saja tidak cukup. Sehingga untuk menambah kenyamanan pengunjung di lokasi yang berada di kaki gunung ini, pihak pengelola menyediakan satu kolam renang dengan 2 pancuran yang airnya bersumber dari sungai (aliran dari Biru) yang mengalir tidak jauh di belakang lokasi ini. Airnya terus mengalir dan kolam dibiarkan saja penuh/ meluap. Jadi kesegaran air kolam tetap terjaga. Air yang meluap tadi kemudian mengalir ke kolam ikan yang kira-kira berjumlah 3 kolam.

hijau dan asrinya objek wisata rawa bangun

Hijau dan asrinya objek wisata rawa bangun (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

sumber air dari sungai biru yang tak pernah berhenti

Sumber air dari sungai biru yang tak pernah berhenti (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

gazebo yang terletak di tengah kolam rawa bangun

Gazebo yang terletak di tengah kolam rawa bangun  (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

kolam berisi air segar di rawa bangun

kolam berisi air segar di rawa bangun (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

kolam yang dapat digunakan untuk berenang

Kolam yang dapat digunakan untuk berenang (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

Bagi pengunjung yang hobby memancing, silahkan memancing sendiri. Berhubung tempat ini juga diperuntukkan sebagai tempat pertemuan: disediakan pula-lah ruang untuk itu (agak terbuka pastinya) dengan model lesehan. Bagi yang suka karaoke, ada juga fasilitas untuk itu. Di sana juga terdapat fasilitas villa bagi anda yang ingin menginap. Tentang kuliner: yang mencolok adalah ikan bakar dan menu spesialnya adalah palakko. Dari segi tampilan dan gaya meracik palakko, kurang lebih samalah dengan rendang. Hanya saja, palakko mengolah daging bebek, sedangkan rendang daging sapi.

kolam ikan di objek wisata rawa bangun

Kolam berisi puluhan ikan di objek wisata rawa bangun (Foto : Muh. Ibnu Masyis)

Pada dasarnya saya menyukai ruang hijau. Makanya saya tidak akan pernah lupa rumput hijau di depan kantor kejaksaan di Madatte: tempat dulu sering nongkrong (yang kini tidak asyik lagi). Apalagi hijau ala Rawa Bangun yang pepohonannya telah ditata sedemikian rupa: tentu keren adanya. Beragam bunga menghiasi (anggrek yang memikat saya), pohon langsat, rambutan dan durian: juga beragam jenis pepohonan lain yang entah apa namanya.

Bagi saya, andai tempat ini tidak selalu ramai: lokasi ini lebih tepat menjadi tempat bersemedi: kabur dari hiruk pikuk, kembali ke pedalaman, menyendiri di sini, mendengar suara alam bahwa sesungguhnya hidup ini indah, gemericik air, teduh pepohonan dan bunga anggrek: itu yang membeka.

Catatan: Lagu Merepih Alam milik Chrisye sepertinya cocok menjadi backsound untuk membayangkan tempat ini (mari menghayal: tanpa wanita di sisi yang berpotensi merusak konsentrasi).


Penulis :

muh ibnu masyisMuh. Ibnu Masyis, lahir tidak jauh dari sungai Madatte Polewali. Saat ini tinggal di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Aktif berkegiatan seni dan teater di Sanggar kesenian Madatte Arts.

Kontak Saya

facebook : https://www.facebook.com/ibnu.whidya

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017