Online 70 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Polewali Mandar Jelajah Dusun Rappoang, Desa Batetangnga, Binuang Polewali Mandar

Jelajah Dusun Rappoang, Desa Batetangnga, Binuang Polewali Mandar Cetak
oleh Askar Al Qadri   
Kamis, 02 Maret 2017 23:08 | Tampil : 602 kali.

Selamat datang di Wisata / Permandian Limbong Lopi, wisata andalan yang wajib jadi pilihan selain Rawa Bangun, Permandian Biru dan Salu Paja'an. Limbong Lopi sendiri sudah termasuk ke dalam dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar. Mari kita masuk ke areanya.

sungai rappoang batetangnga binuang

Sungai di dusun Rappoang, desa Batetangnga, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Foto : Askar Al Qadri)

permandian limbong lopi polman

Wisata / Permandian Limbong Lopi, di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

Dari atas, seperti inilah penampakan pemandangan pertama jika berkunjung ke wisata yang satu ini. Dengan beberapa fasilitas outboundnya, seperti kolam renang (dewasa dan anak), kereta anak, beberapa gazebo, flying fox dan aliran sungai jernih dan masih tampak alami. Namun, kali ini kita tidak akan masuk ke area objek wisata Limbong Lopi. Ikuti terus perjalanan saya.

wisata permandian limbong lopi polman

Wisata / Permandian Limbong Lopi, di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

Masih di Dusun Rappoang, Desa Batetangnga Kec. Binuang Polewali Mandar. Berjarak sekitar kurang lebih 100 meter dari wisata Permandian Alam Limbong Lopi, dengan akses jalan kaki, kita akan menemukan sebuah jembatan gantung yang tampakannya cukup tua. Jembatan ini menjadi salah satu akses andalan petani durian dan kakao. Oh ia, meski terlihat tua, namun jembatan ini tetap di rawat dengan baik. Terlihat dari aktivitas salah satu warga yang sempat saya temukan saat mengganti kayu dari jembatan yang telah lapuk.

jembatan kayu rappoang

Jembatan Gantung Kayu, di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

perbaikan jembatan gantung kayu rappoang

Perbaikan lantai jembatan gantung kayu, di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

Dan ketika menuruni jembatan tadi, maka seperti inilah penampakan dari dua sisi, kanan dan kiri jembatan. Dari salah satu sisi jembatan, ada kolam alami cukup dalam yang terbentuk. Kata warga setempat, kolam ini dapat digunakan sebagai titik terjun dari atas jembatan. Di sisi lain, nampak bebatuan besar dengan arus air cukup deras mengalir di atasnya, kesannya masih sangat alami.

sungai rappoang batetangnga

Kolam kolam kecil yang dibentuk oleh aliran sungai di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

sungai rappoang

Kolam kolam kecil yang dibentuk oleh aliran sungai di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

Dan jika merayap sampai ke atas dari salah satu sisi jembatan, akan banyak di jumpai kolam-kolam alami yang terbentuk lainnya. Sangat baik untuk sekedar berendam-rendam ria. Cocok untuk dewasa dan anak-anak. Namun anak-anak tetap harus dalam pengawasan.

kolam kecil sungai rappoang

Kolam kolam kecil yang dibentuk oleh aliran sungai di dusun Rappoang dan air terjun mini, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

kolam kecil sungai rappoang batetangnga

Kolam kolam kecil dengan aliran air bercabang yang dibentuk oleh aliran sungai di dusun Rappoang Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

kolam kecil sungai rappoang batetangnga polman

Kolam kolam kecil yang dibentuk oleh aliran sungai di dusun Rappoang, Desa. Batetangnga, Kec. Binuang Polewali Mandar (Foto : Askar Al Qadri)

Kata seorang teman, di atas sana ada air terjun. Namun sayang, waktu tidak memungkinkan. Akhirnya, saya cuman mentok sampai di air terjun kecil. Lagi-lagi, saya jumpai kolam alami pada bagiannya. Unik, meski air terjunnya kecil, kalau di lihat, seperti terbelah oleh batu besar. Atau kata lainnya, "Mippakka" atau airnya bercabang.


Penulis :

askar al qadriAskar Al Qadri, aktif di komunitas Stand Up Comedy Polewali Mandar, mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar, alumni Madrasah Aliyah Negeri Polman, hobi travelling, menyukai dunia kepetualangan, dan promosi wisata.

Kontak Saya :

 

 

 

 

Comments 

 
#1 Aminuddin 2017-05-18 11:36
Kalo mau terbitkan tolisan di Kompa Dansa Mandar bagaimana? Tolong di bantu
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2017